Lee Zii Jia Lawan Keluarga Sendiri: Injunksi dan EGM LZJ Management Jadi Sorotan
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, tengah menjadi perhatian publik bukan hanya karena prestasinya di lapangan, tetapi juga karena konflik internal yang melibatkan keluarganya sendiri. Lee Zii Jia mengajukan permohonan injunksi interim ke Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur untuk membatasi kewenangan ayahnya, Lee Chee Hin, dan kakaknya, Lee Zii Yii, dalam mengambil keputusan finansial dan manajemen di perusahaan miliknya, LZJ Management Sdn Bhd. Langkah hukum ini mencuat ke publik setelah sidang perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 November mendatang.
Berdasarkan dokumen pengadilan, gugatan dengan nomor perkara WA-24NCC-400-07/2026 itu diajukan pada 2 Juli 2026. Selain ayah dan kakaknya, Lee Zii Jia juga menamakan adiknya, Lee Tao, serta LZJ Management sebagai responden. Dalam permohonannya, ia meminta agar ayah dan kakaknya yang menjabat sebagai direktur perusahaan tidak diizinkan menyetujui fee direktur, tunjangan, bonus, atau manfaat finansial lainnya di luar gaji bulanan mereka tanpa persetujuan pengadilan.
Tak hanya itu, Lee Zii Jia juga meminta pembatasan terhadap sejumlah keputusan strategis perusahaan, seperti pengangkatan dan pemberhentian direktur, penunjukan sekretaris perusahaan, pelepasan aset, penerbitan saham baru, serta perubahan struktur kepemilikan saham. Semua keputusan tersebut, menurut permohonannya, harus melalui persetujuan pengadilan hingga status quo perusahaan terjaga.
Latar Belakang Sengketa Keluarga
Konflik ini bermula ketika Lee Zii Jia berupaya menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (EGM) pada 22 Desember 2025. Namun, upaya tersebut gagal karena ketiga anggota keluarganya yang menjadi responden tidak hadir meskipun telah diberikan pemberitahuan resmi. Akibatnya, kuorum tidak terpenuhi dan rapat tidak dapat dilanjutkan. Lee Zii Jia kemudian menempuh berbagai cara, termasuk meminta bantuan dari Companies Commission of Malaysia (SSM), sebelum akhirnya membawa perkara ini ke pengadilan.
Dalam affidavit pendukungnya, Lee Zii Jia mengklaim memiliki 90% saham LZJ Management, sementara kakaknya, Lee Zii Yii, memegang 9%, dan adiknya, Lee Tao, 1%. Perusahaan ini didirikan untuk mengelola karier dan berbagai kepentingan komersial Lee Zii Jia setelah ia memutuskan menjadi pemain independen dan berpisah dari Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM).
Pengacara Lee Zii Jia, Ahmad Zayd Ahmad Zuber dari Messrs Faisal & Zayd, menegaskan bahwa permohonan injunksi ini murni bertujuan untuk menggelar EGM dan menjaga status quo perusahaan. “Pada dasarnya, ini hanya permohonan agar kami dapat menggelar EGM. Tidak ada tuduhan yang diajukan antara para pihak. Ini bukan perkara yang terlalu serius. Hanya untuk mempertahankan keadaan agar tidak ada perubahan sampai rapat digelar,” ujarnya kepada media.
Prestasi di Lapangan Tetap Menanjak
Di tengah badai konflik keluarga, performa Lee Zii Jia di lapangan justru menunjukkan tren positif. Pada turnamen Arctic Open pekan lalu di Vantaa, Finlandia, ia berhasil menembus semifinal sebelum dihentikan sahabatnya, Anders Antonsen, yang akhirnya keluar sebagai juara. Pencapaian ini merupakan salah satu hasil terbaik Lee Zii Jia sepanjang tahun 2026, setelah sebelumnya juga mencapai semifinal Canada Open pada Juli lalu.
Pelatihnya, Liew Daren, mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkan Lee Zii Jia. “Tentu saja, kali ini jauh lebih baik dibandingkan dua turnamen sebelumnya. Ada banyak peningkatan,” kata Daren. Ia enggan mengungkap detail persiapan di balik layar, tetapi menegaskan bahwa kerja keras tim mulai membuahkan hasil. Hal ini tercermin dari peringkat dunia Lee Zii Jia yang naik 14 peringkat ke posisi 42 dunia versi Badminton World Federation (BWF).
Selanjutnya, Lee Zii Jia akan mengalihkan fokusnya ke turnamen Hylo Open di Jerman yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November. Turnamen ini menjadi kesempatan baginya untuk terus mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat dunianya.
Dampak Hukum dan Citra Publik
Kasus hukum antara Lee Zii Jia dan keluarganya menyita perhatian publik Malaysia, terutama karena melibatkan sosok atlet nasional yang selama ini dikenal sebagai pribadi tertutup. Meski demikian, pengacara Lee Zii Jia menegaskan bahwa permohonan ini tidak mengandung tuduhan pidana atau perdata yang serius, melainkan hanya upaya hukum untuk memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai koridor.
Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur dijadwalkan mendengarkan permohonan injunksi ini pada 25 November 2026 di hadapan Hakim Leong Wai Hong. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Lee Chee Hin, Lee Zii Yii, maupun Lee Tao terkait permohonan tersebut.
Terlepas dari konflik yang tengah dihadapi, Lee Zii Jia tetap menunjukkan dedikasi tinggi terhadap karier bulutangkisnya. Publik berharap permasalahan internal ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa mengganggu fokusnya di lapangan. Bagaimanapun, langkah hukum yang diambil Lee Zii Jia mencerminkan tekadnya untuk menjaga profesionalisme dan transparansi dalam mengelola karier serta bisnisnya.
Sumber: The Star, Malay Mail, Bernama, Sinar Harian
