Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Langkah strategis dalam dunia kesehatan kembali ditunjukkan oleh jajaran kesehatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Melalui gelaran lokakarya mini lintas sektor, Puskesmas Mantangai Perkuat Kolaborasi Percepatan Cakupan Imunisasi guna memastikan tidak ada anak yang terlewat dari layanan kesehatan dasar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat desa.
Lokakarya mini tersebut berlangsung di aula kantor Kecamatan Mantangai, Kuala Kapuas, pada Kamis (8/10/2026) siang. Pertemuan ini digelar menyusul diterbitkannya Surat Edaran Bupati Kapuas Nomor 400.7.7.2/4/DINKES/X.2026 tentang dukungan pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional (BIKN). Surat edaran tersebut menekankan pentingnya program percepatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bagi seluruh bayi, balita, serta anak sekolah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Mantangai.
Komitmen Pemerintah Kecamatan Mantangai
Camat Mantangai, Ellargo Kristianto, menyatakan bahwa lokakarya ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Kejar Nasional sekaligus menjalankan program percepatan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Menurutnya, keberhasilan program kesehatan nasional tidak dapat dicapai oleh tenaga medis saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dan dukungan penuh dari struktur pemerintahan tingkat kecamatan hingga desa.
“Pertemuan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi pelaksanaan imunisasi di wilayah Kecamatan Mantangai,” ujar Camat Ellargo dalam sambutannya.
Melalui lokakarya tersebut, para peserta mendapatkan informasi dan pemahaman mendalam mengenai pelaksanaan kegiatan, sasaran, strategi pencapaian cakupan, serta pentingnya pemantauan dan pelaporan selama pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional. Hal ini sejalan dengan upaya Puskesmas Mantangai Perkuat Kolaborasi Percepatan Cakupan Imunisasi yang menargetkan optimalisasi perlindungan kesehatan anak di seluruh wilayah kecamatan.
Sasaran Imunisasi Kejar
Kepala Puskesmas Mantangai, dr. Timothy Von Simon, menjelaskan bahwa Bulan Imunisasi Kejar Nasional merupakan momentum penting untuk memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dapat memperoleh imunisasi yang diperlukan. Terutama bagi anak-anak yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi atau biasa disebut zero dose.
“Sasaran imunisasi kejar meliputi bayi usia 1 tahun untuk kelengkapan imunisasi dasar lengkap, baduta usia sampai 24 bulan untuk kelengkapan imunisasi booster, dan balita sampai usia 59 bulan yang belum lengkap imunisasinya,” ujar dr. Timothy.
Pelaksanaan imunisasi kejar ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sekaligus mendukung tercapainya cakupan imunisasi yang optimal. Berikut rincian sasaran imunisasi kejar yang menjadi fokus dalam program ini:
- Bayi usia 1 tahun untuk kelengkapan imunisasi dasar lengkap.
- Baduta usia sampai 24 bulan untuk kelengkapan imunisasi booster.
- Balita sampai usia 59 bulan yang belum lengkap imunisasinya.
Sinergi Lintas Sektor
Dengan melibatkan koordinator imunisasi dari seluruh Puskesmas, kegiatan lokakarya diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi antara pelaksana program di tingkat kecamatan dan Puskesmas. Upaya Puskesmas Mantangai Perkuat Kolaborasi Percepatan Cakupan Imunisasi ini juga menjadi contoh bagaimana pendekatan lintas sektor dapat mempercepat pencapaian target kesehatan nasional.
Melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026 secara terkoordinasi dan berkesinambungan, diharapkan tidak ada anak yang terlewat dari layanan imunisasi. “Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya perlindungan kesehatan anak di Kecamatan Mantangai, dapat terus ditingkatkan,” pungkas dr. Timothy.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari camat, kepala desa, hingga kader posyandu, menjadi kunci suksesnya program ini. Dengan demikian, Puskesmas Mantangai Perkuat Kolaborasi Percepatan Cakupan Imunisasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Sebagai penutup, keberhasilan program imunisasi tidak hanya diukur dari angka cakupan semata, tetapi juga dari komitmen bersama untuk menjaga kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kolaborasi yang solid antara Puskesmas, pemerintah kecamatan, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan cakupan imunisasi yang merata dan berkelanjutan di wilayah Mantangai.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan

