Benfica vs Celtic: Kelas Benfica Terlalu Tinggi, Harapan O'Neill di Ambang Mimpi Buruk Eropa
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Laga benfica vs celtic pada matchday kedua Liga Europa 2026/27 berakhir dengan skor telak 4-1 untuk tuan rumah di Estádio da Luz, Lisbon. Kekalahan ini membuat Celtic belum mengoleksi satu pun poin dari dua pertandingan pembuka, setelah sebelumnya juga tumbang 3-1 di kandang dari Ferencváros. Dalam duel benfica vs celtic tersebut, pertahanan The Hoops runtuh dalam waktu singkat dan langsung menentukan arah pertandingan.
Bencana bagi Celtic dimulai pada menit kelima ketika Dane Murray melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Jhon Durán. Penyerang Benfica itu mengeksekusi penalti dengan tenang dan membuka keunggulan tuan rumah. Alexander Bah menggandakan keunggulan pada menit ke-23, sebelum Durán mencatatkan gol keduanya pada menit ke-36. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum, meninggalkan Celtic dengan tugas yang sangat berat.
Memasuki babak kedua, Martin O’Neill mengubah pendekatan dengan menempatkan Camilo Durán sebagai penyerang tengah. Perubahan itu membuahkan hasil ketika Durán memperkecil ketertinggalan pada menit ke-63, memberi harapan bagi para pendukung yang datang jauh-jauh. Namun, asa untuk bangkit dipatahkan Vangelis Pavlidis yang mencetak gol keempat Benfica pada menit ke-89, memastikan kemenangan telak tuan rumah dalam laga benfica vs celtic ini.
O’Neill Masih Yakin Celtic Bisa Lolos
Meski kekalahan ini menempatkan Celtic di posisi ketiga dari bawah klasemen tunggal Liga Europa, O’Neill menegaskan anak asuhnya masih memiliki peluang untuk menembus fase gugur. Ia menilai penampilan timnya di babak kedua sebagai modal berharga, terutama setelah Durán mampu tampil efektif saat dipasang sebagai ujung tombak.
Kapten Callum McGregor mengakui bahwa kesalahan sendiri menjadi faktor besar dalam kekalahan tersebut. Ia menyadari timnya harus segera berbenah jika ingin membalikkan keadaan di sisa enam pertandingan fase liga. Kegagalan mengatasi pergerakan pemain Benfica, terutama saat tuan rumah menyerang dalam jumlah besar, menjadi persoalan mendasar yang harus segera diatasi.
Pujian Setengah Hati dari Kubu Benfica
Bek Benfica, Alexander Bah, memberikan pujian kepada semangat juang Celtic meski tim tamu kalah telak. Ia menilai skor 4-1 tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan karena Celtic menunjukkan kualitas di babak kedua. Bah juga menyebut rekan-rekannya tampil disiplin pada paruh pertama, termasuk para penyerang yang bekerja keras menekan pertahanan lawan.
Meski demikian, Benfica sendiri tercatat terlibat dalam semua lima pertandingan Liga Europa dengan penonton terbanyak musim ini. Laga benfica vs celtic di Lisbon menarik 58.870 penonton ke stadion, menjadikannya pertandingan dengan kehadiran tertinggi kelima di kompetisi ini. Sementara itu, kekalahan kandang Celtic dari Ferencváros dihadiri 48.223 suporter, menempati urutan ketujuh.
Kritik Pedas dari Para Pendukung
Kekalahan dalam benfica vs celtic memicu gelombang kritik dari para penggemar. Sebagian menyebut penampilan tim sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak memiliki nyali, terutama karena kebobolan di menit-menit awal yang kini menjadi pola berulang. Ada pula yang menilai akar masalahnya lebih dalam, yakni stagnasi di level manajemen dan kepemimpinan klub yang membuat Celtic terus dipermalukan di kompetisi Eropa setiap musim.
Kritik juga diarahkan pada lemahnya lini pertahanan yang dinilai naif dan jauh dari standar klub sebesar Celtic. Sejumlah suporter menyerukan agar pemain inti yang tampil buruk diganti dan memberi kesempatan kepada pemain lapis kedua yang dinilai tidak akan lebih buruk.
Murray Bangkit, tetapi Sorotan Masih Menghantui
Di tengah kekecewaan, muncul secercah cerita positif. Bek muda Dane Murray, yang menjadi biang penalti dalam laga benfica vs celtic, tampil impresif saat Celtic menghancurkan Hearts 7-1 di liga domestik. Ia menyumbang assist akrobatik untuk gol kedua Benjamin Nygren melalui situasi sepak pojok, sebuah area yang selama ini menjadi kelemahan tim.
Mantan bintang Celtic, Charlie Mulgrew, mengapresiasi kemampuan Murray bangkit dari kesalahannya, tetapi menilai masa depan sang pemain masih perlu dibuktikan. Ia menekankan bahwa Murray, seperti pemain muda lain yang menembus tim utama, belum banyak mendapatkan menit bermain di level tertinggi.
Ujian Berikutnya Menanti
Celtic selanjutnya akan menjamu Celta Vigo pada matchday ketiga. Tim asal Spanyol itu juga belum meraih poin dari dua laga pertama, sehingga pertandingan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk bangkit. Namun, bek serba bisa Celta, Yoel Lago, menegaskan tekad timnya untuk menambah penderitaan Celtic di Glasgow.
Dengan enam pertandingan tersisa, peluang Celtic masih terbuka secara matematis, tetapi konsistensi dan perbaikan di lini belakang menjadi syarat mutlak. Laga benfica vs celtic telah memperlihatkan jurang kualitas yang harus segera dijembatani jika The Hoops ingin menghindari kekecewaan besar di pentas Eropa musim ini.
