Croatia vs England 7-0: Bellingham Dinobatkan Terbaik Dunia, Lima Rekor Terpecahkan di Rijeka

Foto: Istimewa

Croatia vs England 7-0: Bellingham Dinobatkan Terbaik Dunia, Lima Rekor Terpecahkan di Rijeka

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Laga Croatia vs England di Stadion Rijeka menjadi panggung pembantaian bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Timnas Inggris yang diasuh Thomas Tuchel menghancurkan tuan rumah Croatia dengan skor telak 7-0 dalam pertandingan UEFA Nations League 2026/27, Sabtu malam waktu setempat. Kemenangan ini tidak hanya menjadi margin terbesar yang pernah diraih Inggris atas lawan berperingkat tinggi, tetapi juga menorehkan luka terdalam dalam sejarah sepak bola Kroasia.

Pertandingan Croatia vs England yang digelar tanpa penonton akibat sanksi UEFA itu berjalan seperti mimpi buruk bagi kubu tuan rumah. Sejak menit awal, The Three Lions menekan tanpa henti. Anthony Gordon langsung menguji kiper Dominik Livakovic, sebelum Harry Kane membuka keunggulan pada menit ke-8 memanfaatkan umpan terobosan matang dari Jude Bellingham.

Gol kedua lahir pada menit ke-21 melalui kombinasi apik Bukayo Saka, Gordon, dan Bellingham. Gordon menunjukkan kontrol bola luar biasa sebelum melepaskan umpan silang rendah yang tinggal diselesaikan Bellingham. Gordon kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-39, disusul gol Saka menjelang jeda. Babak kedua menjadi pesta gol tambahan dari Kane, Saka, dan pemain pengganti Morgan Rogers pada menit ke-87.

Penampilan Jude Bellingham menjadi sorotan utama media Spanyol. Gelandang Real Madrid itu mencetak satu gol dan tiga assist, menjadikannya pemain pertama Inggris sejak 1993 yang terlibat dalam empat gol dalam satu laga. Marca menulis bahwa sejak Piala Dunia, Bellingham nyaris tak pernah jauh dari status pemain terbaik dunia. AS menyebutnya sebagai bintang utama, sementara Mundo Deportivo menyanjungnya bersama Kane dan Saka.

Bukan hanya Bellingham, Anthony Gordon juga membuat media Spanyol terpesona. Pemain Barcelona yang dijuluki ‘Antoni Gros’ itu disebut melakukan kontrol yang ‘seolah mustahil’ sebelum mengirim bola kepada Bellingham. SPORT menulis bahwa Gordon dengan cepat menjelajahi sisi kiri dan meninggalkan semua pemain lawan di belakangnya.

Laga Croatia vs England ini juga melahirkan lima rekor penting yang tercatat rapi oleh Opta:

  • Margin kemenangan terbesar Inggris atas negara berperingkat top 50 FIFA sejak sistem peringkat diperkenalkan pada 1992.
  • Tim pertama yang mencetak lima gol dalam laga tandang melawan Croatia.
  • Jude Bellingham menjadi gelandang pertama Inggris dengan empat kontribusi gol dalam satu pertandingan sejak David Platt pada 1993.
  • Harry Kane menjadi pemain pertama Inggris yang mencetak 10 gol atau lebih dalam tiga tahun kalender berbeda.
  • Elliot Anderson menjadi pemain tercepat mencapai 20 caps untuk Inggris, hanya 392 hari setelah debut.

Kemenangan ini menjaga Inggris di posisi kedua Grup A3 dengan enam poin, tertinggal satu poin dari Spanyol yang belum memainkan laga melawan Republik Ceko. Sementara Croatia tertahan di peringkat ketiga dengan tiga poin. Legenda Manchester United, Roy Keane, bahkan menyebut Inggris membuat Croatia tampak seperti tim amatir.

Di sisi lain, performa gemilang Jarell Quansah di lini belakang Inggris dikabarkan menarik perhatian Real Madrid. Menurut laporan SportBILD, Bellingham berpotensi memainkan peran penting dalam membujuk Quansah pindah ke Santiago Bernabeu, meski Chelsea dan Arsenal lebih dulu bergerak.

Secara keseluruhan, pertandingan Croatia vs England di Rijeka akan dikenang sebagai malam ketika generasi emas Inggris di bawah Tuchel menunjukkan dominasi total. Kemenangan 7-0 ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa The Three Lions siap bersaing di level tertinggi Eropa dan dunia. Bagi Croatia, kekalahan ini menjadi pukulan telak yang menuntut evaluasi menyeluruh sebelum laga-laga berikutnya.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

Sumber Berita: Mirror, Chronicle Live, Opta Analyst, Tempo.co, SportBible