Misteri Jawan CRPF Hilang Misterius di Rel Kharagpur, Keluarga Teriak Minta Bantuan Pemerintah

Foto: Istimewa

Misteri Jawan CRPF Hilang Misterius di Rel Kharagpur, Keluarga Teriak Minta Bantuan Pemerintah

Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Seorang jawan Central Reserve Police Force (CRPF) asal Kabupaten Balasore, Odisha, dilaporkan hilang secara misterius saat dalam perjalanan pulang cuti. Insiden ini menyita perhatian publik setelah keluarganya mengaku tidak dapat menghubungi sang jawan sejak ia memberi kabar tiba di Stasiun Kereta Kharagpur, Benggala Barat. Padmalochan Patra, demikian nama jawan tersebut, merupakan warga Desa Bolang di bawah yurisdiksi Polsek Singla. Ia adalah seorang havildar CRPF yang mengambil cuti setelah ayahnya meninggal pada 11 Oktober lalu untuk menghadiri ritual pascakematian.

Menurut keterangan yang dihimpun, Padmalochan melakukan perjalanan pulang dengan kereta api dan sempat menelepon keluarganya setelah tiba di Stasiun Kharagpur pada 18 Oktober. Namun, tidak ada panggilan lanjutan darinya pada malam itu. Keluarga berulang kali mencoba menghubungi, tetapi tidak mendapat respons. Belakangan, petugas perkeretaapian menemukan telepon genggam milik jawan tersebut tergeletak di jalur rel dekat Stasiun Mecheda, Benggala Barat.

Nirupama Patra, istri Padmalochan, menuturkan bahwa suaminya bekerja di CRPF dan telah mengambil cuti untuk menghadiri ritual pemakaman ayah mertuanya. “Pada Sabtu, ia menelepon setelah naik kereta dan memberi tahu kami bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang. Kami berbicara lagi pada Minggu, saat ia mengatakan akan tiba di rumah pada sore hari. Namun, kami tidak memiliki kontak dengannya sejak saat itu. Sudah empat hari, dan masih belum ada jejaknya. Kami melaporkan ke polisi dua hari lalu, tetapi polisi belum merespons atau mengambil tindakan,” ujarnya dengan nada cemas.

Setelah hilangnya jawan tersebut, keluarga melayangkan pengaduan ke kantor polisi. Pihak kepolisian pun telah memulai penyelidikan berdasarkan laporan tersebut. Tanmay Patra, putra Padmalochan, menambahkan bahwa saudaranya membawa abu kakeknya ke Mecheda. “Saat kembali, ia juga melaporkan ke kantor polisi setempat. Namun, masih belum ada jejak ayah saya. Sudah empat hari sejak ia hilang, dan kami tidak menerima informasi apa pun tentang keberadaannya. Saya dengan rendah hati memohon kepada Pemerintah Odisha untuk membantu melacak ayah saya dan membawanya pulang secepat mungkin,” tuturnya.

Kartik Mallick, perwakilan Sarpanch Gram Panchayat Bolang, menyatakan bahwa keluarga tersebut selama ini hidup damai berkat keberadaan Padmalochan. Hilangnya jawan ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat desa. Kasus ini juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap keselamatan personel keamanan yang sedang menjalani cuti, terutama saat melakukan perjalanan lintas provinsi.

Sementara itu, dalam momentum Hari Peringatan Polisi yang diperingati setiap 21 Oktober, isu keselamatan aparat keamanan kembali menjadi sorotan. Di Andhra Pradesh, Kepala Menteri N Chandrababu Naidu menyerukan pentingnya kepolisian yang digerakkan teknologi dan manusiawi dalam mencegah kejahatan serta melindungi warga. Seruan itu disampaikannya saat memberikan penghormatan kepada para personel yang gugur dalam tugas di Amar Jawan Memorial, Batalyon VI Andhra Pradesh Special Police, Mangalagiri. Naidu menegaskan bahwa law and order yang efektif merupakan fondasi pembangunan negara bagian, penarik investasi, dan kesejahteraan rakyat.

Ia juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan, analisis data, dan drone untuk meningkatkan pencegahan serta investigasi kejahatan. “Personel kepolisian harus mengadopsi metode berbasis teknologi untuk mencegah kejahatan, memperlakukan korban dengan manusiawi, dan menjaga ketertiban umum,” kata Naidu. Pernyataan ini relevan dengan kasus hilangnya jawan Padmalochan, di mana teknologi pelacakan dan koordinasi antarpolisi lintas wilayah menjadi kunci dalam upaya pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Benggala Barat dan Odisha belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan. Keluarga Padmalochan terus berharap keajaiban dan meminta perhatian serius dari pemerintah, khususnya Pemerintah Odisha, agar jawan yang menjadi tulang punggung keluarga itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang mereka kenakan, para jawan dan aparat keamanan lainnya adalah manusia yang juga membutuhkan perlindungan saat kembali ke pangkuan keluarga.

Masyarakat Desa Bolang dan warga sekitar terus mengikuti perkembangan pencarian. Berbagai pihak mendesak agar koordinasi antara kepolisian setempat, CRPF, dan otoritas perkeretaapian diperkuat guna mengungkap misteri hilangnya Padmalochan. Semua mata kini tertuju pada upaya pemerintah dalam merespons permohonan keluarga, sembari berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.