Misteri Veda Ega Pratama Tak Ada di Daftar Moto3 2027, Ternyata Ini Penyebabnya

Foto: Istimewa

Misteri Veda Ega Pratama Tak Ada di Daftar Moto3 2027, Ternyata Ini Penyebabnya

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Daftar sementara susunan pembalap dan tim untuk ajang Moto3 2027 resmi dirilis oleh pihak MotoGP. Namun, pengumuman tersebut memicu tanda tanya besar bagi para pencinta balap Tanah Air karena tidak tercantumnya nama talenta muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Situasi ini terbilang mengejutkan mengingat performa impresif yang ditunjukkan Veda Ega pada musim debutnya di Moto3 2026. Hingga seri Moto3 Mandalika 2026, ia berhasil mengumpulkan 115 poin dan bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara pembalap Moto3 2026. Raihan apik tersebut mengukuhkan posisi Veda Ega sebagai pembalap asal Asia dengan peringkat terbaik di grid musim ini.

Kendati demikian, namanya belum juga muncul dalam daftar pembalap untuk musim mendatang. Penyebab utama belum masuknya nama Veda Ega adalah karena tim tempatnya bernaung saat ini, Honda Team Asia, belum merilis komposisi skuad mereka. Selain itu, tim tersebut juga tengah mengalami perombakan identitas dan akan berganti nama menjadi Honda HRC Asia untuk musim 2027. Absennya pengumuman resmi dari Honda HRC Asia membuat status serta kepastian masa depan Veda Ega di kelas Moto3 untuk musim 2027 masih menggantung dan menanti keputusan internal tim.

Di saat Honda HRC Asia belum menentukan sikap, sebagian besar tim rival sudah bergerak cepat dan mematenkan komposisi pembalap mereka. Sejumlah pergerakan besar di bursa transfer pun resmi terjadi untuk menyambut musim 2027. Dua sosok paling menonjol musim ini, yakni sang juara dunia Moto3 2026 Maximo Quiles (Aspar) dan David Almansa (Intact GP), dipastikan bakal naik kelas ke Moto2. Langkah promosi ini juga dirumorkan bakal diikuti oleh Alvaro Carpe.

Di sisi lain, perjalanan pembalap Indonesia lainnya, Mario Suryo Aji, juga menarik untuk disimak. Mario memulai debut kejuaraan dunia pada musim 2021 melalui jalur wildcard di GP Emilia-Romagna. Meski menutup musim tanpa poin di peringkat ke-36, laga ini menjadi gerbang adaptasi penting di level dunia. Ledakan performa terjadi pada debut musim penuhnya di 2022. Mario mengemas total lima poin setelah finis di posisi ke-14 pada GP Indonesia dan ke-13 di GP Italia. Momen paling ikonis lahir di Sirkuit Mandalika, saat pembalap bernomor motor #64 ini sukses mengamankan posisi start ketiga (front row). Capaian ini menobatkan dirinya sebagai pembalap Indonesia pertama yang memulai balapan Grand Prix dari barisan terdepan.

Pada musim 2023, Mario membukukan empat poin. Seluruh poin tersebut diraih sekaligus lewat aksi impresif saat finis di posisi ke-12 (P12) pada GP Amerika di sirkuit COTA yang dikenal sangat menguras fisik. Tantangan lebih berat dihadapi Mario saat naik kelas ke Moto2 pada 2024. Mengendarai sasis Kalex bermesin Triumph 765cc yang lebih bertenaga, ia meraup empat poin sepanjang musim adaptasi ini dengan konsisten finis ke-15 di empat seri berbeda (Catalunya, Italia, Aragon, dan Australia). Grafik performa melonjak drastis pada musim 2025 dengan raihan delapan poin dari 12 balapan. Lonjakan ini didorong oleh keberhasilannya finis di posisi kesembilan (P9) pada GP Amerika di COTA.

