Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) terus mendorong mahasiswa untuk lebih kritis saat mulai berinvestasi. Dalam sebuah diskusi bertajuk Digital Literacy to Financial Resilience: Membangun Generasi Kritis di Tengah Ekonomi Investasi Digital yang digelar di Kampus A Uhamka, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026, terungkap bahwa minat investasi di kalangan mahasiswa Uhamka tergolong tinggi. Namun, kepemilikan instrumen investasi masih terbatas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Smartin Advisor Sistem bersama Uhamka.
Survei yang dipaparkan dalam acara tersebut menunjukkan bahwa 45 persen responden mengaku belum memiliki instrumen investasi. Sementara itu, 40 persen responden berencana mulai berinvestasi, dan hanya 15 persen yang menyatakan sudah memiliki investasi. Data ini menjadi cerminan bahwa literasi keuangan dan investasi di lingkungan kampus masih perlu ditingkatkan. Uhamka Dorong Mahasiswa Lebih Kritis Saat Mulai Investasi menjadi tema sentral dalam pembahasan tersebut.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah praktisi dan akademisi yang membahas strategi investasi bagi pemula. Mereka menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menganalisis informasi keuangan secara mandiri, tidak mudah terpengaruh oleh tren di media sosial, dan selalu memeriksa izin usaha platform investasi. Uhamka Dorong Mahasiswa Lebih Kritis Saat Mulai Investasi juga sejalan dengan program literasi digital yang digalakkan kampus.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa mengaku tertarik pada instrumen seperti saham, reksa dana, dan kripto. Namun, mereka masih ragu karena minimnya pengalaman. Narasumber pun memberikan tips praktis, mulai dari menentukan tujuan keuangan, menyisihkan dana darurat, hingga memulai dengan instrumen berisiko rendah. Uhamka Dorong Mahasiswa Lebih Kritis Saat Mulai Investasi menjadi pengingat bahwa investasi bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan perlu perencanaan matang.
Berikut adalah ringkasan data survei yang dipaparkan dalam diskusi:
| Status Investasi | Persentase |
|---|---|
| Belum memiliki instrumen investasi | 45% |
| Berencana mulai berinvestasi | 40% |
| Sudah memiliki investasi | 15% |
Selain itu, diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi bagi mahasiswa yang ingin memulai investasi:
- Pelajari dasar-dasar keuangan dan investasi melalui sumber terpercaya.
- Gunakan platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Mulai dari instrumen sederhana seperti reksa dana pasar uang.
- Hindari investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat.
- Konsultasikan dengan perencana keuangan independen jika perlu.
Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa Uhamka dapat menjadi generasi yang cerdas dan kritis dalam berinvestasi. Uhamka Dorong Mahasiswa Lebih Kritis Saat Mulai Investasi bukan hanya slogan, tetapi komitmen nyata untuk mencetak investor muda yang bertanggung jawab. Kampus juga berencana mengadakan pelatihan lanjutan dan membentuk komunitas investasi mahasiswa.
Sebagai kesimpulan, tingginya minat investasi di kalangan mahasiswa Uhamka harus diimbangi dengan literasi yang memadai. Data survei menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa belum memiliki instrumen investasi, sehingga edukasi menjadi kunci. Melalui diskusi dan program literasi, Uhamka Dorong Mahasiswa Lebih Kritis Saat Mulai Investasi agar mahasiswa tidak hanya ikut tren, tetapi mampu mengambil keputusan finansial yang bijak. Dengan demikian, mereka dapat meraih kesejahteraan finansial di masa depan tanpa terjebak dalam risiko yang tidak perlu.

