Johnny Cardoso Nyaris Jadi Pahlawan Atletico Madrid, Golnya Dibatalkan VAR saat Tekuk Manchester United
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Nama johnny cardoso kembali menjadi sorotan dalam laga panas Liga Champions 2026/2027 antara Atletico Madrid dan Manchester United di Stadion Metropolitano, Madrid. Gelandang asal Amerika Serikat itu sempat mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-43, namun euforia tuan rumah sirna setelah Video Assistant Referee (VAR) menganulir gol tersebut. Keputusan itu diambil karena Marcos Llorente lebih dulu melakukan handball dalam proses terjadinya gol.
Meski demikian, performa johnny cardoso tetap mendapat perhatian. Ia tampil agresif di lini tengah, membantu transisi serangan Los Rojiblancos, dan beberapa kali merepotkan pertahanan Manchester United. Kehadirannya di jantung permainan Atletico menjadi salah satu kunci dominasi tim asuhan Diego Simeone tersebut sepanjang babak pertama.
Gol Kilat Barrios Jadi Pembeda
Atletico Madrid membuka keunggulan luar biasa cepat. Ketika pertandingan baru berjalan 47 detik, Alex Baena membawa bola menusuk ke kotak penalti dan menyodorkan umpan kepada Pablo Barrios. Tembakan Barrios sempat berbelok arah karena membentur bek lawan, tetapi bola tetap meluncur masuk ke gawang. Gol itu langsung menaikkan kepercayaan diri tuan rumah.
Manchester United berusaha merespons. Bryan Mbeumo beberapa kali menciptakan peluang, termasuk tembakan dari dalam kotak penalti pada menit ke-12 yang hanya melintas tipis di sisi kiri gawang Jan Oblak. Marcus Rashford juga mendapat kans melalui umpan terobosan lambung Lisandro Martinez, namun gagal melakukan kontak sempurna. Oblak tampil sigap menggagalkan peluang Mbeumo pada menit ke-24.
Di tengah tekanan tersebut, johnny cardoso hampir menggandakan keunggulan Atletico. Sayangnya, teknologi VAR mematahkan perayaan tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Kartu Merah Yoro Ubah Arah Laga
Memasuki babak kedua, Manchester United meningkatkan intensitas. Bruno Fernandes melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, sementara Julian Alvarez nyaris menambah keunggulan Atletico lewat tembakan yang membentur tiang gawang. Namun, situasi berubah drastis pada menit ke-74 ketika Leny Yoro diganjar kartu merah setelah pelanggarannya terhadap Jonathan David ditinjau melalui VAR.
Bermain dengan sepuluh pemain membuat misi Setan Merah semakin berat. Atletico memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Pada menit ke-79, Ademola Lookman menyambar bola muntah hasil penyelamatan Senne Lammens terhadap tembakan Jonathan David, memastikan kemenangan 2-0 bagi tuan rumah hingga peluit akhir.
Kekalahan ini memperpanjang tren tanpa kemenangan Manchester United menjadi lima pertandingan di seluruh kompetisi. Tekanan terhadap pelatih Michael Carrick kian besar, sementara timnya dituntut segera membenahi konsistensi dan efektivitas penyelesaian akhir.
Catatan Buruk Tim Inggris Melawan Atletico
Hasil ini menambah daftar panjang kesulitan tim Inggris menghadapi Atletico Madrid. Manchester United kini belum mampu mengalahkan Los Rojiblancos dalam lima pertemuan terakhir. Leicester City bahkan belum pernah menang dalam enam pertemuan Eropa, termasuk tersingkir di Piala Winners 1961/1962, Piala UEFA 1997/1998, dan Liga Champions 2016/2017.
Fulham juga menjadi korban keperkasaan Atletico. Pada final Liga Europa 2009/2010, The Cottagers gagal meraih trofi mayor pertama setelah takluk 1-2, dengan gol penentu Diego Forlan di babak perpanjangan waktu. Deretan catatan ini menegaskan reputasi Atletico sebagai momok bagi klub-klub Inggris.
Konsistensi Atletico di Bawah Simeone
Kemenangan atas Manchester United melengkapi tren positif Atletico Madrid. Sebelumnya, tim asuhan Diego Simeone meraih lima kemenangan beruntun di berbagai kompetisi, termasuk mengalahkan Deportivo Alaves 2-1, Real Madrid 2-1, Osasuna 4-0, dan Real Sociedad 3-0. Keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi ciri khas permainan mereka.
Peran johnny cardoso di lini tengah memberi dimensi baru bagi Atletico. Meski golnya dianulir, kontribusinya dalam menjaga ritme dan membantu pertahanan tetap terasa. Simeone disebut tetap berusaha menjaga ekspektasi agar timnya tidak terlena menghadapi jadwal padat.
Langkah Berikutnya
Atletico Madrid selanjutnya akan bertandang ke markas Espanyol pada pekan kesembilan LaLiga 2026/2027 di RCDE Stadium, Sabtu (17/10/2026), kick-off pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi ujian konsistensi bagi Los Rojiblancos, sekaligus kesempatan bagi johnny cardoso untuk kembali menunjukkan kualitasnya di kompetisi domestik.
Sementara itu, Espanyol bertekad bangkit di depan pendukung sendiri setelah melewati sejumlah hasil kurang memuaskan. Bermain di kandang diharapkan menjadi dorongan bagi tuan rumah untuk memberi perlawanan kepada tim ibu kota Spanyol tersebut.
Secara keseluruhan, laga melawan Manchester United membuktikan kedalaman skuad Atletico Madrid. Meski gol johnny cardoso harus dianulir, kemenangan 2-0 tetap menjadi modal berharga. Konsistensi dan ketenangan dalam memanfaatkan situasi menjadi pembeda, sekaligus pengingat bahwa Atletico masih menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Eropa maupun domestik.
