Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Laga Prancis vs Italia pada matchday ketiga UEFA Nations League 2026/2027 di Stade de France, Saint-Denis, berakhir dengan skor imbang 1-1, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi Zinedine Zidane yang menjalani debut sebagai pelatih timnas Prancis di kandang sendiri, sekaligus mengulang sejarah getir 20 tahun silam ketika Italia merusak malam terakhirnya sebagai pemain di final Piala Dunia 2006.
Pertandingan Prancis vs Italia berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Les Bleus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi rapatnya pertahanan Gli Azzurri membuat babak pertama berakhir tanpa gol. Prancis akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-55 melalui Michael Olise, memanfaatkan momentum tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan tuan rumah.
Keunggulan Prancis tidak bertahan lama. Alessandro Bastoni menyamakan kedudukan pada menit ke-68 lewat aksi individu mengesankan, merebut bola lalu melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper Prancis. Gol tersebut membangkitkan semangat Italia dan mengubah jalannya pertandingan menjadi lebih terbuka.
Setelah kedudukan imbang, kedua tim saling bertukar serangan demi mengincar gol kemenangan. Ousmane Dembele dan Desire Doue nyaris membawa Prancis kembali unggul, namun Gianluigi Donnarumma tampil gemilang di bawah mistar gawang Italia. Beberapa penyelamatan penting kiper berusia 27 tahun itu menjaga harapan Gli Azzurri meraih hasil positif di kandang lawan.
Jalannya Pertandingan
- Babak pertama: Prancis mendominasi namun skor tetap 0-0.
- Menit 55: Michael Olise membawa Prancis unggul 1-0.
- Menit 68: Alessandro Bastoni menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- Menit-menit akhir: Donnarumma menggagalkan peluang Dembele dan Doue.
Hasil imbang ini membuat Prancis mengoleksi 7 poin dan tetap memuncaki klasemen Grup 1 Liga A, sementara Italia menyentuh angka 4 poin di peringkat ketiga. Sebelumnya, Prancis tampil sempurna dengan dua kemenangan 1-0 atas Turki dan Belgia, sedangkan Italia sempat kalah 0-2 dari Belgia sebelum bangkit menang 4-1 atas Turki.
Duel Prancis vs Italia kali ini memang menyimpan nuansa emosional bagi Zidane. Ia pernah memperkuat Juventus selama lima tahun dan menghadapi Italia pada laga terakhirnya sebagai pemain, yakni final Piala Dunia 2006. Kini, dari kursi pelatih, ia kembali berhadapan dengan Gli Azzurri, dan lagi-lagi Italia menjadi penghalang kemenangan di malam istimewa.
Roberto Mancini selaku pelatih Italia patut berbangga dengan mentalitas para pemain mudanya. Pio Esposito, Riccardo Calafiori, dan Michael Kayode menunjukkan kualitas di laga sebesar ini. Kemenangan 4-1 atas Turki sebelumnya memperlihatkan ketajaman lini depan Italia, dan hasil imbang di Paris menegaskan bahwa Gli Azzurri mampu bersaing dengan tim-tim teratas Eropa.
Statistik Kunci
| Tim | Poin | Posisi | Hasil Terakhir |
|---|---|---|---|
| Prancis | 7 | 1 | Imbang 1-1 vs Italia |
| Italia | 4 | 3 | Imbang 1-1 vs Prancis |
Bagi Prancis, hasil ini menjadi pelajaran berharga bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbuah kemenangan. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi catatan penting bagi Zidane menjelang laga-laga berikutnya. Sementara bagi Italia, satu poin di Stade de France adalah modal berharga untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan Prancis vs Italia menyajikan duel taktis yang menarik, penuh intensitas, dan diwarnai penampilan gemilang kedua penjaga gawang. Hasil imbang ini terasa adil bagi kedua tim, meski meninggalkan rasa kecewa tersendiri bagi Zidane yang gagal mempersembahkan kemenangan di hadapan publik sendiri. Italia sekali lagi membuktikan diri sebagai lawan yang sulit ditaklukkan Prancis, sebagaimana yang terjadi 20 tahun lalu di Berlin.
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Tim Editor Sepak Bola
Sumber Berita: Goal, JawaPos, detikSport, detikJateng, Akurat.co

