Persib dan Borneo FC Gendong Liga Indonesia ke Puncak Ranking ASEAN, Liga Champions Elite AFC Jadi Ajang Pembuktian
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kompetisi antarklub Asia musim 2026-2027 baru saja bergulir, namun gaungnya sudah terasa bagi sepak bola nasional. Berkat performa impresif Persib Bandung dan Borneo FC, Liga Indonesia untuk sementara memuncaki ranking Asia Tenggara. Capaian ini menjadi bukti bahwa kehadiran wakil Indonesia di liga champions elit afc dan kompetisi di bawahnya membawa dampak nyata terhadap koefisien sepak bola Tanah Air.
Persib Bandung dan Borneo FC total menyumbangkan 4.850 poin bagi Liga Indonesia. Maung Bandung meraih poin setelah menang playoff atas Manila Digger, serta memenangkan dua laga awal Grup E AFC Champions League 2 2026-2027 kontra FC Seoul dan The Cong-Viettel. Adapun Pesut Etam menang 2-0 atas Yangon United pada matchday pertama Grup D AFC Challenge League 2026-2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 18 Oktober 2026 malam WIB.
Kemenangan Borneo FC itu lahir lewat gol Iago Mendonca pada menit ke-53 dan Moussa Diarra pada menit ke-81. Tambahan 800 angka membuat Liga Indonesia naik dua posisi dari peringkat 18 ke posisi 16 Asia dengan 28.659 poin, unggul tipis atas Kamboja di posisi 17 dengan 28.474 angka. Sementara itu, kemenangan 1-0 Persib atas Viettel FC pada 14 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat sempat menambah 3.450 poin dan mengangkat posisi Indonesia di regional Timur.
Posisi puncak Liga Indonesia di Asia Tenggara belum sepenuhnya aman. Malaysia menempel di posisi dua dengan 4.833 poin berkat Johor Darul Ta’zim di liga champions elit afc dan Kuching City di AFC Champions League 2. Kamboja berada di posisi tiga dengan 4.333 poin setelah Phnom Penh Crown memuncaki Grup H ACL Two dengan enam angka. Adapun Thailand terpuruk di posisi lima dengan 3.167 poin karena wakil-wakilnya seperti Buriram United, Port FC, Ratchaburi FC, dan BG Pathum United belum menunjukkan performa meyakinkan.
Regulasi AFC menetapkan bahwa perolehan poin pada musim berjalan berpengaruh terhadap pembagian kuota kompetisi Asia untuk dua musim berikutnya. Artinya, performa Persib dan Borneo FC sepanjang musim 2026-2027 akan menentukan jumlah wakil Indonesia yang berhak tampil pada musim 2028-2029. Karena itu, setiap pertandingan di liga champions elit afc maupun kompetisi lain menjadi sangat krusial.
Di sisi lain, panggung sepak bola Asia juga diwarnai perdebatan menarik. Pengamat sepak bola Saudi, Saud Al-Sarami, melontarkan pernyataan mengejutkan bahwa finis di peringkat keempat Roshn Saudi League lebih baik daripada menjuarai liga champions elit afc. Menurutnya, sepak bola kini hidup di era uang, dan keberlanjutan di liga domestik lebih penting daripada kegembiraan gelar yang perayaannya berakhir dalam 72 jam.
Pernyataan tersebut tentu menjadi refleksi bagi sepak bola Indonesia. Jika klub-klub Tanah Air mampu konsisten berprestasi di liga champions elit afc dan kompetisi antarklub Asia lainnya, bukan tidak mungkin posisi Liga Indonesia terus melesat dan kuota wakil di kancah Asia bertambah. Kompetisi baru berjalan, dan fluktuasi posisi masih akan terjadi, tetapi awal yang gemilang ini layak diapresiasi.
Dengan performa Persib Bandung dan Borneo FC yang solid, Liga Indonesia memiliki peluang besar mempertahankan posisi puncak di Asia Tenggara. Dukungan suporter serta konsistensi klub menjadi kunci. Jika tren positif ini berlanjut, sepak bola nasional tidak hanya menjadi penonton di panggung liga champions elit afc, tetapi juga penentu arah persaingan antarklub Asia pada musim-musim mendatang.
Penulis: Syaifullah | Editor: Rudi Hamdani | Sumber: Okezone, Sukabumiupdate, Goal
