TMMD ke-130 di Loa Kulu Kukar Bangun Jalan Usaha Tani hingga Renovasi Rumah Warga, Bupati Aulia Targetkan Rampung November 2026
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Loa Kulu Kukar Bangun Jalan Usaha Tani hingga Renovasi Rumah Warga resmi bergulir di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Bola Loa Kulu Kota dan dihadiri langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Kukar itu bukan sekadar seremonial. Usai upacara, Aulia didampingi Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, meninjau sejumlah titik sasaran pembangunan, mulai dari pos penyuluhan kesehatan, jalan usaha tani, hingga lokasi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Peninjauan ini menjadi penanda bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI benar-benar berjalan di lapangan.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Percepatan Pembangunan Desa
Dalam keterangannya, Aulia menegaskan bahwa TMMD ke-130 di Loa Kulu Kukar Bangun Jalan Usaha Tani hingga Renovasi Rumah Warga merupakan wujud kolaborasi antara Pemkab Kukar, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, program ini menyasar wilayah perdesaan yang selama ini membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Karena berfokus di desa, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter atau sekitar 2 kilometer. Kedua, kegiatan RTLH atau perbaikan rumah agar menjadi rumah layak huni. Selain itu, ada pembangunan MCK serta penanaman sebanyak 3.000 pohon,” kata Aulia.
Bupati berharap, keberlanjutan program TMMD tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan serupa dapat digelar hingga empat kali dalam setahun sehingga dampaknya semakin luas dirasakan masyarakat. Harapan itu disampaikan menyusul tingginya antusiasme warga dan dukungan lintas sektor yang terlihat selama pembukaan.
Infrastruktur Pertanian Jadi Prioritas Utama
Salah satu sasaran paling strategis dalam TMMD ke-130 di Loa Kulu Kukar Bangun Jalan Usaha Tani hingga Renovasi Rumah Warga adalah peningkatan konektivitas kawasan pertanian. Jalan usaha tani yang dibangun menggunakan agregat lokal tersebut diyakini mampu memperlancar mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen dari kebun menuju pasar.
Aulia menyebut, pembangunan jalan itu akan membuka akses bagi sekitar 100 hektare lahan pertanian. Dengan konektivitas yang membaik, biaya transportasi diharapkan turun sehingga harga pokok penjualan (HPP) dapat ditekan dan nilai tukar petani meningkat.
“Dengan konektivitas yang dibangun ini, sekitar 100 hektare lahan akan terbantu. Tentunya, hal tersebut diharapkan akan meningkatkan produktivitas petani,” ujar Aulia.
“Kami ingin melalui kegiatan ini HPP bisa diturunkan sehingga nilai tukar petani dapat meningkat dan kesejahteraan petani lebih kita tingkatkan lagi,” tandasnya.
Rincian Sasaran Fisik dan Nonfisik TMMD ke-130
Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, memaparkan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang dirancang sebagai akselerator pembangunan di wilayah Kodim maupun Kabupaten Kukar. Ia merinci sejumlah pekerjaan fisik yang menjadi tanggung jawab satuan TNI bersama warga.
Adapun sasaran fisik TMMD ke-130 di Loa Kulu Kukar Bangun Jalan Usaha Tani hingga Renovasi Rumah Warga meliputi:
- Peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menggunakan agregat lokal
- Pembangunan lima unit MCK
- Renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH)
- Rehabilitasi satu musala
- Pembangunan gorong-gorong dan lima jembatan kayu
Sementara itu, sasaran nonfisik mencakup penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, pencegahan stunting, serta program keluarga berencana dan kesehatan. TNI juga menggelar pemberian santunan kepada anak yatim dan pengobatan gratis massal bagi warga sekitar.
Untuk mendukung kelancaran seluruh pekerjaan, sebanyak 150 personel TNI dikerahkan. Mereka berasal dari berbagai satuan, termasuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan langsung dari Balikpapan.
Jembayan Tengah Dipilih karena Faktor Strategis
Benny menjelaskan, pemilihan Desa Jembayan Tengah sebagai lokasi TMMD ke-130 tidak dilakukan secara sembarangan. Usulan tersebut telah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sejak 2025 dengan mempertimbangkan aspek strategis kawasan.
“Dilihat dari faktor strategisnya, Desa Jembayan Tengah merupakan salah satu desa penghubung ke wilayah IKN. Desa ini juga dipilih berdasarkan usulan dari beberapa desa dengan mempertimbangkan pembangunan untuk kawasan pertanian,” ungkapnya.
Selain jalan usaha tani, TMMD juga membangun lima titik sumur bor melalui program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB). Fasilitas ini diharapkan menjamin ketersediaan air bersih bagi warga sekaligus mendukung pengairan sawah pada musim tanam berikutnya.
Benny menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan TMMD ke-130 rampung pada 11 November 2026. Dengan demikian, masyarakat Desa Jembayan Tengah dan sekitarnya dapat segera merasakan manfaat nyata dari program tersebut.
Kesimpulan
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Loa Kulu Kukar Bangun Jalan Usaha Tani hingga Renovasi Rumah Warga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan perdesaan. Mulai dari jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter, lima unit MCK, renovasi lima rumah tidak layak huni, rehabilitasi musala, hingga lima titik sumur bor, seluruh sasaran diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan target rampung pada 11 November 2026, program ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial dan kesehatan warga Desa Jembayan Tengah. Keberhasilan TMMD ke-130 diharapkan menjadi model pembangunan kolaboratif yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kutai Kartanegara.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: UpdateKaltim.com
