Pemeriksaan Kesehatan Rutin Jadi Strategi Kelola Risiko Finansial Keluarga, Studi Ungkap 9 dari 10 Orang Menunda Perawatan
Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Pemeriksaan Kesehatan Rutin Jadi Strategi Kelola Risiko Finansial Keluarga menjadi topik yang semakin relevan di tengah meningkatnya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit. Langkah preventif ini tidak hanya bermanfaat untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan, tetapi juga berperan penting dalam mengendalikan pengeluaran medis jangka panjang. Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, menegaskan bahwa perlindungan kesehatan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan keuangan keluarga. Menurutnya, investasi dalam pemeriksaan kesehatan berkala dapat mencegah pembengkakan biaya akibat penyakit yang terlambat ditangani.
Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih rendah. Sebuah studi kolaborasi antara Prudential plc dan Economist Impact bertajuk Suara Pasien Indonesia mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 9 dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan kesehatan. Hampir separuh dari mereka bahkan melakukannya berulang kali. Keterbatasan informasi kesehatan, kebutuhan keluarga yang mendesak, serta pertimbangan biaya menjadi alasan utama di balik keputusan menunda pemeriksaan. Padahal, penundaan ini justru dapat memperburuk kondisi kesehatan dan berujung pada biaya pengobatan yang jauh lebih besar.
Dalam konteks inilah Pemeriksaan Kesehatan Rutin Jadi Strategi Kelola Risiko Finansial Keluarga memegang peranan krusial. Dengan melakukan cek kesehatan secara berkala, keluarga dapat mengetahui kondisi tubuh sejak dini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Deteksi dini terhadap penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi memungkinkan penanganan yang lebih murah dan efektif. Sebaliknya, jika dibiarkan tanpa pemeriksaan, penyakit-penyakit tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membutuhkan perawatan intensif dan biaya besar.
Yosie William Iroth menambahkan bahwa perlindungan kesehatan yang terencana, termasuk asuransi kesehatan, harus disinergikan dengan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin. “Kesehatan adalah aset finansial. Ketika kita mengabaikannya, kita sebenarnya sedang menempatkan keluarga pada risiko finansial yang besar,” ujarnya. Ia juga mendorong keluarga untuk mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali, sebagaimana mereka menganggarkan kebutuhan lain seperti pendidikan atau liburan.
Data dari studi Suara Pasien Indonesia juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan. Banyak responden mengaku tidak mengetahui jenis pemeriksaan apa yang diperlukan atau di mana harus mengaksesnya. Oleh karena itu, perusahaan asuransi dan penyedia layanan kesehatan perlu lebih aktif memberikan informasi dan kemudahan akses. Beberapa langkah yang bisa dilakukan keluarga untuk memulai kebiasaan ini antara lain:
- Menetapkan jadwal pemeriksaan kesehatan tahunan untuk seluruh anggota keluarga.
- Memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dari kantor atau komunitas.
- Mencatat riwayat kesehatan keluarga untuk mengantisipasi risiko genetik.
- Mengonsultasikan paket asuransi kesehatan yang mencakup layanan preventif.
- Menyisihkan dana darurat khusus untuk kebutuhan medis.
Dengan menerapkan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Jadi Strategi Kelola Risiko Finansial Keluarga, keluarga tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga stabilitas keuangan. Biaya yang dikeluarkan untuk pemeriksaan rutin jauh lebih kecil dibandingkan biaya pengobatan penyakit lanjut. Selain itu, deteksi dini memungkinkan pengobatan yang lebih sederhana dan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen risiko: mencegah lebih baik daripada mengobati, baik dari sisi kesehatan maupun finansial.
Meskipun demikian, tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir masyarakat yang cenderung menunda. Diperlukan kampanye edukasi yang berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri asuransi. Prudential Indonesia melalui berbagai programnya berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Mereka juga menyediakan layanan telemedicine dan konsultasi kesehatan digital yang memudahkan masyarakat mengakses informasi tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Sebagai penutup, Pemeriksaan Kesehatan Rutin Jadi Strategi Kelola Risiko Finansial Keluarga bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak. Dengan merencanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala, keluarga dapat melindungi diri dari ancaman penyakit sekaligus menjaga kestabilan ekonomi. Jangan tunggu sakit untuk memeriksa kesehatan. Mulailah dari sekarang, karena kesehatan yang terjaga adalah investasi terbaik untuk masa depan keluarga.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suaralandak.co.id
