Foto: Istimewa

Satgas Karhutla Padamkan Empat Titik di Kapuas, BPBD Imbau Warga Waspada Karhutla

Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | KUALA KAPUAS – Posko Induk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Kapuas bergerak cepat menanggapi laporan titik api yang muncul di sejumlah lokasi. Pada Kamis malam (1/10/2026), tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD dan instansi terkait berhasil memadamkan empat titik api yang terpantau di Kecamatan Basarang, kilometer 13, Jalan Saka Purun, Komplek Perumahan Sosial, serta Jalan Hampatung Kuala Kapuas. Operasi pemadaman ini menjadi bagian dari upaya Satgas Karhutla Padamkan Empat Titik di Kapuas untuk mencegah kebakaran meluas ke area permukiman dan lahan produktif.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S Pandiangan, menjelaskan bahwa sebelum menuju lokasi, personel terlebih dahulu menyiapkan berbagai peralatan dan sarana pendukung pemadaman. “Kesiapan personel menjadi prioritas agar proses penanganan di lapangan dapat berlangsung aman, efektif, dan terkoordinasi,” ujarnya saat ditemui di posko induk.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemantauan intensif untuk mengetahui kondisi titik api dan menentukan strategi pemadaman yang tepat. Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama antara lain kondisi lahan, arah angin, cuaca, serta akses menuju lokasi. “Kami tidak bisa langsung memadamkan tanpa memahami karakteristik api dan medan. Itu sebabnya pemantauan awal sangat krusial,” tambah Pangeran.

Dalam operasi tersebut, tim tidak hanya fokus memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan pendinginan (cooling) untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api, terutama pada area dengan vegetasi kering yang mudah terbakar. Proses pendinginan ini dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik-titik panas yang masih menyala, sehingga potensi kebakaran susulan dapat diminimalisir.

Keberhasilan Satgas Karhutla Padamkan Empat Titik di Kapuas tidak lepas dari kerja sama lintas instansi. Selain BPBD, turut serta personel dari TNI, Polri, dan relawan masyarakat peduli api. Mereka bahu-membahu melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan. “Sinergi ini adalah kunci. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Pangeran.

Meski demikian, upaya pemadaman bukan satu-satunya solusi. Pencegahan menjadi langkah yang tak kalah penting. Masyarakat di sekitar wilayah rawan kebakaran diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu titik api, seperti membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan. “Kewaspadaan bersama harus terus ditingkatkan, apalagi di tengah kondisi kemarau yang memperbesar potensi kebakaran lahan,” imbau Kalak BPBD.

Pangeran juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas sedini mungkin. “Jangan menunggu api membesar. Laporkan segera ke posko terdekat atau melalui saluran darurat yang telah disediakan,” pesannya.

Berdasarkan data BPBD Kapuas, hingga saat ini tercatat empat titik api yang berhasil dipadamkan dalam operasi tersebut. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material berupa lahan terbakar diperkirakan mencapai beberapa hektare. Pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan dampak yang ditimbulkan.

Operasi Satgas Karhutla Padamkan Empat Titik di Kapuas ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana karhutla. Namun, tantangan ke depan masih berat. Cuaca ekstrem dan aktivitas manusia menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, termasuk melalui sosialisasi dan pemasangan spanduk peringatan di titik rawan.

Di sisi lain, BPBD Kapuas juga memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiagakan personel dan peralatan di posko-posko terdekat. Posko Induk Satgas Karhutla di Kuala Kapuas menjadi pusat komando yang memantau pergerakan titik api melalui satelit dan laporan warga. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti dalam waktu singkat.

Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Tidak membakar lahan, tidak membuang sampah sembarangan, dan melaporkan kejadian kebakaran adalah bentuk kontribusi nyata. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi warga sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla,” tutup Pangeran.

Dengan adanya operasi ini, diharapkan jumlah titik api di Kabupaten Kapuas dapat ditekan. Satgas Karhutla Padamkan Empat Titik di Kapuas menjadi langkah awal yang baik, namun kewaspadaan harus terus dijaga hingga musim kemarau berakhir. Mari bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan demi keselamatan dan kelestarian lingkungan.