Skandal Penipuan Emas Now Makin Panas: Komika Nopek Novian Buka Suara, Dosen Unhas Ikut Terseret?
Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Kasus penipuan emas now terus bergulir dan menyeret sejumlah nama publik. Setelah kerugian korban ditaksir mencapai Rp25 miliar, komika Nopek Novian yang menjadi Brand Ambassador Emas Now akhirnya angkat bicara. Ia membantah menikmati dana korban dan mengaku hanya menerima sekitar 5 persen dari nilai kontrak kerja samanya. Sementara itu, di Makassar, seorang dosen berinisial LS (54) ditangkap Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan karena diduga menipu warga Tarakan, Kalimantan Utara, senilai Rp550 juta dengan janji kelulusan masuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Meski berbeda modus, kedua kasus ini sama-sama menyita perhatian publik dan menambah daftar panjang persoalan penipuan emas now yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
Nopek Novian menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menegaskan keterlibatannya dengan Emas Now sebatas pekerjaan profesional sebagai Brand Ambassador untuk periode 22 Mei 2026 hingga 22 Mei 2027. “Aku dari dulu tidak ingin mencelakakan orang, kok bisa ya (dituduh melakukan) penipuan. Parah banget, Emas Now ini adalah tempe Bos,” ujarnya dalam video yang diunggah. Komika asal Madiun itu juga menyayangkan namanya ikut terseret dalam penipuan emas now yang merugikan banyak pihak. Ia berharap persoalan ini segera ditangani secara hukum agar hak para korban dapat dipulihkan.
Dalam klarifikasinya, Nopek mengaku baru menerima sekitar 5 persen dari total nilai kontrak yang disepakati. Menurutnya, pembayaran termin berikutnya tidak pernah direalisasikan meskipun sebelumnya telah ada janji dari pihak perusahaan melalui karyawannya. “SOW banyak dan sudah aku kerjakan semuanya, tapi baru dibayar 5 persen lho. Kalau disuruh kembalikan nanti tak kembalikan,” tegasnya. Ia juga menceritakan bahwa saat menjalankan tugas sebagai brand ambassador, ia tengah mendampingi sang ayah yang dirawat di rumah sakit. Meski dalam kondisi sulit, Nopek tetap berusaha profesional menyelesaikan kewajibannya.
Terpisah, kasus dugaan penipuan yang dilakukan dosen berinisial LS terungkap setelah korban HA melaporkan ke polisi. Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata, mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, LS membenarkan telah menerima uang dari korban dengan total sekitar Rp550 juta. “Berdasarkan pemeriksaan awal, LS membenarkan telah menerima sejumlah uang dari korban dengan total sekitar Rp550 juta,” kata Wawan di Kota Makassar, Selasa, 13 Oktober 2026. Kasus ini bermula saat korban meminta bantuan LS untuk memasukkan anaknya ke Fakultas Kedokteran Unhas. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran LS dan kemungkinan adanya korban lain.
Pengamat hukum Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Fauzi, menilai maraknya kasus penipuan berkedok investasi dan jasa pendidikan perlu menjadi peringatan bersama. “Masyarakat harus lebih waspada terhadap tawaran yang menjanjikan keuntungan besar atau kelulusan instan. Pastikan segala transaksi dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur,” ujarnya saat dihubungi. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perusahaan investasi seperti Emas Now yang melibatkan publik figur sebagai brand ambassador. Menurutnya, keterlibatan publik figur dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, sehingga mereka perlu berhati-hati dalam memilih brand yang bekerja sama.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Emas Now belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan penipuan emas now yang dialamatkan kepada perusahaan. Sementara itu, Nopek Novian telah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima keuntungan dari laba perusahaan maupun dana masyarakat yang masuk ke Emas Now. Ia berharap proses hukum berjalan adil dan tidak ada pihak yang dirugikan lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dalam berinvestasi dan bertransaksi sangat penting, terutama di tengah maraknya modus penipuan yang memanfaatkan nama besar perusahaan atau tokoh publik.
Dengan adanya dua kasus yang mencuat, publik diharapkan tidak mudah percaya pada tawaran yang menggiurkan tanpa verifikasi yang jelas. Aparat penegak hukum juga diminta untuk mengusut tuntas kasus penipuan emas now agar para korban mendapatkan keadilan. Sementara itu, kasus dosen LS menjadi cerminan bahwa kejahatan penipuan bisa terjadi di berbagai lini, termasuk dunia pendidikan. Kedua kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: Metrotv, Akurat.co, JawaPos.com
