AKBP Candra Sasongko Resmi Pimpin Polresta Solo, dari Pedang Pora hingga Amankan 17 Suporter Futsal
Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Kepemimpinan baru di tubuh Polresta Surakarta resmi dimulai. AKBP Candra Sasongko kini menjabat sebagai Kapolresta Solo menggantikan Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, setelah prosesi serah terima jabatan yang berlangsung khidmat di Gedung Borobudur, Mapolda Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan dan menjadi bagian dari mutasi 13 jabatan strategis di lingkungan Polda Jateng berdasarkan surat telegram nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Sehari berselang, Jumat (16/10/2026), Mapolresta Solo menggelar rangkaian Welcome and Farewell Parade. Tradisi Pedang Pora menyambut AKBP Candra Sasongko sebagai pemimpin baru, dilanjutkan dengan Payung Pora, laporan kesatuan, apel kesatuan, hingga prosesi pelepasan Pedang Pora bagi pejabat lama. Puncaknya, penyerahan kunci Markas Komando (Mako) Polresta Surakarta secara simbolis dari Kombes Pol Catur kepada AKBP Candra Sasongko, yang melambangkan estafet tanggung jawab dan keberlanjutan kepemimpinan di Kota Bengawan.
Sosok di Balik Julukan Mbah Con
Nama AKBP Candra Sasongko memang tak asing di media sosial. Publik lebih akrab menyapanya dengan julukan Mbah Con. Peraih Hoegeng Awards ini sebelumnya bertugas sebagai Kapolres Serang, Banten, dan dikenal lewat program Ngariung Iman, Ngariung Aman yang mengedepankan komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat. Sebelum mendapat penugasan di Surakarta, ia sempat bertugas di lingkungan Polda Jawa Barat. Pendekatan humanis inilah yang diharapkan mewarnai gaya kepemimpinannya di Solo.
Pamit Haru Kombes Pol Catur
Dalam sambutannya, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menyampaikan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras seluruh personel selama dirinya mengabdi di Polresta Surakarta sejak 2023, mulai dari Wakapolresta hingga Kapolresta. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Saya minta maaf kepada rekan-rekan semua. Selama di Polresta Solo ini sejak 2023, dari Wakapolresta sampai Kapolresta Solo, tentu tidak luput dari salah kata, ungkapan, dan perbuatan,” ungkapnya. Ia menegaskan, ketegasan maupun pendekatan humanis yang diterapkan merupakan bagian dari tanggung jawab kedinasan demi kebaikan personel dan institusi Polri. Catur juga berpesan agar seluruh anggota tetap solid dan mendukung Kapolresta yang baru.
Langkah Cepat: 17 Suporter Pelajar Diamankan
Ujian pertama kepemimpinan AKBP Candra Sasongko langsung terlihat. Pada Jumat (16/10/2026) malam, Tim Sparta Satuan Samapta Polresta Solo mengamankan 17 suporter pelajar dari dua sekolah setelah menerima laporan perseteruan antarkelompok suporter futsal yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Pengamanan berlangsung sekitar pukul 22.45 WIB di kawasan Jembatan Merah Sumber Tapen, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, setelah polisi menelusuri informasi perseteruan yang bermula di wilayah Laweyan.
Kapolresta Solo AKBP Candra Sasongko melalui Kasat Samapta Kompol Edi Sukamto membenarkan pengamanan tersebut. Menurut Edi, peristiwa bermula saat Tim Sparta melaksanakan patroli rutin dan menerima informasi melalui Call Center mengenai perseteruan dua kelompok pemuda yang diduga suporter futsal di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Laweyan. “Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Sparta segera bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sejumlah anak muda yang mengaku baru saja pulang dari GOR Sritex setelah menyaksikan pertandingan futsal yang diikuti tim sekolah mereka,” ungkap Edi.
Berdasarkan keterangan para pelajar, perseteruan diduga bermula ketika rombongan suporter salah satu sekolah hendak membubarkan diri seusai menonton pertandingan. Namun, kelompok suporter dari sekolah lain diduga telah menunggu di sekitar lokasi. “Menurut keterangan mereka, saat hendak meninggalkan lokasi, kelompok tersebut mendapat teriakan provokatif dan lemparan batu kerikil dari suporter sekolah lain. Karena merasa kalah jumlah dan untuk menghindari bentrokan, mereka memilih meninggalkan lokasi,” jelasnya.
Saat menyisir kawasan Gremet, petugas justru mendapat lemparan botol air mineral dari sekelompok pemuda. Setelah diamankan dan dimintai keterangan, mereka mengaku salah mengira kendaraan petugas sebagai rombongan suporter sekolah lawan. Polisi kemudian mengembangkan penelusuran berdasarkan percakapan grup WhatsApp dan mendapat petunjuk titik kumpul kelompok suporter lain di kawasan tanggul sebelah utara Taman Balekambang. Sejumlah pemuda berusaha melarikan diri, namun Tim Sparta berhasil mengamankan 17 suporter pelajar beserta barang bukti berupa satu bendera bertuliskan Together And Ever dan 19 unit sepeda motor.
Harapan Baru untuk Kamtibmas Solo
Kepemimpinan AKBP Candra Sasongko diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Surakarta yang selama ini relatif kondusif. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, serah terima jabatan merupakan dinamika organisasi Polri untuk menjaga kesinambungan tugas. “Para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang telah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan rekam jejak humanis dan pengalaman memimpin di sejumlah wilayah, AKBP Candra Sasongko kini memikul tanggung jawab besar memastikan Solo tetap aman, terutama di tengah tingginya antusiasme suporter pelajar yang kerap memicu gesekan. Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar persoalan serupa tidak terulang.
