Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | John Herdman Bidik Piala Dunia 2030 Usai Juara FIFA ASEAN Cup menjadi narasi besar yang mencuat dari ruang ganti Timnas Indonesia. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 yang baru saja diraih tidak dianggap sebagai garis akhir, melainkan titik awal pembangunan kekuatan Garuda menuju panggung sepak bola dunia. Pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa trofi kawasan hanyalah batu loncatan, bukan tujuan akhir, dalam sebuah proyek jangka panjang yang telah ia rancang bersama federasi.
Herdman menilai keberhasilan di ASEAN Cup harus dibaca sebagai modal awal untuk membangun tim yang lebih kompetitif di level internasional. Menurutnya, kemenangan tidak cukup diukur dari jumlah trofi, tetapi dari seberapa besar fondasi permainan yang terbangun dari setiap pertandingan. Ia ingin skuad Garuda berkembang secara bertahap, selangkah demi selangkah, agar mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Arab Saudi.
Pendekatan bertahap itu bukan tanpa alasan. Herdman pernah mengantarkan Kanada tampil di Piala Dunia 2022, pengalaman yang memberinya perspektif tentang bagaimana sebuah tim harus dibangun dari nol hingga layak bersaing di turnamen paling bergengsi. Ia menyadari bahwa perjalanan menuju Piala Dunia 2030 membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan komitmen seluruh pihak, mulai dari pemain, staf pelatih, federasi, hingga suporter.
Dalam pandangan Herdman, setiap kemenangan perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi permainan. Ia tidak ingin timnya terlena oleh euforia sesaat. Sebaliknya, ia mendorong para pemain untuk terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya, karena standar di level Asia dan dunia terus meningkat dari waktu ke waktu. Evaluasi menjadi kunci agar Timnas Indonesia tidak jalan di tempat.
Ambisi John Herdman Bidik Piala Dunia 2030 Usai Juara FIFA ASEAN Cup juga menjadi arah utama dalam rencana pengembangan Timnas Indonesia. Federasi dan tim pelatih menyusun peta jalan yang mencakup pembinaan pemain muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, serta penguatan mental bertanding di laga-laga besar. Semua elemen ini diyakini menjadi fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pembenahan tim perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan komitmen seluruh pihak. Herdman menekankan bahwa tidak ada jalan pintas menuju Piala Dunia. Setiap detail, mulai dari pola latihan, analisis lawan, hingga pemulihan pemain, harus dikelola dengan disiplin tinggi. Ia ingin membangun budaya kerja profesional yang menjadi ciri khas tim-tim besar dunia.
Langkah berikutnya bagi Timnas Indonesia adalah menguji kekuatan di berbagai ajang, termasuk kualifikasi dan turnamen regional maupun internasional. Ujian melawan tim-tim kuat Asia akan menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan skuad Garuda. Herdman berharap setiap pertandingan menjadi pelajaran berharga yang mempercepat proses pendewasaan tim.
Dukungan suporter juga menjadi faktor penting. Herdman menyadari bahwa tekanan dan harapan publik Indonesia sangat besar, tetapi ia melihatnya sebagai energi positif. Ia ingin menjadikan dukungan tersebut sebagai bahan bakar untuk membangun tim yang tangguh, bukan sekadar tim yang bergantung pada momentum sesaat.
Dengan peta jalan yang jelas, John Herdman Bidik Piala Dunia 2030 Usai Juara FIFA ASEAN Cup bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen jangka panjang yang menuntut kerja keras, kesabaran, dan keberanian untuk terus berkembang. Jika semua pihak berjalan seiring, mimpi tampil di Piala Dunia 2030 bukanlah hal yang mustahil bagi Timnas Indonesia.
Perjalanan masih panjang, tetapi fondasi telah diletakkan. Gelar ASEAN Cup menjadi pengingat bahwa Timnas Indonesia memiliki potensi besar. Kini tugas bersama adalah menjaga momentum, terus mengevaluasi diri, dan membangun kekuatan yang mampu bersaing di level tertinggi. John Herdman Bidik Piala Dunia 2030 Usai Juara FIFA ASEAN Cup menjadi penanda awal dari babak baru sepak bola Indonesia.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suaralandak.co.id

