Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Direksi BEI Perkuat Integritas Pasar dalam 100 Hari Kerja menjadi sorotan utama di industri pasar modal Indonesia. Sejak dilantik pada 29 Juni lalu, jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 langsung tancap gas menjalankan sejumlah agenda reformasi. Fokus utama mereka adalah penguatan integritas perdagangan, penambahan instrumen investasi, dan perluasan basis investor. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi, likuiditas, serta daya saing pasar modal nasional di kancah global.
Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Eduardus Tandelilin, menilai bahwa kebijakan yang ditempuh pengurus baru telah mengarah pada kebutuhan mendasar pasar. Menurutnya, kredibilitas dan kualitas perdagangan adalah fondasi yang harus diperkuat agar investor tetap percaya. “Apa yang dilakukan Direksi BEI dalam 100 hari kerja pertama menunjukkan komitmen serius terhadap integritas pasar. Ini sinyal positif bagi pelaku pasar,” ujarnya.
Dalam menjalankan amanah, Direksi BEI Perkuat Integritas Pasar dalam 100 Hari Kerja melalui implementasi Master Plan BEI 2026–2030. Program tersebut mencakup pembenahan kualitas perdagangan, peningkatan standar perusahaan tercatat, pengembangan produk investasi, dan penguatan tata kelola pasar. Beberapa inisiatif yang sudah berjalan antara lain pengetatan pengawasan terhadap transaksi tidak wajar, penyempurnaan aturan pencatatan saham, serta sosialisasi produk investasi baru kepada investor ritel.
Penguatan integritas perdagangan dilakukan dengan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi. BEI meningkatkan pemantauan terhadap pola transaksi yang berpotensi merugikan investor. Selain itu, bursa juga mempercepat proses penyelesaian transaksi dan memperluas akses informasi bagi investor. Langkah ini diharapkan dapat menekan praktik manipulasi pasar dan meningkatkan kepercayaan publik.
Penambahan instrumen investasi menjadi prioritas berikutnya. Direksi BEI Perkuat Integritas Pasar dalam 100 Hari Kerja dengan mendorong penerbitan produk baru seperti Exchange Traded Fund (ETF) tematik, obligasi daerah, dan instrumen berbasis syariah. Tujuannya adalah memberikan alternatif investasi yang lebih beragam bagi investor, sekaligus meningkatkan likuiditas pasar. BEI juga menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Perluasan basis investor terus digenjot melalui edukasi dan literasi keuangan. BEI menggandeng sekuritas, perguruan tinggi, dan komunitas investor untuk mengampanyekan investasi sehat. Program ini menyasar generasi muda dan investor pemula, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah investor ritel secara signifikan. Hingga akhir periode 100 hari, tercatat kenaikan jumlah investor baru, meskipun data resmi masih dalam proses verifikasi.
Penguatan tata kelola pasar juga menjadi perhatian serius. BEI memperbarui pedoman tata kelola perusahaan tercatat, termasuk kewajiban keterbukaan informasi material. Emiten diwajibkan melaporkan aksi korporasi secara tepat waktu dan akurat. Sanksi tegas disiapkan bagi pelanggar aturan, guna menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan terpercaya.
Dalam sebuah diskusi publik, Direksi BEI Perkuat Integritas Pasar dalam 100 Hari Kerja dengan memaparkan capaian sementara. Mereka mengklaim bahwa reformasi yang dijalankan telah meningkatkan efisiensi perdagangan dan memperkuat posisi BEI di kawasan ASEAN. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menghadapi volatilitas global dan perubahan teknologi yang cepat.
Eduardus Tandelilin menambahkan bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya diukur dari 100 hari pertama. “Konsistensi dan implementasi jangka panjang akan menentukan hasil akhir. Direksi BEI harus terus menjaga momentum dan beradaptasi dengan dinamika pasar,” tegasnya.
Ke depan, BEI berencana melanjutkan agenda reformasi dengan fokus pada digitalisasi pasar, penguatan perlindungan investor, dan integrasi pasar modal syariah. Sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah akan terus dijalin untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Dengan berbagai langkah tersebut, Direksi BEI Perkuat Integritas Pasar dalam 100 Hari Kerja bukan sekadar jargon, melainkan komitmen nyata untuk membangun pasar modal Indonesia yang lebih kredibel, likuid, dan berdaya saing. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk berinvestasi secara cerdas dan aman.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

