Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Novak Djokovic kembali menorehkan sejarah di dunia tenis setelah menjuarai China Open 2026. Kemenangan ini tidak hanya mengangkat posisinya di peringkat ATP, tetapi juga menegaskan dominasinya di Beijing. Djokovic, yang kini berusia 39 tahun, berhasil mengalahkan Alex de Minaur di final setelah petenis Australia itu mundur karena cedera pangkal paha. Kemenangan ini menjadi gelar ke-102 bagi Djokovic sepanjang kariernya, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkannya di China Open menjadi 34-0.
Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis, Djokovic memenangkan set pertama melalui tie-break 7-6(3) setelah pertarungan sengit selama 67 menit. De Minaur yang tampak kesakitan menerima perawatan medis, namun akhirnya memutuskan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Djokovic pun menambah koleksi trofinya dan kini hanya terpaut satu gelar dari Roger Federer yang mengoleksi 103 titel. Jimmy Connors masih memimpin dengan 109 gelar di Era Terbuka.
Keberhasilan ini membawa Djokovic kembali ke peringkat 10 besar ATP. Ia naik tiga posisi ke peringkat 8 setelah sebelumnya sempat keluar dari zona elit akibat tersingkir di putaran pertama US Open. Djokovic juga menjadi petenis pertama di Era Terbuka yang mampu meraih gelar turnamen selama 21 musim berturut-turut. Prestasi ini menunjukkan ketangguhan mental dan fisiknya meski telah memasuki usia senja.
Sementara itu, persaingan di puncak peringkat ATP semakin memanas. Alexander Zverev terus mendekati Jannik Sinner yang masih bertahan di posisi nomor 1. Zverev berhasil meraih 90 poin setelah mencapai perempat final China Open, memangkas jarak menjadi 1.280 poin. Meski belum bisa menyalip Sinner dalam waktu dekat, peluang Zverev untuk mengambil alih posisi teratas terbuka lebar, terutama karena Sinner memutuskan mengakhiri musim 2026 lebih awal akibat cedera lutut. Kemenangan di Shanghai Masters dan Vienna Open bisa menjadi jalan bagi Zverev untuk merebut takhta.
Di sisi lain, Carlos Alcaraz berhasil mempertahankan gelar Japan Open dan mengumpulkan 500 poin. Ia tetap berada di peringkat ketiga, tertinggal jauh dari dua petenis teratas namun memiliki keunggulan atas Ben Shelton di posisi keempat. Shelton tidak berlaga pekan lalu, sehingga posisinya relatif aman. Adapun Alex de Minaur naik satu peringkat, sementara Frances Tiafoe dan Arthur Fils masing-masing turun dua posisi, dengan Fils keluar dari 10 besar.
Bagi Djokovic, gelar di Beijing sangat berarti karena memperkuat peluangnya untuk lolos ke ATP Finals di Turin. Ia kini menempati posisi kesembilan dalam Race to Turin dengan 2.830 poin, hanya terpaut 390 poin dari Daniil Medvedev di posisi kedelapan. Dengan absennya Sinner, peluang Djokovic untuk tampil di Turin semakin besar. Persaingan menuju ATP Finals diprediksi akan berlangsung ketat hingga turnamen-turnamen terakhir musim ini.
Keberhasilan Djokovic di China Open juga menjadi sinyal bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi. Meski tidak lagi muda, ia tetap menjadi ancaman bagi para petenis muda. Djokovic sendiri mengaku sangat bangga dengan pencapaiannya. “Saya selalu memiliki ekspektasi tinggi pada diri sendiri, dan tentu saja saya selalu membayangkan bisa meraih trofi, terutama di Beijing, tempat di mana saya belum pernah kalah,” ujarnya. “Tahun ini penuh tantangan, dengan banyak pasang surut, masalah fisik dan kesehatan. Saya hanya berusaha menemukan kembali sensasi terbaik di lapangan.”
Dengan performa apik ini, Djokovic membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ia masih menjadi salah satu petenis paling kompetitif di dunia. Sementara itu, persaingan di puncak klasemen ATP antara Sinner dan Zverev akan menjadi salah satu cerita menarik menjelang akhir musim. Penggemar tenis tentu menantikan apakah Djokovic dapat terus melaju dan menambah koleksi gelarnya, serta apakah Zverev mampu menggeser Sinner dari singgasana.
Secara keseluruhan, pekan ini menjadi milik Djokovic dengan gelar ke-102 dan kembalinya ia ke 10 besar. Namun, dinamika peringkat ATP masih akan berubah seiring berjalannya turnamen-turnamen tersisa. Satu hal yang pasti, Djokovic masih belum selesai dan akan terus menjadi pusat perhatian di dunia tenis.

