Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Dunia penerbangan global kembali menghadapi sejumlah tantangan besar dalam sepekan terakhir. Mulai dari gangguan kabut asap di sebuah bandara di Kalimantan, kerugian miliaran rupiah akibat letusan gunung berapi, banjir yang melumpuhkan layanan bagasi, insiden keamanan di udara, hingga aksi kriminal pencurian kabel penerangan landasan. Berbagai peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya operasional sebuah bandara terhadap faktor alam, manusia, dan keamanan.
Kabut Asap Sempat Lumpuhkan Bandara Iskandar Pangkalan Bun
Operasional bandara di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sempat terganggu akibat kabut asap pada Kamis (1/10/2026). Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, kondisi berangsur pulih keesokan harinya.
“Hari ini penerbangan kembali normal,” ujar Kepala Kantor UPBU Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, Jumat (2/10/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setiap hari, dari pagi hingga sore.
Menurut Asri, cuaca pada Jumat relatif lebih cerah dibandingkan sehari sebelumnya. Hal itu turut mendukung kembalinya aktivitas penerbangan di bandara tersebut. “Alhamdulillah, cuaca hari ini lumayan cerah. Kami berharap perjalanan penerbangan lancar dan tidak ada lagi kabut asap yang mengganggu,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas penumpang berlangsung normal. Salah seorang warga, Eko Sumarto, yang datang menjemput kerabat, mengaku penerbangan yang ditunggunya berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Bandara Soekarno-Hatta Rugi Rp40 Miliar Akibat Abu Vulkanik
Di sisi lain, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menelan kerugian hingga Rp40 miliar akibat penutupan sementara selama dua hari imbas sebaran debu abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melaporkan kerugian tersebut terjadi pada penutupan per 6 September 2026.
“Kalau ngomong rugi, banyak ruginya. Rp40 miliar ada kali dalam dua hari itu. Nah, tapi tentu kami tidak memikirkan itu,” kata Direktur Operasi InJourney Airports Agus Haryadi dalam lokakarya di Bandung, Jumat (2/10/2026).
Agus menegaskan penutupan dilakukan demi mengutamakan keselamatan penerbangan, terutama setelah laporan BMKG menunjukkan abu vulkanik cukup tebal. “Tentu penutupan ini bukan opsi. Memang harus dilakukan. Alasan pertamanya adalah keselamatan, karena ini nyawa orang yang kita handle,” tegasnya.
Penutupan tersebut tercatat sebagai yang pertama di Bandara Soekarno-Hatta sejak 1992. Bahkan, pandemi Covid-19 tidak pernah membuat bandara terbesar di Indonesia itu ditutup total. “Covid-19 pun tidak tutup. Covid itu tidak tutup, status bandara itu open. Kalau ini kemarin itu benar-benar close,” ungkap Agus.
Banjir Bangkok Buat Penumpang Bandara Suvarnabhumi Tunggu Bagasi 8 Jam
Di Thailand, banjir yang melanda Bangkok turut mengganggu operasional Bandara Suvarnabhumi. Penumpang harus menunggu hingga delapan jam untuk mengambil bagasi karena layanan darat terhambat. Hujan ekstrem selama beberapa hari membuat sejumlah kawasan terendam dan menyulitkan staf mencapai lokasi kerja.
Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyebut lebih dari 10.000 koper sempat menumpuk. Thai Airways mencatat penumpukan terjadi pada 26 hingga 29 September 2026. Sekitar 8.000 koper masih dalam antrean pada 1 Oktober, sementara 1.800 bagasi telah dikembalikan.
Thai Airways meminta bantuan Royal Thai Air Force untuk menangani antrean. Angkatan Udara Kerajaan Thailand mengerahkan 100 personel untuk membantu pekerjaan fisik di area bandara. Maskapai juga mengurangi sejumlah penerbangan dan menghentikan sementara penerimaan kargo mulai 30 September hingga 6 Oktober.
Pilot Flydubai Diserang, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk
Insiden keamanan terjadi pada penerbangan Flydubai FZ1073 rute Dubai–Tel Aviv. Pesawat Boeing 737 Max 8 itu mendarat darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi, Rabu (30/9/2026), setelah mengirim sinyal darurat dan ancaman keamanan. Seluruh 170 penumpang dinyatakan selamat.
Data Flightradar24 menunjukkan pesawat turun tajam dari 33 ribu kaki ke 17 ribu kaki dalam sekitar satu menit, lalu berputar-putar dekat perbatasan Yordania sebelum mendarat. Media Israel melaporkan dugaan penyerangan terhadap pilot menggunakan pisau lipat serta perselisihan fisik antarkru di kokpit.
Israel mengerahkan jet tempur karena khawatir terjadi pembajakan. Pasukan keamanan Saudi mengepung area luar pesawat, sementara penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif utama. Flydubai menyatakan bekerja erat dengan otoritas terkait.
Pencurian Kabel di Bandara Silampari Lubuklinggau
Di dalam negeri, aksi kriminal terjadi di Bandara Silampari Lubuklinggau. Dua pencuri kabel dan trafo di sisi Runway 02 ditangkap polisi. Aksi pertama terjadi Senin (20/7/2026) dini hari, dan terulang dua kali di bulan yang sama.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Catur Erwin Setiawan mengatakan barang yang dicuri meliputi kabel F12xcy 1×6 mm, kabel BC 16 mm, isolating transformer 150W/6.6A, primary connector kit with resin, serta two pole plug. Kerugian mencapai Rp159.540.000.
“Mereka sudah tiga kali melakukan pencurian ini. Modusnya memang mencuri di area bandara,” ujar Catur. Satu pelaku berinisial MS ditangkap di Desa Simpang Semambang, Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Jumat (7/8/2026).
Kesimpulan
Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa operasional sebuah bandara sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem, aktivitas vulkanik, kondisi infrastruktur, hingga ancaman keamanan dan kriminalitas. Keselamatan penumpang harus selalu menjadi prioritas utama, meskipun konsekuensi ekonomi dan operasional tidak dapat dihindari. Koordinasi lintas sektor antara otoritas bandara, maskapai, BMKG, aparat keamanan, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi setiap tantangan.
Penulis: Redaksi Penerbangan
Editor: Redaksi Penerbangan
Sumber Berita: UPBU Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, InJourney Airports, IDN Times, Liputan6, dan Polres Lubuklinggau.
