Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit pada pekan keenam Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026), skuad asuhan Bernardo Tavares tumbang 0-1 dari PSM Makassar dalam laga yang penuh drama hingga menit terakhir. Winger Ricky Pratama yang dipercaya tampil sejak menit awal bersama Yann Mabella di lini depan Bajol Ijo berusaha keras membongkar pertahanan tuan rumah, namun usaha Ricky Pratama dan rekan-rekannya tak membuahkan hasil maksimal.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Persebaya musim ini setelah pada lima pertandingan sebelumnya mereka tak terkalahkan. Tambahan tiga poin membuat PSM Makassar naik ke peringkat ke-10 dengan delapan poin, sementara Persebaya tertahan di posisi kesembilan dengan sembilan poin.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit awal, kedua tim tampil hati-hati. PSM yang berstatus tuan rumah berusaha mengambil inisiatif serangan. Lars Veldwijk sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-21, tetapi penyelesaiannya mampu digagalkan kiper Persebaya, M Reza Arya. Ancaman berikutnya datang dari tembakan jarak jauh Victor Luiz yang belum menemui sasaran.
Persebaya perlahan menemukan ritme permainan menjelang turun minum. Namun, rapatnya barisan pertahanan kedua tim membuat peluang bersih sulit tercipta. Skor kacamata bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares memasukkan Alex Martins dan Toni Firmansyah untuk menambah daya gedor. Perubahan itu membuat Bajol Ijo lebih agresif. Toni melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-49 yang masih bisa diamankan kiper PSM, Muhammad Ardiansyah. Tak lama berselang, giliran Ricky Pratama yang mengirimkan umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan PSM pada menit ke-60, meski belum ada pemain Persebaya yang mampu menyambutnya.
Dua menit kemudian, Alex Martins hampir membawa Persebaya unggul, tetapi tendangan kaki kanannya hanya membentur tiang gawang. Yann Mabella dan Ricky Pratama terus berupaya membuka ruang di pertahanan tuan rumah, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat tekanan mereka belum berbuah gol.
Petaka Gol Bunuh Diri
Ketika Persebaya terlihat semakin dekat dengan gol, PSM justru menemukan celah untuk menghukum lawannya. Pada menit ke-74, pergerakan Lars Veldwijk membuat pertahanan Bajol Ijo dalam tekanan. Umpan mendatar yang dilepaskannya berujung petaka setelah Yuran Fernandes salah mengantisipasi arah bola dan justru memasukkan bola ke gawang timnya sendiri.
Ironi menyelimuti momen tersebut. Yuran merupakan mantan pemain Juku Eja sebelum kini membela Persebaya, sehingga kesalahannya langsung berdampak pada posisi tim di pertandingan. Gol bunuh diri itu mengubah skor menjadi 1-0 untuk PSM dan sekaligus memecah kebuntuan yang berlangsung hampir sepanjang laga.
Drama Penalti di Ujung Laga
Bagian paling menegangkan terjadi pada masa tambahan waktu. Persebaya mendapatkan hadiah penalti setelah Agung Mannan menarik Risto Mitrevski di kotak terlarang. Setelah meninjau VAR, wasit menunjuk titik putih sekaligus mengeluarkan kartu merah untuk bek PSM tersebut.
Alex Martins dipercaya menjadi eksekutor. Namun, tendangan pertamanya berhasil dibaca dan ditepis Ardiansyah. Penalti kemudian harus diulang karena kiper PSM dinilai bergerak meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang. Kesempatan kedua ternyata kembali berakhir mengecewakan. Alex Martins mengarahkan bola ke sisi yang sama, sementara Ardiansyah sekali lagi tampil sigap menggagalkan peluang emas tersebut.
Dua penyelamatan beruntun itu menjadi penentu kemenangan PSM. Ardiansyah menunjukkan ketenangan pada situasi dengan tekanan tinggi, ketika satu kesalahan saja bisa mengubah hasil pertandingan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 untuk kemenangan Juku Eja bertahan.
Catatan Evaluasi
Dari sudut pandang pertandingan, momen ini memperlihatkan bahwa dominasi serangan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. Persebaya mampu menciptakan peluang berbahaya, tetapi kegagalan menyelesaikan kesempatan dan kesalahan di lini belakang membuat mereka harus membayar mahal.
Bagi PSM, hasil ini menjadi kemenangan kandang pertama mereka musim ini. Selain memperbaiki kepercayaan diri, tambahan tiga poin juga menjadi modal untuk memperbaiki posisi di klasemen. Sementara bagi Persebaya, penampilan Ricky Pratama dan kolega setidaknya menjadi modal positif untuk bangkit pada laga-laga berikutnya.
Kekalahan di Parepare sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan Persebaya pada lima pertandingan awal musim. Pelatih Bernardo Tavares kini dihadapkan pada tugas memperbaiki efektivitas lini serang, terutama dalam memaksimalkan peluang dari umpan silang yang kerap dihasilkan Ricky Pratama di sisi sayap. Konsistensi dan ketenangan dalam momen krusial akan menjadi kunci bagi Bajol Ijo jika ingin kembali ke jalur kemenangan pada pekan-pekan mendatang.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: Lintasbalikpapan.com, Kotaku, Skor.id, VIVA, dan media terkait

