SMPK Penabur Jakarta Pamerkan Karya STEAM Siswa di Festival, Dorong Inovasi Abad 21
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | JAKARTA – SMPK Penabur Jakarta Pamerkan Karya STEAM Siswa di Festival yang digelar baru-baru ini. Festival STEAM SMPK PENABUR Jakarta menjadi ajang unjuk gigi bagi para siswa untuk menampilkan berbagai karya inovatif berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mengembangkan kompetensi siswa agar mampu bersaing di era abad ke-21.
Penerapan pembelajaran STEAM tersebut dilakukan untuk melatih keterampilan abad ke-21, di mana siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mengembangkan kemampuan menciptakan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan. Melalui festival ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik.
Kepala Jenjang SMPK Penabur Jakarta, Ferry Marwanti, menjelaskan bahwa program STEAM dirancang untuk membentuk karakter siswa yang solutif dan inovatif melalui berbagai kegiatan pembelajaran. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Festival ini menjadi wadah bagi mereka untuk menunjukkan hasil belajar tersebut,” ujarnya.
Dalam festival tersebut, berbagai karya siswa dipamerkan, mulai dari proyek robotika sederhana, aplikasi digital, hingga karya seni yang mengintegrasikan teknologi. Setiap karya menunjukkan pemahaman siswa terhadap keterkaitan antara sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika. Pengunjung yang hadir tampak antusias menyaksikan langsung presentasi dari para siswa.
Festival STEAM SMPK PENABUR Jakarta ini juga menjadi bukti komitmen sekolah dalam menerapkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Sekolah terus berupaya mengintegrasikan pendekatan STEAM ke dalam berbagai mata pelajaran, sehingga siswa dapat belajar secara holistik dan kontekstual.
Berikut adalah beberapa contoh karya yang dipamerkan dalam Festival STEAM SMPK Penabur Jakarta:
- Robot line follower yang dirancang siswa untuk mengikuti jalur tertentu.
- Aplikasi mobile sederhana untuk membantu kegiatan belajar sehari-hari.
- Karya seni digital yang menggabungkan estetika dan pemrograman.
- Proyek lingkungan, seperti alat penyaring air sederhana.
- Model matematika interaktif untuk memvisualisasikan konsep abstrak.
Selain pameran, acara ini juga diisi dengan sesi presentasi dan diskusi antar siswa. Mereka saling memberikan umpan balik dan bertukar ide mengenai pengembangan karya masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat inovasi dan kolaborasi di kalangan siswa.
Orang tua dan guru yang hadir memberikan apresiasi positif terhadap karya-karya yang ditampilkan. Mereka melihat adanya peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kritis pada siswa setelah mengikuti program STEAM. Dukungan dari berbagai pihak dianggap penting untuk keberlanjutan program ini.
Ke depan, SMPK Penabur Jakarta berencana untuk terus mengadakan festival serupa secara rutin. Tujuannya adalah agar semakin banyak siswa yang terinspirasi dan termotivasi untuk menciptakan karya inovatif. Sekolah juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Dengan demikian, SMPK Penabur Jakarta Pamerkan Karya STEAM Siswa di Festival telah menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan berbasis STEAM di Indonesia. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menjadi pencipta solusi, tetapi juga menjadi individu yang siap menghadapi tantangan global.
Festival STEAM SMPK PENABUR Jakarta menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menggabungkan sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika dapat menghasilkan generasi muda yang kreatif dan inovatif. Semoga langkah ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan metode serupa.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suara Landak
