Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Persik Kediri berhasil mengamankan tiga poin penuh saat menjamu PSS Sleman dalam laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10/2026) sore WIB. Kemenangan 2-1 atas PSS ini menjadi modal berharga bagi Macan Putih sebelum melakoni laga tandang berat kontra Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin (26/10/2026).
Laga berjalan menarik sejak menit awal. Tuan rumah langsung membuka keunggulan melalui gol Ernesto Gomez Munoz dari titik penalti pada menit kedelapan. Namun PSS Sleman sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui Melvyn Lorenzen yang memanfaatkan umpan Gustavo Henrique Barbosa Freire. Gomes kembali menjadi pembeda dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-42, sekaligus mengunci skor 2-1 yang bertahan hingga peluit panjang.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku senang dengan hasil tersebut. Ia secara khusus mempersembahkan kemenangan ini untuk Persikmania yang memenuhi stadion dan terus mendukung timnya sepanjang pertandingan.
“Saya sangat senang bisa menang dan memberikan kemenangan ini kepada penonton yang datang ke stadion. Sangat menyenangkan melihat mereka menikmati permainan dan mendukung kami. Ini sangat penting bagi tim,” kata Marcos.
Meski meraih kemenangan, Marcos mengakui pertandingan melawan PSS tidak berjalan mudah. Kondisi cuaca dingin di Kediri turut memengaruhi jalannya pertandingan sehingga para pemain kesulitan mengontrol permainan sesuai rencana. Selain itu, PSS Sleman dinilai mampu menyiapkan strategi dengan baik dan memberikan tekanan kepada Persik.
Marcos juga menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol tambahan agar bisa mengamankan kemenangan dengan lebih nyaman. Namun peluang tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sehingga Persik harus berjuang hingga pertandingan berakhir.
“Dua gol yang bagus dan banyak peluang. Saya pikir kami bisa mencetak gol ketiga agar pertandingan lebih mudah, tetapi itu tidak terjadi sehingga kami harus berjuang sampai akhir. Namun, kami berhasil mendapatkan tiga poin,” jelasnya.
Dari kubu lawan, pelatih PSS Sleman, Huistra, menyoroti keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Persik. Menurutnya, penalti tersebut terasa terlalu mudah diberikan dan menjadi salah satu momen yang merugikan timnya.
“Penalti yang diberikan agak terlalu mudah, saya pikir itu kurang beruntung dari sudut pandang kami,” tuturnya.
Huistra juga mengakui timnya melakukan kesalahan di lini pertahanan yang berujung gol lawan. Ia menilai PSS seharusnya tidak memberikan terlalu banyak kesempatan kepada lawan untuk menciptakan peluang.
“Kami kebobolan gol, ada kesalahan di lini pertahanan. Kami tidak boleh memberikan kesempatan dua atau tiga kali bagi lawan untuk melakukan tembakan bebas atau sundulan langsung ke gawang,” ujarnya.
Meski kecewa, pelatih berpaspor Belanda itu menilai PSS telah menunjukkan permainan yang cukup baik dan layak membawa pulang setidaknya satu poin. Menurutnya, kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang dan menciptakan sejumlah peluang.
“Saya rasa kami kurang beruntung harus kalah di sini. Kami bermain dengan baik, begitu juga kedua tim. Saya juga harus memberikan pujian kepada Persik. Mereka bermain dengan cara yang bagus,” katanya.
“Kami sangat tidak beruntung. Kami layak mendapatkan lebih. Kami bermain cukup baik untuk setidaknya mengamankan satu poin, atau bahkan menang di sini,” tambah Huistra.
Sementara itu, Marcos Reina menegaskan bahwa kekompakan dan chemistry tim menjadi kunci performa apik Persik belakangan ini. Menurutnya, seluruh elemen tim selalu menjaga kekompakan baik di dalam maupun di luar lapangan sehingga ikatan batin para pemain semakin kuat.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyadari padatnya jadwal kompetisi menjadi tantangan tersendiri. Namun ia memilih pendekatan humanis dalam mengelola para pemain, termasuk memperhatikan kondisi emosi dan kelelahan mereka.
“Pemain adalah manusia. Mereka punya spirit, emosi, dan kelelahan di pertandingan. Saya pun perlakukan dengan pendekatan humanis. Kita lihat para pemain tampak ceria saat latihan. Suasana hati ini berpengaruh besar di pertandingan,” pungkasnya.
Setelah laga ini, Persik langsung memfokuskan diri pada pemulihan kondisi pemain sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Persija Jakarta. Kemenangan atas PSS Sleman menjadi suntikan moral berharga bagi Macan Putih untuk menghadapi laga tandang yang tidak mudah di JIS.
Secara keseluruhan, duel Persik melawan PSS Sleman menyajikan pertandingan yang menarik dengan dua wajah berbeda. Persik meraih hasil maksimal berkat ketajaman Ernesto Gomez, sementara PSS harus menerima kekalahan meski tampil cukup kompetitif. Kemenangan ini sekaligus menegaskan ambisi Persik Kediri untuk terus bersaing di papan atas BRI Super League musim ini.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber: Liputan6.com, detikSport, Okezone.com

