Habib Syarief Kecam Perusakan Bus EPA Persib di Batang, Desak Perlindungan Atlet Muda
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, angkat bicara keras menanggapi insiden perusakan bus yang membawa rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung. Dalam pernyataannya, Habib Syarief mengecam perusakan bus EPA Persib di Batang yang terjadi di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Ia menilai aksi tersebut tidak dapat dibenarkan dan menuntut penanganan yang jelas demi melindungi keselamatan para atlet muda.
Insiden yang menimpa rombongan pemain muda Persib Bandung ini meninggalkan kerugian material maupun non-material. Kaca bus dilaporkan rusak, sementara sejumlah koper milik pemain serta ofisial hilang dalam kejadian tersebut. Video yang beredar luas di media sosial juga memperlihatkan seorang ofisial Persib U-18 mengalami luka lecet pada bagian pipi dan kepala, menambah keprihatinan publik sepak bola nasional.
Habib Syarief menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama aparat penegak hukum. Menurutnya, Habib Syarief mengecam perusakan bus EPA Persib di Batang bukan sekadar soal kerusakan fasilitas, melainkan menyangkut keselamatan generasi muda yang sedang meniti karier di dunia sepak bola. Ia meminta proses verifikasi kronologi kejadian dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Kami mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Jangan sampai para pemain muda merasa tidak aman ketika berlaga atau dalam perjalanan pulang dari pertandingan,” ujar Habib Syarief dalam keterangannya, dikutip dari pemberitaan Indoposco.
Sikap tegas Habib Syarief mengecam perusakan bus EPA Persib di Batang sejalan dengan respons manajemen Persib Bandung. Klub berjuluk Maung Bandung itu turut mengecam segala bentuk kekerasan terhadap rombongan tim EPA dan mengimbau semua pihak menahan diri agar tidak melakukan aksi balasan. Manajemen berharap penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap kejadian dan pihak-pihak yang terlibat masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang. Kepolisian setempat belum merilis keterangan resmi terkait jumlah pelaku maupun motif di balik aksi perusakan tersebut. Meski demikian, sorotan publik terhadap insiden ini terus menguat, terutama dari kalangan pemerhati sepak bola dan tokoh nasional.
Dalam konteks pembinaan usia muda, insiden ini menjadi pukulan tersendiri bagi ekosistem kompetisi Elite Pro Academy. Para pemain yang tergabung dalam EPA adalah talenta masa depan yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama menjalani kompetisi. Gangguan keamanan seperti ini dikhawatirkan berdampak pada psikologis para pemain muda.
Berikut sejumlah poin penting terkait insiden perusakan bus EPA Persib di Batang:
- Waktu: Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB.
- Lokasi: Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah.
- Kerugian: Kaca bus rusak dan sejumlah koper pemain serta ofisial hilang.
- Korban luka: Seorang ofisial Persib U-18 mengalami lecet di pipi dan kepala.
- Respons: Kecaman dari Habib Syarief Muhammad dan manajemen Persib Bandung.
Habib Syarief menambahkan bahwa Komisi X DPR RI memiliki perhatian besar terhadap isu keamanan dalam penyelenggaraan olahraga. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, keselamatan atlet adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen sepak bola nasional untuk menjaga sportivitas dan menjauhi tindakan anarkis. Habib Syarief mengecam perusakan bus EPA Persib di Batang sebagai bentuk kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai olahraga. Dukungan terhadap para pemain muda, lanjutnya, harus diwujudkan melalui suasana kompetisi yang sehat dan aman.
Persib Bandung sendiri terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengungkap pelaku dan memastikan pemulihan kondisi para pemain serta ofisial. Klub juga mengapresiasi perhatian berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif, yang turut menyoroti insiden tersebut.
Sebagai kesimpulan, insiden perusakan bus rombongan Elite Pro Academy Persib Bandung di Rest Area Batang merupakan peristiwa serius yang memerlukan penanganan hukum tegas. Kecaman dari Habib Syarief Muhammad menjadi sinyal bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Perlindungan terhadap atlet muda, transparansi penyelidikan, serta komitmen menjaga sportivitas harus menjadi fokus bersama agar dunia olahraga nasional tetap kondusif dan bermartabat.
