Tai Po FC Jadi Korban Kebangkitan Lion City Sailors di Liga Champions Asia Dua
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kekalahan tipis 0-1 dari Lion City Sailors di Stadion Mong Kok pada 15 Oktober lalu ternyata menjadi titik balik yang pahit bagi Tai Po FC. Klub asal Hong Kong itu harus mengakui keunggulan tim tamu dalam laga Grup F Liga Champions Asia Dua (ACL2), sekaligus memperpanjang catatan buruk mereka di kompetisi antarklub Asia musim ini. Bagi Tai Po FC, kekalahan di kandang sendiri jelas menjadi pukulan telak, terlebih gol penentu lahir dari situasi bola mati yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik.
Gol tunggal kemenangan Lion City Sailors dicetak Matthias Phaeton pada awal babak kedua. Berawal dari sepak pojok Giovanni Haag yang sempat disundul Toni Datkovic, bola kemudian jatuh di kaki Phaeton yang tanpa kesulitan menyelesaikannya dari jarak dekat. Bagi pemain asal Guadeloupe, Prancis, itu, gol tersebut menjadi torehan pertamanya di kompetisi klub Asia, namun ia menegaskan bahwa kemenangan tim jauh lebih penting daripada pencapaian pribadinya.
“Saya sangat senang bisa mencetak gol, tetapi yang paling utama adalah kami meraih tiga poin untuk tim dan klub. Kami ingin terus berusaha seperti ini dan berharap ini menjadi awal dari lebih banyak kesuksesan,” ujar Phaeton usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih kepala Lion City Sailors, Mark Jackson, mengakui bahwa kemenangan atas Tai Po FC diraih dengan cara yang tidak mudah. Ia memuji ketahanan pasukannya dalam mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit akhir, meski secara terbuka menyebut ada cara yang lebih sederhana untuk mengunci tiga poin.
“Ini tiga poin penting bagi kami dalam pertandingan ini dan menjadi platform untuk membangun sesuatu yang lebih baik. Saya mengucapkan selamat kepada para pemain, walaupun saya katakan kepada mereka bahwa sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk meraih tiga poin,” kata Jackson.
Hasil atas Tai Po FC ternyata membawa dampak positif yang besar bagi Lion City Sailors. Tiga hari berselang, tepatnya 18 Oktober, mereka kembali meraih kemenangan 2-0 atas rival perebutan gelar FC Jurong di Stadion Jurong East. Gol dari Giovanni Haag dan Shawal Anuar memastikan tiga poin penuh, sekaligus mengakhiri catatan tanpa kemenangan selama delapan kunjungan ke markas tersebut.
Kemenangan atas FC Jurong menjadi kemenangan ketiga beruntun Lion City Sailors di semua kompetisi. Sebelumnya, mereka juga menghancurkan Young Lions dengan skor 6-1 pada 11 Oktober di ajang Singapore Premier League. Kini, tim asuhan Mark Jackson itu naik ke peringkat ketiga klasemen, terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Geylang International yang telah memainkan satu laga lebih banyak.
Menariknya, laga melawan FC Jurong sempat diwarnai kekhawatiran terkait kualitas udara akibat kabut asap. Pada 17 Oktober, pembacaan PM2.5 sempat menyentuh angka 202 di wilayah barat, yang masuk kategori sangat tidak sehat. Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) bahkan telah mengeluarkan imbauan bahwa pertandingan akan ditangguhkan atau ditunda jika pembacaan PM2.5 melebihi 200. Namun, kondisi membaik pada hari pertandingan dengan pembacaan PM2.5 di angka 68, sehingga laga tetap digelar sesuai jadwal di hadapan lebih dari 1.700 penonton.
Bagi Tai Po FC, kekalahan dari Lion City Sailors menjadi bahan evaluasi penting. Tim asuhan pelatih tersebut masih memiliki peluang untuk bangkit, terlebih mereka dijadwalkan menjamu Lee Man FC di Tai Po Sports Ground Stadium pada 12 Desember 2026 mendatang. Duel tersebut diprediksi menjadi momentum bagi Tai Po FC untuk membuktikan bahwa kekalahan di Mong Kok hanyalah sebuah kecelakaan, bukan cerminan kualitas sesungguhnya.
Di sisi lain, perjalanan Lion City Sailors di ACL2 masih akan terus berlanjut. Kemenangan atas Tai Po FC membawa mereka ke posisi kedua Grup F dengan koleksi empat poin, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan BG Pathum United pada laga pembuka. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi skuad Mark Jackson dalam menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Asia.
Secara keseluruhan, pertemuan antara Tai Po FC dan Lion City Sailors menjadi salah satu momen krusial dalam perjalanan kedua tim musim ini. Bagi Sailors, kemenangan di Hong Kong menjadi pemicu kebangkitan setelah awal musim yang kurang mulus. Sementara bagi Tai Po FC, laga tersebut menjadi pengingat bahwa di kompetisi Asia, setiap detail kecil, termasuk antisipasi terhadap bola mati, bisa menjadi penentu hasil akhir. Kini, publik sepak bola Hong Kong menantikan respons Tai Po FC pada laga-laga berikutnya, terutama saat menjamu Lee Man FC di hadapan pendukung sendiri.
