BMKG Hari Ini: Kabut Asap Palembang Nyaris Hitam, Cuaca Ekstrem Mengintai Jawa Barat hingga Gempa Susulan Sumba

Foto: Istimewa

BMKG Hari Ini: Kabut Asap Palembang Nyaris Hitam, Cuaca Ekstrem Mengintai Jawa Barat hingga Gempa Susulan Sumba

Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | BMKG hari ini kembali menjadi sorotan publik setelah merilis serangkaian informasi penting terkait kondisi cuaca, kualitas udara, dan aktivitas gempa bumi di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari kabut asap pekat di Palembang yang masuk kategori sangat berbahaya, peringatan cuaca ekstrem di Jawa Barat, hingga gempa susulan di Sumba Barat Daya dan gempa Sukabumi, semua terangkum dalam pantauan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa kualitas udara di Kota Palembang berada pada level sangat berbahaya akibat kabut asap yang menyelimuti kota sejak pagi. Berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, indeks kualitas udara masuk dalam kategori hitam, yang berarti sangat berbahaya bagi kesehatan seluruh lapisan masyarakat. “Kondisi ini menuntut kewaspadaan bersama,” ujarnya. Kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di sekitar Sumatra Selatan.

Sementara itu, di Jawa Barat, BMKG hari ini mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologis. Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menyatakan bahwa sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Sukabumi, dan Cianjur diminta waspada pada Senin, 5 Oktober 2026. Peringatan serupa berlanjut pada Selasa, 6 Oktober 2026, untuk Bogor dan Bandung, serta Rabu, 7 Oktober 2026, di Karawang dan Garut. “Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi siaga menghadapi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” kata Rakhmat. Potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang menjadi ancaman utama.

Di Jawa Timur, prakiraan cuaca untuk Senin, 5 Oktober 2026, menunjukkan variasi kondisi. Kota Batu diprediksi turun hujan, sementara sebagian besar wilayah lain seperti Surabaya, Malang, dan sekitarnya cenderung berawan hingga udara kabur. Suhu berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 40-99 persen. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Selain cuaca, BMKG hari ini juga mencatat aktivitas gempa yang cukup signifikan. Gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada pukul 05.55 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 30 kilometer. Hingga pukul 08.05 WIB, tercatat 62 gempa susulan dengan magnitudo 1,5 hingga 4,3. “Kami akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan memberikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat,” ujar Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Geofisika BMKG. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun guncangan kuat dirasakan di Kodi hingga membuat warga panik. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, dan kerusakan moderat terjadi pada sebuah sekolah dasar Islam serta dua rumah di Pero Konda.

BMKG memperkirakan gempa susulan dapat berlangsung kurang dari satu bulan, lebih singkat dibandingkan rangkaian gempa Flores 15 Agustus yang masih berlanjut. “Kami membutuhkan data tambahan sekitar dua hari untuk memperkirakan peluruhan gempa susulan secara lebih pasti,” jelas Bayu Pranata, Pejabat Operasi Informasi Gempa dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Pada pagi yang sama, gempa magnitudo 4,2 juga mengguncang selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pukul 08.31.56 WIB. Pusat gempa berada di laut, 61 kilometer selatan Sukabumi, pada kedalaman 36 kilometer. Getaran dirasakan hingga Pelabuhan Ratu dan Cianjur pada skala II-III MMI, serta Cidolog pada skala II MMI. Meski kekuatannya lebih kecil, guncangan tetap membuat sebagian warga keluar rumah. Sebelumnya, gempa juga tercatat di Aceh Jaya dengan magnitudo 5,8 setelah diperbarui dari 5,9.

BMKG hari ini mengingatkan bahwa Indonesia masih berada dalam periode cuaca dinamis dan aktivitas seismik yang aktif. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi, mengenali risiko lingkungan, serta mengikuti protokol evakuasi jika terjadi bencana. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologis maupun geologis.

Dengan berbagai peringatan tersebut, kewaspadaan menjadi kunci. Kabut asap di Palembang yang sangat berbahaya, cuaca ekstrem di Jawa Barat, serta gempa susulan di Sumba dan Sukabumi menunjukkan bahwa kondisi alam hari ini menuntut perhatian serius dari semua pihak. BMKG terus berkomitmen memberikan informasi terkini demi keselamatan bersama.