Wali Kota Lisa Dampingi Menhut Tinjau Hutan Lindung Bekas Terbakar di Liang Anggang, Perkuat Sinergi Karhutla

Foto: Istimewa

Wali Kota Lisa Dampingi Menhut Tinjau Hutan Lindung Bekas Terbakar di Liang Anggang, Perkuat Sinergi Karhutla

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Wali Kota Lisa Dampingi Menhut Tinjau Hutan Lindung Bekas Terbakar di Liang Anggang menjadi sorotan publik Banjarbaru, Senin (12/10/2026) siang. Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, turut mendampingi Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni, meninjau langsung kawasan hutan lindung yang sebelumnya dilanda kebakaran di Kecamatan Liang Anggang. Peninjauan ini menjadi momen penting untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan optimal serta memetakan langkah pemulihan kawasan yang terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Lisa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru terus mengintensifkan penanganan karhutla dengan melibatkan TNI, Polri, serta seluruh unsur relawan. Menurutnya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh personel harus terus diperkuat mengingat kebakaran masih mengancam kawasan hutan dan lahan di wilayah Banjarbaru. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menekan dampak yang lebih luas.

Kunjungan Wali Kota Lisa Dampingi Menhut Tinjau Hutan Lindung Bekas Terbakar di Liang Anggang juga menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah. Wali Kota Lisa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan untuk mendukung penanganan karhutla di Banjarbaru. Ia memastikan bantuan tersebut akan dimaksimalkan agar penggunaannya tepat sasaran dan mendukung kebutuhan penanganan di lapangan maupun masyarakat yang terdampak.

“Pemerintah Kota Banjarbaru mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat untuk penanganan karhutla di Kota Banjarbaru. Bantuan tersebut akan kita maksimalkan agar penggunaannya tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih berlangsung di wilayah utara Kalimantan Selatan atau kawasan Banua Enam. Adapun Kota Banjarbaru belum menjadi wilayah pelaksanaan operasi tersebut. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan personel gabungan, penguatan upaya pemadaman, serta koordinasi lintas sektor tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di Banjarbaru.

Pemko Banjarbaru terus mendorong seluruh unsur yang terlibat untuk menjaga kewaspadaan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia guna menekan dampak kebakaran, melindungi kawasan hutan, serta mengurangi ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemulihan ekosistem hutan lindung yang memiliki fungsi vital bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga.

Strategi Penanganan Karhutla di Banjarbaru

Penanganan karhutla di Banjarbaru dilakukan melalui beberapa pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai pihak. Berikut sejumlah langkah yang terus diperkuat:

  • Pengerahan personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan untuk pemadaman cepat di titik rawan.
  • Peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala di kawasan hutan lindung.
  • Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
  • Edukasi kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
  • Optimalisasi sumber daya air dan peralatan pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.

Kesiapsiagaan ini menjadi semakin krusial karena cuaca ekstrem dan potensi El Nino yang diprediksi masih berlangsung hingga 2027. Risiko kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, termasuk Banjarbaru. Karena itu, peninjauan Wali Kota Lisa Dampingi Menhut Tinjau Hutan Lindung Bekas Terbakar di Liang Anggang diharapkan menghasilkan arahan strategis yang lebih terukur.

Dampak dan Harapan ke Depan

Kebakaran hutan lindung tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat akibat kabut asap, terganggunya aktivitas ekonomi, serta hilangnya habitat satwa. Kawasan hutan lindung di Liang Anggang memiliki peran penting sebagai penyangga ekologis yang menopang kualitas udara dan tata air di Banjarbaru dan sekitarnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen mempercepat pemulihan kawasan bekas terbakar melalui penanaman kembali, pengawasan ketat, serta penegakan hukum bagi pihak yang sengaja membakar lahan. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat diharapkan mampu mencegah terulangnya kebakaran serupa di masa mendatang.

Melalui kunjungan Wali Kota Lisa Dampingi Menhut Tinjau Hutan Lindung Bekas Terbakar di Liang Anggang, pesan tegas mengenai pentingnya menjaga hutan dan lingkungan semakin menguat. Semua pihak diajak untuk berperan aktif, mulai dari pelaporan dini titik api hingga dukungan terhadap program restorasi kawasan hutan.

Dengan sinergi yang solid, penanganan karhutla di Banjarbaru diharapkan tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi wujud nyata tanggung jawab bersama dalam melindungi lingkungan dan memastikan keberlanjutan hidup masyarakat di masa depan.