Ribamar Tak Berkutik! Penalti Mariano Peralta Bawa Persib Bandung Puncaki Grup E ACL Two
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Striker The Cong-Viettel, Ribamar, gagal menjadi pembeda saat timnya takluk 0-1 dari Persib Bandung pada matchday kedua Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026) malam WIB. Ribamar yang dipercaya mengisi lini depan bersama Rimario Gordon justru menyaksikan Mariano Peralta menjadi pahlawan kemenangan tuan rumah melalui gol penalti pada menit ke-45.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Persib yang mengusung misi melanjutkan tren positif setelah mengalahkan FC Seoul 1-0 pada matchday pertama, tampil agresif di hadapan Bobotoh. Pelatih Igor Tolic menurunkan formasi terbaik dengan Teja Paku Alam di bawah mistar, serta Sandy Walsh yang kembali menjadi starter setelah pulih dari cedera. Di lini tengah, Marc Klok dan Thom Haye menjadi motor serangan, sementara Mariano Peralta dan Berguinho menjadi ujung tombak.
Di kubu tamu, kehadiran Ribamar di lini depan bersama Rimario Gordon menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan Persib. Namun, rapatnya barisan belakang yang dikomandoi Julio Cesar dan Kakang Rudianto membuat pergerakan Ribamar kerap terhenti. Meski The Cong-Viettel sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 53 persen berbanding 47 persen milik Persib, anak asuh Igor Tolic lebih efektif dalam menciptakan peluang.
Berdasarkan data pertandingan, Persib melepaskan 15 tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan The Cong-Viettel hanya mencatat 10 percobaan dengan satu yang tepat sasaran. Gol tunggal Persib lahir tepat sebelum turun minum. Mariano Peralta dilanggar di dalam kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Peralta sendiri yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan kiper Nguyen Van Viet, membawa Maung Bandung unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin panas. Bek The Cong-Viettel, Paulinho Curua, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67 sehingga harus meninggalkan lapangan. Namun, tujuh menit berselang, kapten Persib Marc Klok juga diusir wasit setelah menerima kartu merah langsung. Kedua tim pun bermain dengan 10 pemain hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membuat Persib Bandung memuncaki klasemen sementara Grup E dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Sebelumnya, pada matchday pertama, Persib sukses menumbangkan FC Seoul 1-0 di Korea Selatan melalui gol cepat Julio Cesar pada menit kelima. Hasil positif ini juga menambah perolehan poin bagi Indonesia dalam perhitungan koefisien AFC.
Bagi Ribamar, laga ini menjadi catatan tersendiri. Meski tampil sebagai starter, ia gagal membawa The Cong-Viettel mencuri poin dari Bandung. Dukungan suporter tuan rumah yang memadati stadion jelas menjadi faktor tambahan bagi Persib untuk tampil lebih percaya diri. Sementara itu, pelatih Igor Tolic mengaku puas dengan performa timnya, terutama kemampuan mempertahankan keunggulan meski harus kehilangan Marc Klok di menit-menit akhir.
Kemenangan ini menjaga peluang Persib untuk melangkah ke fase berikutnya kompetisi antarklub Asia. Dengan modal enam poin, Maung Bandung berpeluang besar lolos dari fase grup. Adapun The Cong-Viettel harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing, dan Ribamar diharapkan bisa lebih tajam di laga-laga selanjutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menunjukkan determinasi tinggi Persib Bandung di kompetisi Asia. Meski menghadapi jadwal padat di empat kompetisi, semangat juang pemain tetap terjaga. Dukungan Bobotoh yang luar biasa menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan Igor Tolic untuk terus meraih hasil maksimal. Kemenangan atas The Cong-Viettel menjadi bukti bahwa Persib mampu bersaing di level Asia, sekaligus mempertegas posisi Ribamar dan kolega sebagai tim yang belum konsisten di fase grup ini.
