MacBook Terbaru: M4 dan M5 Dukungan Dua Monitor Eksternal, M3 Masih Clamshell
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Apple kembali menjadi sorotan dalam dunia teknologi, khususnya bagi para pengguna setia macbook. Kabar terbaru menyebutkan bahwa model MacBook Air dengan chip M4 dan M5 kini dapat menjalankan dua monitor eksternal bersamaan dengan layar internal tetap terbuka. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya yang mengharuskan pengguna menutup layar (clamshell mode) untuk menggunakan dua monitor eksternal.
Sebelumnya, MacBook Air dengan chip M1 dan M2 hanya mendukung satu monitor eksternal secara native. Pengguna yang ingin menggunakan dua layar harus mengandalkan solusi pihak ketiga seperti docking station DisplayLink, yang memerlukan driver khusus dan dapat mengganggu pemutaran konten berhak cipta (HDCP). Sementara itu, MacBook Air M3 sudah mendukung dua monitor eksternal, tetapi dengan syarat mode clamshell, yang mengharuskan perangkat terhubung ke daya, keyboard, dan mouse eksternal.
Perubahan ini tentu disambut baik oleh para profesional dan kreator konten yang sering bekerja dengan banyak layar. Dengan MacBook Air M4 dan M5, pengguna dapat memperluas ruang kerja tanpa harus menutup laptop. Konektivitas Thunderbolt 4 yang mampu mentransfer data hingga 40 Gbit/s juga memastikan kualitas gambar tetap tajam, bahkan untuk monitor 4K pada 60Hz yang membutuhkan bandwidth sekitar 18 Gbit/s.
Di sisi lain, lini MacBook Pro juga mengalami evolusi. Model dengan chip M3 Pro dan M4 Pro mendukung hingga dua monitor eksternal, sedangkan M3 Max dan M4 Max dapat menangani hingga empat monitor eksternal. Mac mini M4 bahkan mendukung tiga layar. Untuk model Intel lama (2016-2020), dukungan monitor eksternal terbatas pada satu hingga dua layar, dan MacBook Air Intel hanya bisa satu monitor.
Tidak hanya soal monitor, pasar juga diramaikan dengan kehadiran MacBook Neo, laptop Apple paling terjangkau saat ini. Dijual di Fnac dengan harga 799 euro, perangkat ini mengusung layar Liquid Retina 13 inci, chip A18 Pro, RAM 8GB, dan SSD 256GB. Bobotnya hanya 1,23 kg, cocok untuk mobilitas. Baterainya diklaim tahan hingga 16 jam. Meski demikian, ada keterbatasan seperti port yang hanya dua USB-C dan tidak adanya HDMI. Sebagai alternatif, HP OmniBook 3 16 menawarkan layar lebih besar, RAM 16GB, dan SSD 512GB yang bisa diupgrade, dengan harga sekitar 700 euro. Namun, MacBook Neo unggul dalam hal kualitas build dan layar.
Apple juga dikabarkan akan menggelar acara tertutup pada 27-28 Oktober 2026 di Los Angeles. Acara ini disebut-sebut akan memperkenalkan MacBook Pro OLED dengan layar sentuh, iPad mini 8 dengan chip A20 Pro, dan iMac 24 inci dengan chip M6. MacBook Pro baru ini kabarnya akan dilengkapi chip M5 Pro dan M5 Max, serta modem seluler buatan Apple sendiri (C1X atau C2) yang memungkinkan koneksi internet tanpa Wi-Fi. Ini menjadi terobosan besar karena Mac selama ini bergantung pada hotspot eksternal.
Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan fitur display pada MacBook terbaru, disarankan untuk mengatur sistem dengan benar. Panduan gratis seperti Mac Starter Package dapat membantu pengaturan awal. Dengan semakin beragamnya pilihan, dari MacBook Air M4/M5 hingga MacBook Neo yang ekonomis, Apple terus memperluas ekosistemnya untuk memenuhi kebutuhan pengguna dari berbagai segmen.
Secara keseluruhan, inovasi pada dukungan monitor eksternal di MacBook Air M4 dan M5 menunjukkan komitmen Apple untuk mendengarkan umpan balik pengguna. Sementara itu, kehadiran MacBook Neo dan rumor MacBook Pro OLED menandakan bahwa Apple tidak berhenti berinovasi. Bagi konsumen, pilihan semakin banyak, baik untuk kebutuhan profesional maupun sehari-hari. Dengan harga yang kompetitif dan fitur yang terus berkembang, MacBook tetap menjadi salah satu lini laptop paling diminati di pasar global.
