NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI, Dorong Interoperabilitas Gigawatt

Foto: Istimewa

NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI, Dorong Interoperabilitas Gigawatt

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI menjadi sorotan utama dalam ajang Open Compute Project (OCP) Global Summit di San Jose. Langkah ini menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI) berkapasitas gigawatt yang menuntut standar terbuka, interoperabilitas tinggi, serta efisiensi daya yang belum pernah terjadi sebelumnya. NVIDIA, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, secara resmi menyumbangkan spesifikasi rak dan compute tray Vera Rubin kepada OCP melalui arsitektur modular NVIDIA MGX. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi pusat data AI generasi berikutnya di seluruh dunia.

Dalam presentasinya, NVIDIA menjelaskan bahwa pembaruan MGX 1.2 kini mendukung pendinginan cair blind-mate pada skala rak, interkoneksi yang saling beroperasi, serta busbar cair berkapasitas 5.000A untuk sistem AI dengan kebutuhan daya hingga 250kW. Teknologi ini memungkinkan operator pusat data membangun kluster AI yang lebih padat, andal, dan hemat energi. NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI juga memperkenalkan spesifikasi rak Vera CPU yang dirancang khusus untuk mendukung agentic AI, yakni sistem AI yang mampu menjalankan pemanggilan alat, orkestrasi, dan eksekusi terisolasi secara waktu nyata.

Langkah NVIDIA ini bukan sekadar berbagi desain, melainkan upaya strategis untuk menciptakan ekosistem pusat data AI yang lebih terbuka. Dengan menyumbangkan spesifikasi ke OCP, NVIDIA memungkinkan mitra industri, mulai dari pembuat server hingga penyedia layanan cloud, untuk mengadopsi dan memodifikasi desain sesuai kebutuhan mereka. Hal ini diyakini akan mempercepat inovasi dan menurunkan biaya pengembangan infrastruktur AI. NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI menjadi katalis bagi terciptanya standar global yang dapat diikuti oleh berbagai pemain industri.

Open Compute Project (OCP) sendiri merupakan komunitas global yang berfokus pada pengembangan perangkat keras pusat data yang efisien dan skalabel. Dengan bergabungnya NVIDIA melalui kontribusi Vera Rubin, OCP semakin memperkuat posisinya sebagai wadah kolaborasi lintas perusahaan. Beberapa perusahaan teknologi besar lainnya juga telah menyumbangkan desain mereka, namun spesifikasi Vera Rubin menonjol karena kemampuannya mendukung beban kerja AI yang sangat berat, termasuk pelatihan model bahasa besar dan inferensi real-time.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan NVIDIA menegaskan bahwa desain Vera Rubin tidak hanya ditujukan untuk pusat data milik NVIDIA sendiri, tetapi juga untuk seluruh ekosistem. “Kami percaya bahwa standar terbuka adalah kunci untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor,” ujar salah satu eksekutif NVIDIA. “Dengan membuka desain Vera Rubin, kami ingin memastikan bahwa infrastruktur AI dapat dibangun dengan lebih cepat, lebih murah, dan lebih ramah lingkungan.”

Adopsi pendinginan cair blind-mate pada skala rak merupakan terobosan signifikan. Sebelumnya, pendinginan cair sering dianggap rumit dan mahal untuk diterapkan pada skala besar. Namun, dengan desain blind-mate, koneksi cairan dapat dilakukan tanpa alat khusus dan mengurangi risiko kebocoran. Busbar cair berkapasitas 5.000A memungkinkan distribusi daya yang lebih efisien, mengurangi kehilangan energi, dan mendukung kepadatan daya hingga 250kW per rak. Ini sangat penting mengingat pusat data AI generasi mendatang diprediksi akan mengonsumsi daya hingga beberapa gigawatt.

Selain aspek teknis, NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI juga berdampak pada rantai pasok global. Produsen komponen seperti Foxconn, Quanta, dan Wistron dikabarkan sedang menjajaki produksi rak dan tray berbasis spesifikasi Vera Rubin. Dengan demikian, ketersediaan perangkat keras AI di pasar diharapkan meningkat, sehingga mempercepat deployment AI di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong pengembangan pusat data nasional untuk mendukung transformasi digital dan kecerdasan buatan.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Standar terbuka menuntut kesepakatan antar pemangku kepentingan, dan tidak semua perusahaan mungkin ingin mengadopsi desain yang sama. Namun, NVIDIA optimistis bahwa pendekatan kolaboratif ini akan diterima luas. Mereka berkomitmen untuk terus memperbarui spesifikasi MGX dan Vera Rubin seiring perkembangan teknologi. Dukungan terhadap agentic AI, misalnya, menunjukkan bahwa NVIDIA tidak hanya fokus pada pelatihan model, tetapi juga pada inferensi dan eksekusi otonom yang menjadi tren berikutnya.

Dalam jangka panjang, NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI dapat menjadi fondasi bagi pusat data AI yang lebih terstandarisasi, modular, dan berkelanjutan. Dengan pendinginan cair yang efisien dan distribusi daya yang cerdas, pusat data masa depan diharapkan mampu menekan jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja. OCP Global Summit menjadi panggung yang tepat untuk memperkenalkan visi ini kepada dunia.

Sebagai penutup, langkah NVIDIA membuka desain Vera Rubin mencerminkan pergeseran paradigma dalam industri pusat data AI. Dari yang semula tertutup dan proprietary, kini menuju ekosistem terbuka yang mengutamakan interoperabilitas dan kolaborasi. Bagi pelaku industri di Indonesia, ini adalah peluang untuk mengadopsi teknologi mutakhir tanpa harus mengembangkan dari nol. Dengan demikian, NVIDIA Buka Desain Vera Rubin untuk Standar Pusat Data AI tidak hanya relevan bagi raksasa teknologi global, tetapi juga bagi negara berkembang yang ingin mempercepat transformasi digitalnya.