Houthi Serang Bandara Saudi, Kemlu Minta WNI Waspada

Foto: Istimewa

Houthi Serang Bandara Saudi, Kemlu Minta WNI Waspada

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap bandara sipil di Arab Saudi sepanjang Oktober 2026 telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami luka ringan. Peristiwa ini memicu respons cepat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang meminta seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan. Serangan Houthi serang bandara Saudi Kemlu minta WNI waspada menjadi sorotan utama setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran pada 11 Oktober 2026.

Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl mengatakan pemerintah Indonesia terus memantau keamanan WNI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh setelah serangan terhadap bandara di Riyadh. “Kami mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk selalu waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat,” ujar Vahd Nabyl dalam keterangan resminya. Imbauan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah mengingat eskalasi serangan Houthi serang bandara Saudi Kemlu minta WNI waspada yang terus meningkat.

Serangan Houthi terhadap bandara sipil di Arab Saudi bukanlah hal baru, namun intensitasnya dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan bahwa lebih dari 20 serangan telah menghantam berbagai bandara sejak awal Oktober. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di kawasan Teluk, menjadi target utama. Serangan pada 7-11 Oktober menyebabkan 17 orang tewas dan 333 lainnya luka-luka, menjadikannya sebagai salah satu serangan paling deadly dalam beberapa tahun terakhir.

Dampak dari serangan ini tidak hanya dirasakan oleh warga Arab Saudi, tetapi juga oleh warga asing yang berada di negara tersebut, termasuk WNI. Dua WNI yang mengalami luka ringan menjadi bukti bahwa konflik di kawasan tersebut dapat mengancam keselamatan warga Indonesia. Kemlu melalui KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan perlindungan bagi WNI. Langkah-langkah seperti pendataan WNI, penyediaan jalur komunikasi darurat, dan imbauan untuk menghindari area berisiko telah dilakukan.

Pemerintah Indonesia juga mengimbau WNI yang berada di Arab Saudi untuk selalu memantau perkembangan situasi melalui saluran resmi KBRI dan Kemlu. Selain itu, WNI diharapkan dapat melaporkan keberadaan mereka kepada KBRI agar memudahkan proses evakuasi jika diperlukan. Kewaspadaan menjadi kunci utama mengingat situasi keamanan yang tidak menentu. Serangan Houthi serang bandara Saudi Kemlu minta WNI waspada menjadi pengingat bagi seluruh WNI untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Dalam konteks geopolitik, serangan Houthi terhadap bandara sipil di Arab Saudi merupakan bagian dari konflik berkepanjangan di Yaman yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kelompok Houthi yang didukung Iran sering melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi sebagai bentuk balasan atas intervensi koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Serangan terhadap bandara sipil menuai kecaman internasional karena melanggar hukum humaniter internasional yang melindungi objek sipil. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda deeskalasi dari pihak Houthi.

Bagi WNI yang tinggal di Arab Saudi, baik sebagai pekerja migran, pelajar, maupun profesional, situasi ini menuntut kehati-hatian ekstra. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: menghindari perjalanan ke area yang berisiko tinggi, selalu memperbarui informasi dari KBRI, menyiapkan dokumen penting dan barang darurat, serta menjalin komunikasi dengan sesama WNI. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh juga telah menyiapkan posko darurat untuk membantu WNI yang terdampak.

Serangan Houthi serang bandara Saudi Kemlu minta WNI waspada juga menjadi perhatian bagi keluarga WNI di tanah air. Mereka diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Kemlu memastikan akan terus memberikan informasi terkini melalui kanal resmi. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Arab Saudi masih dalam pemantauan intensif, dan pemerintah Indonesia belum berencana melakukan evakuasi besar-besaran kecuali jika kondisi memburuk.

Kesimpulannya, serangan Houthi terhadap bandara sipil di Arab Saudi pada Oktober 2026 telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk dua WNI. Kemlu melalui KBRI Riyadh bergerak cepat dengan mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan dan siap mengambil langkah perlindungan jika diperlukan. WNI di Arab Saudi diharapkan selalu waspada, mengikuti arahan resmi, dan menjauhi area berisiko. Serangan Houthi serang bandara Saudi Kemlu minta WNI waspada menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di tengah situasi yang tidak stabil.