Kalimantan Update – 02 Oktober 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara tegas mendorong jajarannya untuk merumuskan pendekatan komprehensif yang tidak hanya menyembuhkan pengguna narkoba, tetapi juga memastikan mereka kembali produktif. Arahan ini menjadi inti dari upaya Presiden Bantu Pengguna Narkoba Pulih dan Produktif yang disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/09/2026). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Kepala Negara menginginkan adanya perubahan paradigma dalam penanganan korban penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan remaja dan anak muda.
Dalam keterangan pers seusai rapat, Brian menjelaskan bahwa Presiden memberikan arahan spesifik mengenai pengembangan model kurikulum dan pendidikan yang mampu mentransformasi kehidupan para pengguna narkoba. “Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum, pendidikan yang ada sehingga itu akhirnya bisa betul-betul merubah ya,” ujar Brian menirukan arahan Presiden. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yang membahas langkah strategis untuk mengatasi permasalahan narkoba yang semakin mengkhawatirkan, khususnya di kalangan generasi muda.
Lebih lanjut, Brian mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, Kepala Negara menyoroti pentingnya pendekatan rehabilitasi yang terintegrasi dengan dunia pendidikan. Presiden meminta agar praktik-praktik baik yang telah dikembangkan oleh perguruan tinggi di Indonesia dapat menjadi acuan. Beberapa universitas dilaporkan telah mengembangkan metode rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan pendekatan pendidikan yang lebih humanis. Masukan juga datang dari dokter RSCM serta peneliti Universitas Indonesia yang telah lama menekuni bidang ini.
“Nah itu semuanya akan kita gunakan, kita akan rumuskan, formulasikan praktik-praktik baik yang sudah dikembangkan oleh kampus ya, perguruan tinggi, sehingga nantinya proses rehabilitasi pengguna narkoba, apalagi terutama yang remaja-remaja, anak-anak muda, itu dipastikan betul-betul bisa menyelesaikan permasalahan mereka,” kata Brian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan tenaga medis menjadi kunci keberhasilan program Presiden Bantu Pengguna Narkoba Pulih dan Produktif.
Selain mengandalkan pengalaman dalam negeri, Presiden Prabowo juga meminta agar pemerintah mempelajari praktik terbaik dari negara lain. Perhatian khusus diberikan pada model pendidikan dan rehabilitasi yang telah memanfaatkan teknologi canggih. “Tadi Bapak Presiden juga memberikan petunjuk, ada bagaimana best practice di beberapa negara lain gitu ya, pendidikan itu betul-betul model pendidikan dan model rehabilitasi yang memanfaatkan kemajuan-kemajuan teknologi, itu sudah bisa dilakukan ya, sehingga nantinya betul-betul permasalahan ini bisa diselesaikan,” ucap Brian. Hal ini menunjukkan bahwa upaya Presiden Bantu Pengguna Narkoba Pulih dan Produktif tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga mengadopsi standar internasional.
Rapat terbatas tersebut juga menyoroti meningkatnya kemudahan akses narkoba di kalangan remaja. Brian menekankan bahwa konsep yang akan disusun bersama perguruan tinggi diarahkan agar anak muda yang menjalani rehabilitasi tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga mampu kembali produktif secara sosial dan ekonomi. “Jadi tidak hanya sembuh tetapi juga kemudian produktif. Jadi yang kita akan susun bersama, tadi bersama-sama nanti perguruan tinggi yang memang memiliki fakultas kedokteran, fakultas psikologis yang sudah banyak terlibat dalam proses rehabilitasi para pengguna atau pecandu narkoba,” tuturnya.
Dalam konteks ini, pendekatan yang akan dirumuskan mencakup beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan. Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi fokus pemerintah dalam menyusun model rehabilitasi dan pendidikan bagi pengguna narkoba:
- Integrasi Kurikulum: Menyusun kurikulum khusus yang dapat memulihkan kondisi mental dan keterampilan pengguna narkoba, sehingga mereka memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat.
- Pemanfaatan Teknologi: Mengadopsi teknologi terkini dalam proses rehabilitasi, seperti aplikasi pemantauan kesehatan mental, telemedicine, dan platform pembelajaran digital.
- Kolaborasi Multipihak: Melibatkan perguruan tinggi dengan fakultas kedokteran dan psikologi, rumah sakit seperti RSCM, serta peneliti dari universitas ternama.
- Pendekatan Individual: Memastikan setiap pengguna narkoba mendapatkan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang mereka.
- Pemulihan Produktif: Menyiapkan program pelatihan kerja dan kewirausahaan agar mantan pengguna narkoba dapat mandiri secara ekonomi.
Pemerintah juga berencana untuk mengkaji lebih dalam praktik-praktik terbaik dari negara-negara yang telah sukses menangani masalah narkoba melalui pendekatan pendidikan dan teknologi. Brian menyatakan bahwa formulasi kebijakan ini akan melibatkan para ahli dan akademisi, sehingga menghasilkan model yang aplikatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya Presiden Bantu Pengguna Narkoba Pulih dan Produktif diharapkan dapat menjadi tonggak baru dalam penanganan narkoba di Indonesia.
Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan keluarga. Presiden Prabowo menekankan bahwa pendekatan yang humanis dan berbasis bukti ilmiah akan menjadi landasan utama. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba dapat ditekan, dan para korban dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif.
Sebagai penutup, inisiatif Presiden Bantu Pengguna Narkoba Pulih dan Produktif merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Dengan fokus pada pemulihan dan produktivitas, bukan sekadar hukuman, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Diharapkan, model yang dirumuskan dapat segera diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (Penulis: Intoniswan | Editor: Redaksi UpdateKaltim)
Sumber Berita: BPMI Setpres

