Al Ittihad Terus Memburu Takhta: Kemenangan Dramatis atas Al Diriyah dan Bayang-Bayang Transfer Rp750 Miliar yang Gagal
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Persaingan papan atas Liga Roshn Saudi kembali memanas. Al Ittihad terus menjaga asa untuk mengejar duo pemuncak, Al Nassr dan Al Hilal, setelah meraih kemenangan menegangkan dua gol tanpa balas atas Al Diriyah dalam laga pekan kesebelas di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Tambahan tiga poin ini membuat Al Ittihad kian percaya diri mengintip peluang di sisa musim, sekaligus menegaskan ambisi klub berjuluk Al Ameed tersebut untuk kembali ke lingkaran persaingan gelar.
Elinikhena, Mesin Gol yang Tak Pernah Berhenti
Laga melawan Al Diriyah menjadi panggung bagi penyerang asal Nigeria, Georges Ilenikhena, yang kembali membuktikan ketajamannya. Ia membuka keunggulan Al Ittihad pada menit ke-30 setelah memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Rios yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper lawan. Gol tersebut sempat melalui peninjauan teknologi video asisten wasit sebelum akhirnya disahkan.
Namun, angka paling mencolok dari performa Ilenikhena musim ini bukan sekadar gol ke gawang Al Diriyah. Sepanjang musim, pemain berusia muda itu telah mencetak delapan gol dan menyumbang tiga assist hanya dalam delapan pertandingan ketika dipercaya tampil sebagai starter, atau total sebelas kontribusi gol di laga-laga tersebut. Secara keseluruhan, ia telah menjalani dua belas pertandingan bersama Al Ittihad, termasuk satu laga sebagai pemain pengganti. Produktivitas itu menjadikannya senjata serangan yang sulit diabaikan, bukan hanya sebagai penyelesai serangan, tetapi juga kreator peluang bagi rekan-rekannya.
Strategi Babak Kedua dan Penalti Wijnaldum
Memasuki babak kedua, tim pelatih Al Ittihad bergerak menyegarkan lini depan dengan menurunkan Youssef En-Nesyri dan Dion Lopy. Sementara itu, Al Diriyah mencoba bangkit melalui penguatan opsi serangan dengan memainkan Darwin Nunez. Meski demikian, organisasi pertahanan Al Ittihad tetap solid dan mampu meredam setiap tekanan.
Harapan Al Diriyah untuk bangkit akhirnya pupus pada menit ke-77 ketika Georginio Wijnaldum mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa Al Ittihad unggul dua gol. Marwan Al Sahafi yang masuk pada menit-menit akhir turut membantu menjaga hasil hingga peluit panjang berbunyi. Dengan kemenangan ini, Al Ittihad mengoleksi 21 poin dan menempati peringkat keempat klasemen, terus menekan tim-tim papan atas dalam upaya mempersempit jarak dengan Al Nassr dan Al Hilal.
Bayang-Bayang Transfer Fantastis yang Batal
Di balik performa apik di lapangan, Al Ittihad juga menyisakan cerita menarik di bursa transfer. Direktur Feyenoord, Robert Eenhoorn, mengungkap bahwa klubnya nyaris melepas winger Aljazair, Anis Hadj Moussa, ke Al Ittihad dengan tawaran yang disebut-sebut mencapai 42,5 juta euro atau sekitar Rp750 miliar. Namun, tawaran itu gugur pada hari terakhir bursa transfer setelah Feyenoord meminta jaminan bank yang tak kunjung datang.
“Pada tawaran pertama yang kami terima, pembayaran termin pertama hanya sepuluh persen dari total nilai. Itu langsung memicu tanda bahaya,” ujar Eenhoorn. Menurut laporan media Saudi, Al Ittihad menilai pembekuan dana untuk jaminan bank sebagai hal yang mustahil karena nilai tawaran mereka sudah menyentuh batas maksimal. Alhasil, Hadj Moussa bertahan di Rotterdam dan justru tampil gemilang dengan torehan lima gol serta satu assist, sementara Feyenoord kini memuncaki klasemen Eredivisie.
Kesimpulan
Kemenangan atas Al Diriyah menjadi sinyal tegas bahwa Al Ittihad belum menyerah dalam perburuan gelar Liga Roshn Saudi. Ketajaman Ilenikhena, kedalaman skuad, serta soliditas lini belakang menjadi modal berharga untuk terus menempel Al Nassr dan Al Hilal. Di sisi lain, kisah transfer gagal Hadj Moussa menjadi pengingat bahwa ambisi besar di bursa transfer tak selalu berjalan mulus. Kini, tantangan sesungguhnya menanti: menjaga konsistensi agar Al Ittihad tetap berada di jalur persaingan hingga pekan-pekan terakhir musim.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Goal Indonesia, Flashscore
