Liverpool Hadapi Villarreal dengan Skuad Pincang, Iraola Andalkan Keajaiban Trey Nyoni
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Liverpool f.c. kembali ke ajang Liga Champions dengan misi mempertahankan rekor sempurna saat menjamu Villarreal di Anfield pada Selasa malam waktu setempat. Namun, laga ketiga fase liga ini menjadi ujian berat bagi pelatih Andoni Iraola yang harus kehilangan sejumlah pemain kunci akibat cedera. Liverpool f.c. memang tampil impresif dengan dua kemenangan beruntun, termasuk menundukkan Atletico Madrid 2-1 dan membantai LASK 6-3, tetapi badai cedera menerpa skuad jelang pertemuan dengan mantan asisten Iraola, Inigo Perez, yang kini menakhodai The Yellow Submarine.
Dua pemain dipastikan absen setelah ditarik keluar dalam kemenangan atas Brentford akhir pekan lalu. Dominik Szoboszlai mengalami cedera hamstring yang sama dan diperkirakan menepi beberapa pertandingan, sementara Jeremie Frimpong menderita masalah otot dan baru akan kembali setelah jeda internasional November. Kondisi Victor Munoz juga menjadi perhatian setelah ia melewatkan sesi latihan Senin, meski sebelumnya mampu melanjutkan pertandingan dan mencetak gol penyama kedudukan.
Selain itu, tiga pemain masih menjalani pemulihan jangka panjang. Hugo Ekitike berjuang untuk kembali tahun ini setelah cedera Achilles serius pada April, Conor Bradley masih memulihkan cedera lutut berat yang didapat di Arsenal pada Januari, dan Giovanni Leoni mendekati kembalinya ke latihan tim utama setelah absen sejak September karena cedera ACL. Wataru Endo dan Federico Chiesa tidak dapat didaftarkan karena tidak masuk dalam skuad Liga Champions untuk fase liga.
Di tengah krisis personel, Iraola memiliki solusi siap pakai: Trey Nyoni. Gelandang muda yang tampil mengesankan saat menggantikan Szoboszlai di Gtech Community Stadium itu disebut memiliki kematangan di atas usianya. “Trey adalah pemain yang sangat matang untuk usianya. Dia memahami situasi dan permainan dengan sangat baik. Secara taktis, dia sangat cerdas,” ujar Iraola pekan lalu. Ia menegaskan Nyoni harus terus melangkah ke arah yang benar dan siap bermain di posisi mana pun, baik sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang.
Nyoni memang tidak pernah terlihat gugup. Penampilan impresifnya saat melawan Brentford menjadi modal berharga bagi Liverpool f.c. untuk menghadapi Villarreal di hadapan publik Anfield. Gaya bermainnya yang tenang dan cerdas bahkan sering disamakan dengan gelandang Spanyol, sesuatu yang bisa menjadi senjata rahasia melawan tim asal Spanyol tersebut.
Villarreal sendiri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan Liga Champions pertama mereka sejak 2022 dengan mengalahkan Napoli 3-1 pekan lalu. Inigo Perez, yang pernah menjadi asisten Iraola di Rayo Vallecano, kini membawa The Yellow Submarine ke posisi tengah klasemen La Liga. Pertemuan ini menjadi ajang reuni bagi kedua pelatih, tetapi juga menjadi ujian taktik bagi Iraola yang harus meramu skuad pincang menjadi kekuatan solid.
Liverpool f.c. masih menyisakan satu pertanyaan besar: siapa yang akan mengisi lini tengah dan pertahanan dengan absennya Szoboszlai, Frimpong, dan kemungkinan Munoz. Namun, catatan dua kemenangan beruntun dan mentalitas bangkit dari ketertinggalan melawan Brentford menjadi modal berharga. Anfield selalu menjadi benteng yang sulit ditaklukkan, dan dengan dukungan penuh suporter, Liverpool f.c. bertekad melanjutkan tren positif di Eropa.
Laga ini juga menjadi momentum bagi para pemain pelapis untuk membuktikan kualitas. Nyoni, yang merupakan pemain internasional muda Inggris, mendapat kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa ia layak diperhitungkan di level tertinggi. Jika mampu tampil apik melawan Villarreal, namanya diprediksi akan semakin sering disebut sebagai masa depan lini tengah Liverpool f.c.
Secara keseluruhan, meski diterpa badai cedera, Liverpool f.c. tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Kunci keberhasilan mereka terletak pada kemampuan Iraola meracik strategi dan memanfaatkan pemain muda seperti Nyoni. Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, The Reds optimistis mampu meraih hasil maksimal di hadapan pendukung sendiri dan menjaga asa untuk melaju jauh di kompetisi elite Eropa.