Sementara itu, di ajang FIM JuniorGP World Championship (sebelumnya dikenal sebagai Moto3 Junior World Championship) musim 2026, pebalap muda berbakat binaan Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, memikul misi besar: mengincar podium sekaligus berjuang masuk ke jajaran tiga besar klasemen akhir musim perdananya. Kepercayaan diri pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini tak lepas dari performa impresif pada putaran sebelumnya di MotorLand Aragón tiga pekan lalu. Memulai race dari grid kelima, pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini langsung merangsek dan bertarung sengit di barisan terdepan. Race 1: Ramadhipa tampil sangat agresif hingga lap terakhir, memperebutkan kemenangan dramatis sebelum akhirnya finis di posisi ke-2—hanya terpaut 0,037 detik dari Carlos Cano. Ini menjadi podium ketiganya sepanjang musim 2026. Race 2: Konsistensi kembali ditunjukkan dengan terus bertahan di rombongan depan, meski harus puas finis di posisi ke-4 setelah persaingan ketat di trek lurus menjelang garis finis. Tambahan 33 poin dari seri Aragón tersebut sukses mengukuhkan posisi Ramadhipa di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan total 113 poin.

Peluang Ramadhipa untuk menembus posisi tiga besar klasemen akhir masih terbuka lebar. Target Top 3 ini menjadi sangat krusial sebagai batu loncatan penting menuju jenjang Moto3 World Championship 2027. Namun, di saat yang sama, ia juga harus mewaspadai ancaman Travis Borg di posisi ke-5 yang hanya berselisih 2 poin saja. Apalagi, Ramadhipa kini bisa mencurahkan 100% fokusnya di FIM JuniorGP setelah menyelesaikan seluruh agenda di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 beberapa waktu lalu dengan mengamankan posisi ke-9 klasemen akhir. Sirkuit Misano jelas bukan arena asing bagi Ramadhipa. Pengalaman berlaga di sirkuit sepanjang 4,2 km ini sudah ia kumpulkan dari ajang European Talent Cup (ETC) maupun Red Bull MotoGP Rookies Cup dalam dua musim terakhir: ETC (Musim lalu): Finis di posisi ke-5 & ke-6, serta sempat mencatatkan waktu tercepat di FP2 dengan 1:45,004.

Rider asal Wedomartani, Sleman, itu berupaya memaksimalkan tiap seri untuk meraih hasil terbaik. Ia mengaku optimistis bisa menutup musim ini dengan performa positif, asalkan fokus kepada performa dan percaya diri dalam menghadapi persaingan. “Saya siap untuk bertarung di last round ini dan ingin mengakhiri musim dengan hasil yang positif dan membanggakan. Peluang memang masih terbuka. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa meraih podium. Mohon dukungannya,” ujar Kiandra. Pebalap berusia 16 tahun itu tampil apik pada balapan sebelumnya. Ia finis sebagai runner up pada race 1, dan posisi empat saat race 2 pada balapan di MotorLand Aragon, Spanyol. Kiandra Ramadhipa pun mengoleksi 113 poin, dan menempati posisi keempat klasemen sementara Moto3 Junior. Ia berselisih 23 angka dari pebalap CFMoto Aspar Junior Team, Yaroslav Karpushin, yang berada di peringkat ketiga (136). Karena itu, tiap seri selanjutnya bakal menjadi momen krusial bagi Kiandra untuk meraih poin, dan memperkecil jarak supaya bisa menembus tiga besar. Diketahui, seri di Misano akan dimulai dengan sesi kualifikasi. Sesi kualifikasi akan digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebelum dua balapan yang masing-masing berlangsung selama 16 lap digelar pada Minggu, 18 Oktober 2026. Race 1 dijadwalkan mulai pukul 11.00 waktu setempat, sedangkan Race 2 dimulai pukul 14.00 waktu setempat.

Sebagai informasi, Moto3 diperkenalkan pada 2012 sebagai pengganti kelas 125 cc dan menandai berakhirnya era mesin dua tak di Grand Prix. Berbeda dengan Moto2, kelas ini tidak memiliki pemasok mesin tunggal. Mesinnya berjenis empat tak satu silinder berkapasitas maksimal 250 cc dengan bore 81 mm, putaran dibatasi 14.000 rpm, dan harga klaim maksimal 12.000 euro demi menekan biaya. Kecepatan maksimumnya tercatat 245 km per jam.

Kesimpulan: Belum masuknya nama Veda Ega Pratama dalam daftar sementara Moto3 2027 bukan berarti akhir dari kariernya. Keputusan akhir ada di tangan Honda HRC Asia yang hingga kini belum mengumumkan komposisi pembalap. Sementara itu, talenta muda Indonesia lainnya seperti Mario Suryo Aji dan M. Kiandra Ramadhipa terus menunjukkan perkembangan positif di kancah internasional. Kita tunggu saja kabar selanjutnya, karena dunia balap selalu penuh kejutan.