Alas Roban The Series: Gebrakan Horor Batang yang Mengguncang Layar dan Pariwisata
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Penayangan perdana Alas Roban The Series di Alun-Alun Batang pada Senin malam, 19 Oktober 2026, berhasil menyedot perhatian ribuan warga. Acara nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi jitu mempromosikan potensi wisata daerah ke kancah nasional hingga internasional. Serial garapan sutradara Sondang Pratama ini mengambil lokasi syuting langsung di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, dan dibintangi aktor papan atas seperti Michelle Ziudith, Fara Shakila, serta Rio Dewanto. Bahkan, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan turut ambil peran dalam serial tersebut.
Bupati Faiz menegaskan bahwa Alas Roban The Series memiliki misi lebih besar dari sekadar menghibur. “Film ini tidak hanya menyajikan hiburan dengan narasi horor, tetapi juga mengingatkan kita untuk terus menjaga alam dan warisan kekayaan yang telah dikaruniakan kepada Kabupaten Batang,” ujarnya usai acara. Menurutnya, Alas Roban adalah bagian dari tanah, hutan, dan air yang suci yang harus dilestarikan. Pemerintah daerah pun terus mengoptimalkan berbagai instrumen promosi, termasuk media perfilman, untuk mengenalkan potensi lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil nyata. Faiz mengungkapkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke Batang serta munculnya inisiatif wisata baru seperti paket Tour de Alas Roban yang diinisiasi mandiri oleh masyarakat. “Pemkab Batang terbuka terhadap berbagai peluang produksi film berikutnya, selama dapat turut memperkenalkan lokasi dan potensi Kabupaten Batang,” tambahnya. Ia juga mencontohkan bahwa di berbagai negara, banyak spot wisata menjadi viral karena dipakai untuk syuting film. Hal ini menjadi dasar pemerintah daerah memanfaatkan Alas Roban The Series sebagai daya tarik pariwisata baru.
Di sisi lain, pemutaran perdana sempat diwarnai insiden teknis ketika suara dialog film tiba-tiba menghilang, sementara musik latar tetap terdengar. Insiden ini sontak memicu spekulasi mistis di tengah masyarakat, mengingat aura horor yang melekat pada nama Alas Roban. Namun, Bupati Faiz dengan ringan menepis anggapan tersebut. “Enggak, enggak, enggak, itu hanya kesalahan teknis, bukan mistis. Ya, teknis saja,” katanya sambil tertawa. Ia memastikan bahwa gangguan tersebut murni kendala peralatan audio, bukan hal-hal berbau supranatural.
Pemeran utama, Michelle Ziudith, mengapresiasi antusiasme warga Batang dalam menyambut penayangan perdana serial ini. Ia mengaku senang dapat kembali terlibat dalam kisah Alas Roban setelah sebelumnya membintangi film layar lebarnya. “Batang luar biasa. Warganya sangat antusias menyaksikan tayangan perdana ini,” tuturnya. Keberhasilan acara nobar ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap karya lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya dan lingkungan Kabupaten Batang.
Dengan dukungan kuat dari pemerintah dan industri kreatif, Alas Roban The Series berpotensi menjadi pintu gerbang bagi Batang untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Serial ini tidak hanya menawarkan ketegangan horor, tetapi juga pesan moral tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Ke depan, Pemkab Batang berkomitmen terus mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan perekonomian daerah, salah satunya melalui pariwisata yang dipromosikan lewat film. Alas Roban The Series menjadi bukti bahwa media hiburan dapat menjadi alat efektif untuk memperkenalkan potensi lokal ke dunia.
