Kroasia vs Inggris Berakhir Neraka: Three Lions Pesta 7 Gol Tanpa Balas di Rijeka

Foto: Istimewa

Kroasia vs Inggris Berakhir Neraka: Three Lions Pesta 7 Gol Tanpa Balas di Rijeka

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Duel Kroasia vs Inggris dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/27 berubah menjadi pesta gol bagi The Three Lions. Bertandang ke Stadion HNK Rijeka, Sabtu (3/10/2026), tim asuhan Thomas Tuchel menghancurkan tuan rumah dengan skor telak 7-0. Hasil ini tercatat sebagai kemenangan terbesar dalam sejarah pertemuan kedua tim sekaligus kekalahan terburuk Kroasia sepanjang sejarah mereka.

Pertandingan Kroasia vs Inggris sebenarnya digelar tanpa penonton sebagai bagian dari sanksi UEFA setelah kericuhan pada laga Nations League antara Kroasia dan Prancis tahun lalu. Meski tanpa dukungan langsung dari tribun, Kroasia tetap tampil dengan kekuatan terbaiknya, termasuk menurunkan Luka Modric dan Mateo Kovacic di lini tengah. Namun, dominasi Inggris sejak menit awal membuat perlawanan tuan rumah nyaris tidak terlihat.

Jalannya Pertandingan

Inggris langsung menekan sejak peluit pertama. Anthony Gordon sempat menguji kiper Dominik Livakovic melalui tembakan kaki kiri setelah lolos dari jebakan pertahanan Kroasia. Tekanan itu berbuah pada menit ke-8 ketika Harry Kane membuka keunggulan lewat tembakan setelah menerima umpan terobosan akurat dari Jude Bellingham.

Gol kedua lahir pada menit ke-21 melalui aksi kolektif yang rapi. Berawal dari umpan silang Bukayo Saka dari sisi kanan, bola dikontrol Gordon yang lalu mengirim umpan silang mendatar ke depan gawang. Bellingham berdiri di posisi tepat untuk menyambar bola dan mengubah skor menjadi 2-0.

Gordon kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-39. Ia menyambut umpan silang Jarell Quansah dengan sundulan akurat ke tiang jauh yang kembali membuat Livakovic tak berdaya. Pada penghujung babak pertama, Saka menambah gol keempat Inggris pada menit ke-45, menutup paruh pertama dengan keunggulan 4-0.

Setelah jeda, Inggris tidak mengendurkan tekanan. Baru tujuh menit babak kedua berjalan, Kane mencetak gol keduanya setelah menyelesaikan kerja sama apik dengan memanfaatkan umpan silang mendatar Elliot Anderson dari sisi kanan. Skor berubah menjadi 5-0 dan sekaligus menandai kekalahan terbesar Kroasia di kandang sendiri.

Gol keenam hadir pada menit ke-68. Kesalahan Josip Stanisic yang melepaskan bola di area pertahanannya sendiri dimanfaatkan Saka untuk mencetak gol keduanya dari jarak dekat. Pesta gol Kroasia vs Inggris ditutup oleh Morgan Rogers pada menit ke-87. Masuk sebagai pengganti Harry Kane pada menit ke-70, Rogers lolos dari jebakan offside, melewati Livakovic, lalu dengan tenang menyelesaikan peluang untuk mengubah skor menjadi 7-0.

Rekap Gol dan Susunan Pemain

Menit Pencetak Gol Skor
8′ Harry Kane 1-0
21′ Jude Bellingham 2-0
39′ Anthony Gordon 3-0
45′ Bukayo Saka 4-0
53′ Harry Kane 5-0
68′ Bukayo Saka 6-0
87′ Morgan Rogers 7-0

Kroasia (4-2-3-1): Dominik Livakovic; Josip Stanisic (Sutalo 76′), Josko Gvardiol, Luka Vuskovic, Ivan Perisic; Mateo Kovacic, Luka Modric (Jakic 56′); Franjo Ivanovic, Petar Sucic (Pasalic 46′), Martin Baturina (Vlasic 46′); Petar Musa (Matanovic 46′).

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Jarell Quansah, Marc Guehi, Ezri Konsa, Lewis Hall (Lewis-Skelly 79′); Alex Scott (Garner 69′), Elliot Anderson (Gibbs-White 79′); Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon (Rogers 69′); Harry Kane (Eze 69′).

Reaksi Tuchel dan Morgan Rogers

Thomas Tuchel tidak bisa menyembunyikan kepuasannya. Pelatih asal Jerman itu menilai kemenangan telak tersebut sebagai bukti bahwa timnya mampu bangkit dari kekecewaan setelah sebelumnya kalah 3-2 dari Spanyol, sebelum akhirnya mengalahkan Republik Ceko 2-0.

“Inilah satu-satunya cara untuk terus maju meskipun Anda masih merasakan sakit,” kata Tuchel. “Anda harus bermain sambil menahan rasa sakit jika Anda masih merasakan kekecewaan. Itulah sifat alami olahraga. Fokus dalam pertemuan, penerjemahan hasil pertemuan ke lapangan, dan penerapannya dalam situasi di Kroasia ini, untuk menang dengan performa dominan, itulah cara untuk melangkah maju.”

Senada dengan Tuchel, Morgan Rogers menyebut penampilan rekan-rekannya luar biasa. Meski menang dengan skor besar, ia menegaskan Kroasia bukan lawan yang mudah.

“Itu sangat mengesankan dan penampilan yang sangat bagus. Saya pikir setiap pemain di tim berada dalam performa terbaiknya. Mengalahkan tim seperti Kroasia, yang benar-benar bagus, terorganisir dengan baik, dan memiliki banyak pengalaman serta pemain berkualitas tinggi, dan mencetak banyak gol, adalah bukti betapa bagusnya permainan kami,” ujar Rogers.

Rogers berharap performa The Three Lions tetap dipertahankan. Menurutnya, kemenangan ini menjadi penanda bahwa Inggris ingin memulai era baru setelah Piala Dunia dan menunjukkan level permainan mereka melawan tim-tim berkualitas tinggi.

Dampak di Klasemen

Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Inggris atas Kroasia menjadi lima pertandingan sejak Piala Dunia 2018. Meski demikian, tim asuhan Tuchel masih menempati peringkat dua Grup A3 dengan enam poin, terpaut satu poin dari Spanyol yang dijadwalkan menghadapi Republik Ceko. Kroasia berada di peringkat tiga dengan tiga poin, sementara Republik Ceko di posisi empat dengan satu poin.

Kesimpulan

Duel Kroasia vs Inggris di Rijeka menjadi malam sempurna bagi The Three Lions. Tujuh gol tanpa balas tidak hanya memecahkan rekor pertemuan kedua tim, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa Inggris siap bersaing di level tertinggi. Bagi Kroasia, hasil ini menjadi pukulan berat sekaligus alarm bahwa regenerasi skuad harus segera dilakukan. Sementara bagi Inggris, konsistensi menjadi kunci jika ingin menjaga momentum dan menyalip Spanyol di puncak Grup A3.

Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: JawaPos.com, ANTARA, UEFA.com, ESPN