Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Bencana banjir bandang padang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada 9-10 Oktober 2026 lalu masih menyisakan duka mendalam. Luapan Sungai Batang Air Dingin tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital, termasuk sistem penyediaan air minum (SPAM) dan jaringan transmisi air bersih. Akibatnya, sekitar 6.000 sambungan rumah pelanggan PDAM mengalami gangguan distribusi air bersih. Kerusakan terparah terjadi pada SPAM Guo Kuranji yang memiliki kapasitas produksi 80 liter per detik dan melayani sekitar 10.000 sambungan rumah. Bangunan intake jebol dan beberapa pipa transmisi terputus. Dua SPAM lainnya, yakni SPAM Palukahan dan SPAM Gunung Pangilun, juga terdampak. Intake SPAM Palukahan tertutup material banjir, sementara pekerjaan prasedimen di SPAM Gunung Pangilun terendam air.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar. “Saya telah instruksikan rekan-rekan PU melalui balai terus mendukung pembersihan kawasan terdampak dan memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat dipenuhi,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (PS), Kementerian PU telah melakukan survei di 32 titik untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan fasilitas umum dan menentukan prioritas penanganan darurat. Hasil pendataan menunjukkan empat masjid, enam musala, dan satu puskesmas pembantu (pustu) terdampak banjir bandang padang. Sementara itu, tidak ditemukan dampak pada lima puskesmas maupun rumah sakit yang disurvei. Penanganan difokuskan pada pembersihan fasilitas ibadah dan layanan kesehatan agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Sejumlah fasilitas yang telah selesai dibersihkan meliputi Masjid Babbusalam, Masjid Taqwa Guo, Masjid Nurul Anhar, Musala Al-Hikmah, Musala Ar-Ridwan, dan Musala Jabal Nur, serta Pustu Gurun Laweh. Pembersihan juga dilakukan di kawasan permukiman seperti Kampung Tanjung, Kampung Guo, hingga Perumahan Lumin Park. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema padat karya dengan melibatkan karang taruna setempat.
Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara menyampaikan bahwa penanganan sarana dan prasarana peribadatan, kesehatan, dan permukiman terus diupayakan. “Alhamdulillah dengan penanganan yang kita lakukan sama-sama ini, beberapa sarana dan prasarana sudah mulai digunakan meskipun secara bertahap,” ujar Kuswara di Kota Padang, Kamis (15/10/2026).
Selain pemulihan fasilitas umum, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memperkuat pelayanan air bersih bagi warga terdampak kerusakan intake SPAM Guo. Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak lima unit mobil tangki air (MTA) telah dikerahkan. Setiap mobil tangki berkapasitas empat meter kubik per hari. Distribusi air bersih menjangkau Perumnas Belimbing dengan cakupan 220 sambungan rumah (SR), Perum Karya REI 35 SR, kawasan permukiman Kuranji dan sekitarnya 350 SR, serta Perumahan Griya Sawah 125 SR. Pelayanan juga dilakukan di Kantor Lantamal dan Panti Grahita Bukalam.
Volume air bersih yang disalurkan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat. Pada 11 Oktober 2026, distribusi tercatat 20.000 liter, kemudian meningkat menjadi 35.000 liter pada 12 Oktober, 50.000 liter pada 13 Oktober, dan 65.000 liter pada 14 Oktober 2026. Dengan demikian, total pasokan air bersih selama empat hari mencapai 170.000 liter. Kepala BPBPK Cipta Karya Kementerian PU, Maria Doeni Isa, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sambil menunggu percepatan pembangunan kembali intake yang terdampak dan pemasangan jaringan transmisi.
Penanganan SPAM Guo Kuranji menjadi tantangan tersendiri karena infrastruktur ini sebelumnya juga terdampak bencana pada November 2025 dan masih dalam proses konstruksi perbaikan. Banjir yang kembali terjadi pada 9 Oktober 2026 menyebabkan kerusakan lanjutan. Pekerjaan perbaikan intake SPAM Guo Kuranji dilaksanakan oleh PT Hutama Karya, meliputi perbaikan bangunan intake, mercu bendung, serta sayap intake dan mercu. BPBPK Sumatera Barat memprioritaskan penanganan sementara guna mempercepat pemulihan layanan air minum sebelum pekerjaan konstruksi permanen dilanjutkan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan layanan air bersih dan fasilitas umum dapat segera pulih. Kolaborasi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan pasca banjir bandang padang. Meskipun demikian, tantangan masih ada mengingat kondisi infrastruktur yang kompleks. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan hingga masyarakat dapat kembali hidup normal.

