Sahabat KBC: Gerakan Nasional Baru, dari Banyumas hingga Bungo, Wujud Nyata Kurikulum Berbasis Cinta
Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Program sahabat kbc atau Sahabat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tengah menjadi gerakan nasional yang masif di lingkungan madrasah. Dari Banyumas, Jawa Tengah, hingga Bungo, Jambi, dan Tanah Datar, Sumatera Barat, survei ini dilaksanakan serentak sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu pendidikan. Di MA Al Ikhsan Beji, Banyumas, pengisian Survei SAHABAT KBC Tahun 2026 berlangsung di Laboratorium Komputer madrasah dengan diikuti perwakilan siswa dan guru. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dan berjalan lancar serta tertib.
Kepala MA Al Ikhsan Beji, Miss Aniqotul Milla Zakiyyah, S.S., M.M., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa partisipasi guru dan siswa dalam pengisian survei merupakan bentuk dukungan madrasah terhadap upaya evaluasi dan pengembangan mutu pendidikan. “Kami berharap seluruh responden dapat mengisi survei dengan jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab. Partisipasi ini penting sebagai bentuk kontribusi madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta mewujudkan lingkungan belajar yang semakin baik,” ungkapnya. Pendampingan dilakukan oleh tim kurikulum, Ibu Nailiy Hurriyyah, S.Pd., yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai arahan.
Di Sumatera Barat, MTsN 12 Tanah Datar menggelar sosialisasi teknis bagi responden terpilih pada Senin (19/10/2026), sehari sebelum pelaksanaan survei resmi. Penetapan responden dilakukan secara transparan dan otomatis oleh sistem pusat dengan proporsi 5% dari total guru dan 5% dari total peserta didik, dipilih acak tanpa penunjukan manual. Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Nursa’adah, S.Ag., yang mewakili kepala madrasah, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan survei berjalan sukses. “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, berkarakter, dan dipenuhi rasa kasih sayang,” ujarnya.
MTsN 1 Bungo, Jambi, juga resmi memulai Survey Sahabat KBC pada Selasa (20/10/2026) dengan melibatkan 15 murid dan dua guru. Operator madrasah, Ridwan, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kesiapan peserta dan dukungan pihak madrasah menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran kegiatan. “Harapannya, pelaksanaan survei ini dapat berjalan dengan baik sehingga data dan informasi yang dihimpun memberikan manfaat sesuai dengan tujuan pelaksanaannya,” ujar Ridwan. Senada dengan itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Padila, S.Ag., menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti setiap tahapan.
Partisipasi dalam sahabat kbc juga terlihat di MAN 1 Tanah Datar dan MTsN 2 Kota Padang, di mana guru dan murid turut mengikuti survei nasional ini. Fenomena ini menunjukkan bahwa sahabat kbc bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya pendidikan yang partisipatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas madrasah. Melalui survei ini, data yang dihimpun diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Secara keseluruhan, pelaksanaan sahabat kbc di berbagai daerah berjalan lancar dan penuh antusiasme. Komitmen madrasah untuk mendukung program Kementerian Agama ini patut diapresiasi. Ke depan, hasil survei diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan, khususnya dalam mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, berkarakter, dan penuh kasih sayang. Dengan kolaborasi seluruh pihak, sahabat kbc dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Kemenag Banyumas, Harian Haluan, Jambiprima.com
