Fake Chrome App Tembus 100.000 Unduhan di Google Play Store, Ini Cara Kenali Aplikasi Palsu

Foto: Istimewa

Fake Chrome App Tembus 100.000 Unduhan di Google Play Store, Ini Cara Kenali Aplikasi Palsu

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Kasus aplikasi palsu yang menyamar sebagai Google Chrome di google play store kembali mencuat. Sebuah aplikasi berhasil mengumpulkan lebih dari 100.000 unduhan sebelum akhirnya dihapus oleh Google. Aplikasi tersebut awalnya terdaftar sebagai game bernama “Ball Bounce” oleh pengembang Hizbartech, namun kemudian mengubah nama dan ikonnya menyerupai Google Chrome. Aplikasi ini bahkan muncul sebagai saran bersponsor di atas listing resmi Google Chrome, sehingga banyak pengguna yang terkecoh.

Menurut laporan The Verge, seorang pengguna Reddit pertama kali menyadari keanehan tersebut dan membagikan tangkapan layar yang menunjukkan aplikasi palsu berada di atas aplikasi asli. Setelah diinstal, aplikasi ini tidak berfungsi sebagai browser, melainkan menampilkan antarmuka AI avatar dan chat dengan respons yang kacau. Meskipun tidak ada bukti pencurian data, insiden ini menjadi pengingat serius bahwa keberadaan aplikasi di google play store tidak menjamin keasliannya.

Modus Aplikasi Palsu di Google Play Store

Kasus serupa juga terungkap di Prancis. Perusahaan keamanan siber McAfee menemukan lebih dari 1.900 aplikasi palsu yang meniru merek terkenal seperti Netflix, Roblox, dan Siri. Sekitar 450 di antaranya terdeteksi di Prancis, dengan total lebih dari 4.200 deteksi. Secara global, lebih dari 500.000 perangkat di 190 negara telah terpapar klon berbahaya ini. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak meminta izin sensitif dan tidak mengeksploitasi celah keamanan, sehingga sulit dideteksi oleh sistem otomatis.

Modus operandinya cukup sederhana: aplikasi hanya berupa cangkang kosong yang terhubung ke server penjahat siber. Saat dibuka, server memberikan alamat web yang ditampilkan dalam jendela tanpa address bar. Halaman tersebut menampilkan iklan penuh layar dan formulir berlangganan palsu yang meminta detail kartu kredit. Dalam pengujian McAfee, uji coba “gratis” tersebut dikenai biaya hingga 49,99 dolar AS per bulan. Aplikasi palsu seperti PayPal juga ditemukan dan telah diunduh lebih dari 10.000 kali, berpotensi digunakan untuk phishing.

Cara Memverifikasi Aplikasi Sebelum Mengunduh

Untuk menghindari jebakan aplikasi palsu di google play store, pengguna perlu melakukan beberapa langkah verifikasi sederhana:

  • Periksa nama pengembang: Aplikasi resmi Google Chrome dikembangkan oleh Google LLC. Jika nama pengembang berbeda, waspadai.
  • Baca ulasan dan rating: Ulasan pengguna lain sering mengungkap masalah atau kejanggalan.
  • Cek deskripsi dan fungsionalitas: Jika deskripsi tidak sesuai dengan fungsi yang dijanjikan, jangan diunduh.
  • Hindari aplikasi “panduan” atau “tutorial”: Aplikasi semacam ini sering kali palsu dan hanya menampilkan iklan.
  • Instal aplikasi perbankan dari situs resmi bank: Jangan mengandalkan pencarian di toko aplikasi.
  • Waspadai aplikasi yang tidak tersedia secara resmi di Android: Seperti Siri, iMessage, atau FaceTime yang eksklusif untuk Apple.

Langkah Google dan Pelajaran yang Dipetik

Google menyatakan telah menghapus semua aplikasi yang dilaporkan oleh McAfee. Namun, McAfee memperkirakan operator masih mempublikasikan 20 hingga 25 aplikasi baru setiap hari. Hal ini menunjukkan bahwa moderasi di google play store masih menghadapi tantangan besar. Sementara itu, di industri otomotif, XPeng mengumumkan akan menghadirkan Google Play native di kokpit AI mereka mulai awal 2027. Integrasi ini akan memberikan akses ke ratusan aplikasi yang dioptimalkan untuk mobil dari lebih dari 100 negara. Langkah ini menunjukkan bahwa ekosistem Google Play terus berkembang, namun juga memperluas permukaan serangan bagi pelaku kejahatan siber.

Kejadian ini menegaskan bahwa pengguna harus lebih waspada dan tidak mudah percaya pada aplikasi yang tampak meyakinkan. Selalu verifikasi sebelum mengunduh, dan laporkan aplikasi mencurigakan kepada Google. Dengan demikian, kita dapat menjaga keamanan perangkat dan data pribadi dari ancaman aplikasi palsu yang terus berkembang.