Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar, Antrean SPBU Mulai Landai

Foto: Istimewa

Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar, Antrean SPBU Mulai Landai

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Langkah strategis kembali diambil Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi antrean bahan bakar minyak (BBM) di Bali, khususnya Kota Denpasar. Melalui inisiatif Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar, perusahaan mulai mengoperasikan Pertamina Delivery Service (PDS) secara intensif sejak Jumat, 16 Oktober 2026. Program ini dirancang untuk mempercepat distribusi Pertalite kepada masyarakat yang selama ini kerap mengeluh akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pertamina menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite per hari melalui PDS ke sejumlah SPBU di Kota Denpasar. Kapasitas layanan ini sengaja ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak pengendara dan membantu mengurai antrean yang selama ini menjadi momok bagi warga. Sebelumnya, antrean kendaraan di beberapa SPBU di Denpasar dan sekitarnya sempat mengular hingga ratusan meter, terutama pada jam-jam sibuk. Kini, berkat layanan PDS, kondisi tersebut berangsur-angsur mulai terurai.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa titik-titik penyaluran PDS disesuaikan dengan tingkat kepadatan antrean dan kebutuhan masyarakat. “Kami memastikan distribusi Pertalite literan ini tepat sasaran, terutama di wilayah yang antreannya tinggi. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa PDS merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar juga menjadi jawaban atas keluhan para pengendara, terutama pengemudi ojek online dan angkutan umum yang sangat bergantung pada Pertalite. Seorang pengemudi ojek online, Wayan Sudiarta, mengaku merasakan manfaat langsung dari program ini. “Dulu saya bisa antre satu jam lebih. Sekarang, dengan adanya layanan tambahan ini, saya hanya butuh 15 menit untuk mengisi bensin. Sangat membantu,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU yang menerima pasokan PDS. Hal ini dilakukan agar proses bongkar muat dan pengisian tidak menimbulkan kemacetan baru. Pengawasan ketat juga diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan, seperti penimbunan atau pembelian dalam jumlah besar oleh pihak yang tidak berhak.

Dalam sepekan pertama implementasi, Pertamina mencatat penurunan rata-rata waktu tunggu di SPBU yang menjadi prioritas. Data internal menunjukkan antrean berkurang hingga 40 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Meski demikian, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM bersubsidi dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Ke depan, Pertamina berencana memperluas cakupan layanan PDS ke wilayah lain di Bali, seperti Badung, Gianyar, dan Tabanan, jika tingkat keberhasilan di Denpasar terus terjaga. Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan ketersediaan BBM bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan distribusi BBM. Dengan sinergi antara Pertamina, pemerintah, dan masyarakat, kelangkaan serta antrean panjang diharapkan tidak lagi terjadi.

Sebagai penutup, keberhasilan program ini patut diapresiasi. Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar membuktikan bahwa inovasi dalam layanan publik dapat memberikan dampak nyata. Masyarakat pun berharap agar kualitas layanan terus ditingkatkan dan pasokan Pertalite tetap lancar, sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Dengan demikian, upaya Pertamina Perkuat Layanan Pertalite Literan di Denpasar menjadi tonggak penting dalam menjaga stabilitas energi di kawasan Bali.