Liga Ukraina di Pusaran Eropa: Shakhtar Tumbang, Wakil Ukraina Lain Dihajar Enam Gol Tanpa Balas
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Peta kekuatan klub-klub liga ukraina di pentas Eropa kembali menjadi sorotan pada matchday ketiga kompetisi antarklub Benua Biru. Dalam rentang dua hari, dua wakil Ukraina menempuh nasib yang amat berbeda: satu harus mengakui keunggulan lawan di Liga Champions, sementara yang lain pulang dengan luka menganga di Liga Europa. Dinamika ini sekaligus menegaskan bahwa persaingan di liga ukraina yang kompetitif belum sepenuhnya berbanding lurus dengan performa di panggung Eropa.
Shakhtar Donetsk menjadi nama pertama yang mencuri perhatian. Bertandang ke Stadion Giuseppe Meazza, markas Inter Milan, pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB, skuad asuhan Arda Turan sejatinya datang dengan modal percaya diri. Shakhtar tengah nyaman di puncak klasemen liga ukraina usai mengalahkan Kolos 2-1, dan sebelumnya meraih empat poin dari dua laga fase liga Liga Champions melalui hasil kontra PSV Eindhoven serta kemenangan comeback atas AEK Athena.
Namun, catatan sejarah berbicara lain. Inter Milan memang belum pernah tersentuh kekalahan dalam tujuh pertemuan terakhir menghadapi Shakhtar, dengan rincian tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya kebobolan satu gol. Rekor itu terbukti masih menjadi tembok psikologis bagi wakil liga ukraina tersebut.
Inter langsung mengambil inisiatif sejak awal. Marcus Thuram mendapat peluang emas, tetapi kiper Shakhtar, Dmytro Riznyk, tampil sigap. Hakan Calhanoglu juga mengancam lewat kerja sama dengan Nicolo Barella, meski tembakannya masih melenceng. Ange-Yoan Bonny nyaris membuka keunggulan lewat tembakan berputar, lagi-lagi digagalkan Riznyk. Tim tamu sempat mengancam menjelang akhir babak pertama melalui sundulan Valeriy Bondar yang menyambut sepak pojok, tetapi kiper Inter, Josep Martinez, berhasil menepisnya.
Drama sesungguhnya baru dimulai di babak kedua. Alessandro Bastoni menerima kartu kuning kedua pada menit ke-68 sehingga Inter harus bermain dengan sepuluh pemain. Alih-alih tertekan, tuan rumah justru memanfaatkan momen tersebut. Pada menit ke-77, Carlos Augusto mencetak gol penentu. Skuad asuhan Cristian Chivu mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menjadi tiga poin pertama Inter pada fase liga musim ini, sekaligus mengangkat mereka ke peringkat ke-20 klasemen sementara. Sebaliknya, Shakhtar tertahan di posisi ke-17 dengan empat poin dan harus merelakan rekor tak terkalahkan mereka pupus. Bagi pengamat liga ukraina, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa konsistensi domestik belum tentu menjamin hasil di kompetisi seketat Liga Champions.
Nasib jauh lebih pahit dialami wakil Ukraina di Liga Europa. Real Sociedad berpesta enam gol tanpa balas saat menjamu klub asal Ukraina, Lillestrom. Pasukan Pellegrino Matarazzo tampil menggila lewat dua gol Sergio Gomes dan dua gol Luka Sucic, ditambah sumbangan Orri Oskarsson serta Arsen Zakharyan. Kekalahan telak ini menjadi catatan kelam bagi perwakilan liga ukraina di kompetisi kasta kedua Eropa tersebut.
Di laga lain, kejutan terjadi ketika Juventus ditahan Rennes 2-2 di Allianz Stadium, Turin. Gol Juventus dicetak Zeki Celik dan Nick Woltemade dari titik penalti, sementara Rennes membalas lewat Musa Al-Taamari dan Boulaye Dia yang juga mencetak gol penalti. Sementara itu, AC Milan dibantai Bournemouth 3-0 di Vitality Stadium, dengan seluruh gol The Cherries lahir dari bola mati: dua penalti Justin Kluivert dan Marcus Tavernier serta tendangan bebas Amine Adli.
Hingga matchday ketiga, hanya tersisa lima tim yang mampu mempertahankan rekor kemenangan sejak pekan pertama, yakni Benfica, Bayer Leverkusen, Bournemouth, Ferencvaros, dan Olympiacos. Di sisi lain, Real Madrid belum terbendung setelah membukukan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig di Santiago Bernabeu, dengan Bernardo Silva membuka keunggulan pada akhir babak pertama.
Bagi klub-klub liga ukraina, pekan ini menjadi cermin sekaligus cambuk. Kualitas kompetisi domestik yang ketat seharusnya menjadi fondasi untuk bersaing di Eropa. Namun, hasil di Meazza dan pesta gol Sociedad menunjukkan bahwa jarak dengan elite Eropa masih perlu dipersempit melalui penguatan skuad, kedalaman pemain, dan mentalitas bertanding di laga-laga besar. Perjalanan Shakhtar dan wakil Ukraina lainnya di kompetisi Eropa masih panjang, dan matchday berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi mereka untuk bangkit sekaligus mengangkat martabat sepak bola liga ukraina di kancah internasional.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Pedomanmedia, DetikSport, IPOL.ID, Republika, Merahputih.com
