Sahabat KBC Kemenag: Aplikasi Survei Nasional yang Mengubah Wajah Pendidikan Madrasah
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kementerian Agama Republik Indonesia terus menggencarkan transformasi pendidikan karakter di lingkungan madrasah melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Program ini kini memasuki tahap evaluasi nasional lewat aplikasi madrasah kemenag sahabat kbc, sebuah platform digital yang digunakan guru dan murid terpilih untuk mengukur keberhasilan penerapan pendekatan berbasis kasih sayang tersebut. Aplikasi madrasah kemenag sahabat kbc menjadi instrumen penting dalam memastikan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa benar-benar meresap dalam proses pembelajaran.
Kurikulum Berbasis Cinta sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang digagas Kemenag sebagai respons terhadap masih adanya sikap intoleran, kebiasaan saling menyalahkan, hingga kebencian terhadap orang lain karena perbedaan keyakinan. Melalui KBC, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perubahan sikap peserta didik. Nilai-nilai cinta diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran sehingga KBC bukanlah mata pelajaran baru, melainkan ruh yang melengkapi Kurikulum Merdeka.
Panca Cinta sebagai Fondasi Pembelajaran
Implementasi KBC bertumpu pada lima pilar atau Panca Cinta yang menjadi landasan proses pembelajaran di madrasah. Kelima pilar tersebut mencakup cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai sumber spiritualitas, cinta kepada ilmu untuk mendorong pembelajaran sepanjang hayat, serta cinta kepada diri sendiri dan sesama yang menumbuhkan empati, kolaborasi, dan kerukunan. Selanjutnya terdapat cinta lingkungan yang menanamkan kesadaran merawat alam sebagai ciptaan Tuhan, serta cinta tanah air yang mendorong nasionalisme, toleransi, dan persatuan.
Menurut Sekretaris DPW Perkumpulan Guru Inpassing Nasional Provinsi Banten, Fahru Rijal, KBC dikembangkan Kemenag RI melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025. Pendekatan ini menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan hati nurani sebagai bagian penting dalam pendidikan. “KBC bukan pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan sebagai ruh atau nilai esensial yang melengkapi dan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran serta kegiatan pembelajaran yang sudah ada,” katanya.
Penerapan KBC juga mendorong perubahan pola pikir dalam proses belajar. Pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada nilai akademis, tetapi pada pembentukan karakter melalui keteladanan guru dan interaksi positif sehari-hari. Pendekatan ini mengedepankan compassionate teaching atau pembelajaran yang mengutamakan kasih sayang, kepedulian, dan pemahaman terhadap peserta didik, bukan pendekatan yang mengandalkan hukuman maupun perlakuan kasar.
Survei Nasional melalui Aplikasi Sahabat KBC
Untuk mendukung evaluasi penerapan KBC, Kemenag menghadirkan aplikasi madrasah kemenag sahabat kbc yang diakses melalui situs resmi madrasah.kemenag.go.id. Guru dan murid yang terpilih sebagai responden perlu login menggunakan akun yang telah disiapkan oleh admin atau operator madrasah. Berikut langkah-langkah pengisian evaluasi:
- Buka situs resmi Sahabat KBC melalui tautan madrasah.kemenag.go.id/sahabatkbc/login.
- Siapkan kartu akun yang diberikan oleh operator madrasah.
- Masukkan username dan password sesuai informasi pada kartu akun.
- Setelah berhasil masuk, periksa dasbor untuk melihat menu dan jadwal pengisian evaluasi.
Jika belum mendapatkan akun, responden diimbau menghubungi operator madrasah terlebih dahulu. Partisipasi dalam survei ini melibatkan sekitar lima persen dari total guru dan siswa di setiap madrasah. Sebagai contoh, MAN 2 Parigi mengikutsertakan dua guru dan 16 siswa dari kelas X dan XI sebagai responden. Keterlibatan warga madrasah ini penting untuk menghimpun data dan informasi yang berguna bagi evaluasi kebijakan pendidikan Islam.
Melalui survei nasional ini, aplikasi madrasah kemenag sahabat kbc diharapkan mampu memetakan kondisi pendidikan di madrasah secara lebih akurat. Data yang terkumpul menjadi dasar pengembangan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat budaya pendidikan yang humanis dan toleran. Partisipasi aktif guru dan murid menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program Kemenag.
Menyongsong Indonesia Emas 2045
Penerapan KBC diyakini mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus merespons berbagai persoalan sosial seperti perundungan dan intoleransi. Pendekatan ini diharapkan membangun generasi yang berkarakter, toleran, dan memiliki kepedulian sosial dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Sinergi antara kurikulum berbasis nilai dan evaluasi digital melalui madrasah kemenag sahabat kbc menjadi bukti keseriusan Kemenag dalam mencetak generasi madrasah yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak mulia.
Dengan kolaborasi antara guru, siswa, dan operator madrasah, aplikasi madrasah kemenag sahabat kbc bukan sekadar alat administratif, melainkan jembatan untuk memastikan nilai cinta benar-benar hidup di setiap ruang kelas madrasah. Ke depan, hasil survei ini diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan pendidikan karakter yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Kemenag, Radar Banten, Akurat.co, Bisnisia.id, Republika
