Helfi Assegaf Pamit dari Polda Lampung, Titip Pesan Penting soal Konflik Lahan hingga Jagung

Foto: Istimewa

Helfi Assegaf Pamit dari Polda Lampung, Titip Pesan Penting soal Konflik Lahan hingga Jagung

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Kepemimpinan Irjen Pol. Helfi Assegaf di Polda Lampung resmi berakhir setelah ia menyerahkan Pataka Polda Lampung kepada Brigjen Pol. Yustan Alpiani dalam upacara serah terima di halaman Mapolda Lampung, Kamis, 15 Oktober 2026. Momen pergantian pimpinan ini menjadi titik penting bagi Helfi Assegaf untuk menitipkan sejumlah pesan kepada jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat agar stabilitas keamanan di Provinsi Lampung tetap terjaga.

Dalam sambutannya, Helfi Assegaf menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel atas kerja keras, ketulusan, dan pengabdian selama dirinya memimpin Polda Lampung sejak 24 September 2025. Ia juga secara terbuka mengakui bahwa selama menjalankan tugas terdapat kekurangan, kekhilafan, maupun keputusan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh personel.

“Terima kasih atas kerja sama dan dukungannya. Saya titipkan Polda Lampung dan seluruh jajarannya untuk terus menjaga kamtibmas demi kenyamanan masyarakat,” ujar Helfi Assegaf.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Helfi Assegaf meminta seluruh personel tetap menjaga kekompakan, saling menguatkan, dan memberikan dukungan penuh kepada Kapolda Lampung yang baru.

Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan yang dimiliki setiap anggota Polri bukan sekadar bagian dari jabatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. “Jangan pernah lelah berbuat baik, jangan pernah berhenti memperbaiki diri,” pesannya.

Selain soal internal kepolisian, Helfi Assegaf menitipkan pesan agar kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus dilanjutkan. Menurutnya, stabilitas keamanan selama masa tugasnya tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak tersebut.

Secara khusus, ia berharap Forkopimda dan jajarannya terus berkolaborasi menyelesaikan persoalan konflik lahan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Lampung. Helfi Assegaf menyebut penyelesaian perkara pertanahan yang sebelumnya dibahas dalam rapat dengar pendapat telah mencapai sekitar 50 persen, meningkat dari sekitar 45 persen saat rapat tersebut berlangsung.

“Saya berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian sisa perkara secara bertahap,” katanya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut mengapresiasi kinerja Helfi Assegaf selama memimpin Polda Lampung. Menurut Gubernur Mirza, koordinasi yang terbangun selama sekitar satu tahun terakhir turut menjaga situasi keamanan tetap kondusif serta mendukung penanganan sejumlah persoalan hukum yang sebelumnya sulit diselesaikan.

Gubernur bahkan mencontohkan keberhasilan di sektor pangan selama kepemimpinan Helfi Assegaf. Melalui keterlibatan jajaran kepolisian dalam mendorong penanaman dan pembinaan petani, luas lahan jagung di Lampung bertambah hampir 70.000 hektare. Alhasil, posisi Lampung meningkat dari peringkat kelima menjadi peringkat ketiga produsen jagung nasional.

“Ini yang luar biasa. Pengalaman beliau bisa dipakai di Provinsi Lampung dan memang benar-benar sangat dibutuhkan Lampung saat ini,” ujar Gubernur Mirza.

Pergantian pimpinan Polda Lampung merupakan bagian dari rotasi jabatan strategis Polri. Helfi Assegaf dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur, seiring informasi promosi ke jabatan bintang tiga di lingkungan kementerian. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Sebelum memimpin Polda Lampung, Helfi Assegaf pernah mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Tugas Pangan Polri dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Pengalaman itu menjadi bagian dari rekam jejaknya di bidang penegakan hukum, khususnya penanganan tindak pidana ekonomi dan persoalan tata niaga pangan.

Sementara itu, Kapolda Lampung yang baru, Brigjen Pol. Yustan Alpiani, menyatakan kesiapannya mengemban amanah dan berkomitmen mewujudkan tindakan nyata semangat “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia berencana menyediakan nomor telepon khusus yang dikelola staf untuk menampung keluhan warga sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepolisian dengan kebutuhan masyarakat.

Yustan juga menyatakan akan menindaklanjuti berbagai tantangan keamanan, termasuk tindak pidana konvensional, kejahatan ekonomi, peredaran gelap narkoba, dan konflik sosial agraria. Ia meminta dukungan Forkopimda serta masyarakat agar semangat tersebut terwujud melalui tindakan nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Gubernur Mirza berharap pergantian kepemimpinan di Polda Lampung menjadi momentum memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Ada empat hal yang ia tekankan, yakni menjaga kamtibmas, mengawal program prioritas daerah, mendukung program pemerintah pusat, serta memperkuat pelayanan publik yang cepat dan akuntabel.

Dengan situasi kondusif, penegakan hukum yang konsisten, dan pelayanan publik yang semakin baik, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat melalui aktivitas ekonomi yang lebih lancar, perlindungan hukum yang lebih kuat, serta peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, berakhirnya masa tugas Helfi Assegaf meninggalkan warisan penting berupa penguatan sinergi lintas lembaga, perhatian pada sektor pangan, serta komitmen menyelesaikan konflik lahan. Estafet kepemimpinan kini berada di tangan Yustan Alpiani, yang dituntut melanjutkan hal-hal baik sekaligus menjawab pekerjaan rumah yang masih tersisa, mulai dari persoalan tambang emas di Way Kanan, konflik agraria di Lampung Tengah, hingga proses hukum yang diduga melibatkan anggota DPRD Bandar Lampung.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber: Sundalanews.com, Lampost.co, Radarlampung.co.id