Ferry Juliantono Pimpin Syarikat Islam, Dorong Dakwah Ekonomi hingga Pelosok Desa
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Ferry Juliantono Pimpin Syarikat Islam dan Perkuat Dakwah Ekonomi menjadi babak baru bagi organisasi kemasyarakatan tertua di Indonesia tersebut. Menteri Koperasi itu terpilih sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) untuk masa jihad 2026-2031 dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/10/2026). Penetapan tersebut menandai estafet kepemimpinan dari Hamdan Zoelva kepada sosok yang selama ini dikenal aktif mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat.
Dalam pidato pertamanya, Ferry menegaskan bahwa amanah memimpin organisasi tidak akan dijalankan seorang diri. Ia menyatakan tanggung jawab tersebut akan dipikul bersama seluruh anggota dan kader Syarikat Islam di berbagai wilayah Indonesia. Semangat kebersamaan itu, menurutnya, menjadi kunci agar agenda organisasi dapat berjalan hingga tingkat akar rumput.
Langkah Ferry Juliantono Pimpin Syarikat Islam dan Perkuat Dakwah Ekonomi diwujudkan melalui sejumlah prioritas utama. Ia menempatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan koperasi, serta penguatan kemandirian umat sebagai tiga pilar yang akan dijalankan sepanjang masa jihad kepengurusan. Bagi Ferry, dakwah tidak cukup hanya disampaikan lewat mimbar, tetapi juga harus hadir dalam bentuk nyata yang menyentuh kebutuhan ekonomi warga.
Sebagai Menteri Koperasi, Ferry memiliki posisi strategis untuk menyinergikan program organisasi dengan kebijakan pemerintah. Ia berencana mendorong sinergi antara Syarikat Islam dan Kementerian Koperasi, terutama melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut dirancang untuk memperluas pemerataan ekonomi hingga ke pelosok desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang selama ini kurang tersentuh pertumbuhan ekonomi.
Penetapan Ferry berlangsung di tengah pembahasan strategi organisasi untuk memperluas dakwah ekonomi. Kongres di Surabaya menjadi momentum bagi Syarikat Islam untuk merumuskan arah gerakan yang lebih konkret, tidak hanya dalam ranah keagamaan tetapi juga dalam penguatan basis ekonomi umat. Para peserta kongres menilai kepemimpinan Ferry sebagai kelanjutan yang tepat dari kepengurusan sebelumnya.
Berikut sejumlah prioritas yang akan dijalankan dalam kepemimpinan Ferry Juliantono:
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di tingkat desa dan kelurahan.
- Pengembangan koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi umat.
- Penguatan kemandirian umat melalui pelatihan dan pendampingan usaha.
- Sinergi program organisasi dengan Kementerian Koperasi melalui KDKMP.
- Perluasan jaringan kader dan anggota di seluruh wilayah Indonesia.
Gagasan Ferry Juliantono Pimpin Syarikat Islam dan Perkuat Dakwah Ekonomi mendapat perhatian karena bersinggungan langsung dengan upaya pemerintah dalam pemerataan ekonomi. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dipandang sebagai kanal yang tepat untuk menjembatani program organisasi kemasyarakatan dengan kebutuhan warga desa. Melalui skema ini, diharapkan tumbuh unit-unit usaha kolektif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pengamat menilai tantangan terbesar justru terletak pada implementasi di lapangan. Diperlukan kader yang mampu mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang memadai, program pemberdayaan ekonomi berpotensi berhenti pada tataran wacana. Karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
Ferry sendiri menyadari bahwa keberhasilan agenda ini bergantung pada kolaborasi banyak pihak. Ia mengajak seluruh elemen Syarikat Islam, mulai dari pengurus wilayah hingga tingkat ranting, untuk bergerak bersama. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, disebutnya sebagai faktor penting agar dakwah ekonomi benar-benar berdampak.
Dengan terpilihnya Ferry, Syarikat Islam diharapkan semakin menegaskan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi umat. Kepemimpinan periode 2026-2031 akan menjadi ujian bagi konsistensi gagasan Ferry Juliantono Pimpin Syarikat Islam dan Perkuat Dakwah Ekonomi. Jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, agenda ini berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis organisasi kemasyarakatan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Pada akhirnya, publik akan menantikan bukti nyata dari serangkaian janji yang telah disampaikan. Keberhasilan bukan diukur dari besarnya kongres atau banyaknya program yang dicanangkan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat di pelosok desa. Momentum kongres di Surabaya menjadi titik awal perjalanan panjang yang menuntut kerja keras, keteladanan, dan komitmen bersama seluruh kader Syarikat Islam.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
