DKP Kukar Targetkan 50 Ribu Nelayan Penerima Manfaat Program Dedikasi dalam Lima Tahun

Foto: Istimewa

DKP Kukar Targetkan 50 Ribu Nelayan Penerima Manfaat Program Dedikasi dalam Lima Tahun

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan target ambisius dalam lima tahun ke depan. Melalui Program Dedikasi Keenam, DKP Kukar Targetkan 50 Ribu Nelayan jadi Penerima Manfaat dari Program Dedikasi yang mencakup pendampingan, pelatihan, hingga pemberian bantuan bagi kelompok usaha produktif di sektor pangan.

Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan bahwa target tersebut masih akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta kemampuan anggaran daerah. Menurutnya, realisasi penerima manfaat bagi nelayan diperkirakan dapat mencapai sekitar separuh dari target utama selama periode lima tahun.

“Untuk nelayan sendiri, kita mungkin bisa mengambil sampai 50 persen dari target tersebut selama lima tahun. Semoga anggarannya konsisten. Alhamdulillah, sebenarnya untuk perikanan anggaran kita cukup,” ujar Muslik di Tenggarong, Kamis (15/10/2026).

Program ini merupakan kelanjutan dari perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok usaha produktif di sektor pangan. Pada periode pemerintahan Bupati Edi Damansyah, program dedikasi difokuskan pada fasilitasi 25 ribu nelayan. Kini, pada periode Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, cakupan program diperluas dengan memasukkan petani dan peternak sebagai penerima manfaat.

Fokus Hulu hingga Hilir Sektor Perikanan

Muslik mengakui bahwa kondisi fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran dapat memengaruhi pelaksanaan sejumlah kegiatan. Rasionalisasi belanja membuat beberapa program lain di sektor perikanan harus ditunda untuk sementara waktu. Meski demikian, ia menegaskan bahwa DKP Kukar Targetkan 50 Ribu Nelayan jadi Penerima Manfaat dari Program Dedikasi tetap menjadi prioritas yang diupayakan berjalan konsisten.

“Perikanan ini kompleks karena mencakup hulu sampai hilir. Ada produksi, proses pemasaran, serta pengelolaan lingkungan dan habitat. Ini berkaitan dengan pengawasan sumber daya ikan,” jelasnya.

Dalam peningkatan produksi, DKP Kukar menjalankan program melalui dua sektor utama, yakni perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Keduanya memiliki karakteristik dan kebutuhan dukungan yang berbeda, menyesuaikan kondisi wilayah serta jenis usaha yang dijalankan masyarakat.

  • Perikanan budidaya: dukungan diberikan mulai dari pembenihan, pendederan, hingga pembesaran ikan.
  • Perikanan tangkap: berkaitan langsung dengan aktivitas nelayan yang beroperasi di kawasan pesisir laut maupun perairan umum daratan seperti sungai dan danau.

Muslik menyebutkan, luasnya wilayah perairan Kukar membuat karakteristik usaha perikanan masyarakat cukup beragam. Selain nelayan tangkap, masyarakat pesisir juga mengembangkan usaha budidaya, terutama tambak. Komoditas yang banyak dibudidayakan di kawasan pesisir di antaranya udang windu dan bandeng. Selain itu, budidaya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii juga mulai berkembang.

Dukungan Anggaran Jadi Kunci Keberhasilan

Karena itu, DKP Kukar Targetkan 50 Ribu Nelayan jadi Penerima Manfaat dari Program Dedikasi melalui skema yang bertahap dan terukur. Pemerintah daerah berharap program ini tidak hanya menyentuh aspek kuantitas penerima manfaat, tetapi juga kualitas pendampingan yang diberikan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan lainnya.

Dengan cakupan wilayah perairan yang luas serta keragaman komoditas, sektor kelautan dan perikanan Kukar dinilai memiliki potensi besar untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, potensi tersebut perlu dibarengi dengan pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan agar tidak mengorbankan kelestarian habitat perairan di masa depan.

Sebagai penutup, langkah DKP Kukar Targetkan 50 Ribu Nelayan jadi Penerima Manfaat dari Program Dedikasi menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan terus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan target ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi anggaran, koordinasi lintas sektor, serta responsivitas program terhadap kebutuhan riil nelayan, petani, dan peternak di Kutai Kartanegara.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: UpdateKaltim.com