Modus Licik Penyelundup Narkoba Berulang Kali Ganti Nama Kapal demi Kelabui Aparat
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Penyelundup narkoba berulang kali ganti nama kapal menjadi salah satu strategi utama untuk mengelabui aparat penegak hukum. Hal itu terungkap setelah jajaran kepolisian membongkar penyelundupan 1,16 ton ketamin menggunakan kapal tanker MT Global 168 di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada 20 Oktober lalu. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut praktik berganti identitas kapal itu sebagai taktik yang sengaja dirancang agar pengawasan laut tidak mudah mendeteksi keberadaan mereka.
“Nah, inilah salah satu strategi para penyelundup selalu merubah-rubah nama kapal ya,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Kapal yang diamankan diketahui bernama MT Global 168, berjenis tanker dan berbendera Mongolia. Namun, berdasarkan penelusuran, kapal tersebut diketahui berasal dari Malaysia. “Jadi benderanya Mongolia, tapi kapalnya dari Malaysia,” kata Suyudi.
Dari penelusuran identitas, kapal itu memiliki nomor IMO 9078787, MMSI 4576155, dan Call Sign JWM8. Kapal dibangun pada 1993 dan tercatat masih aktif beroperasi. Sebelumnya, kapal yang sama pernah menggunakan nama Sulosio Maru No. 08. Perubahan nama inilah yang menjadi bagian dari pola penyelundup narkoba berulang kali ganti nama kapal untuk menyamarkan jejak operasi mereka.
Berikut sejumlah data teknis kapal yang berhasil dihimpun dari hasil pemeriksaan:
- Nama kapal: MT Global 168
- Jenis: Tanker
- Bendera: Mongolia (berasal dari Malaysia)
- Nomor IMO: 9078787
- MMSI: 4576155
- Call Sign: JWM8
- Tahun pembuatan: 1993
- Panjang: sekitar 56,99 hingga 57 meter
- Lebar: 9,02 meter
- Gross tonnage (GT): 370
- Deadweight tonnage (DWT): 726 hingga 776 ton
- Registered owner: Makmur Marine Petroleum
- Nama sebelumnya: Sulosio Maru No. 08
Tim gabungan juga telah mengidentifikasi perusahaan yang tercatat sebagai pemilik kapal atau registered owner, yakni Makmur Marine Petroleum. Identifikasi ini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri jaringan yang berada di balik pengiriman narkotika dalam jumlah besar tersebut.
Kapolri menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan sejumlah unsur penegak hukum. Upaya tersebut dilakukan untuk membongkar penyelundupan narkotika melalui jalur laut sekaligus mencegah peredarannya di Indonesia. Menurutnya, jalur laut masih menjadi favorit sindikat karena memiliki tingkat kerawanan tinggi dan luasnya wilayah pengawasan.
Modus penyelundup narkoba berulang kali ganti nama kapal dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap pengawasan aparat. Dengan mengganti nama dan identitas kapal, para pelaku berharap dapat menghindari daftar pantau serta lolos dari pemeriksaan di pelabuhan. Namun, kerja sama lintas lembaga melalui pemantauan pergerakan kapal terbukti mampu membongkar taktik tersebut.
Sebagai catatan, ketamin hidroklorida (Ketamin HCl) adalah obat anestesi disosiatif atau bius total yang bekerja dengan menghambat reseptor NMDA di otak untuk menghentikan sinyal rasa sakit dan kesadaran. Karena efek disosiatif dan halusinogeniknya, ketamin sering disalahgunakan sebagai narkotika sehingga peredarannya diawasi ketat oleh aparat penegak hukum.
Pengungkapan 1,16 ton ketamin ini menjadi peringatan bahwa sindikat narkotika terus memodifikasi cara operasi mereka, termasuk melalui perubahan identitas kapal. Sinergi antara BNN, Bea Cukai, Polri, serta penguatan pemantauan di perairan strategis seperti Selat Malaka dan Laut Andaman menjadi kunci untuk memutus rantai penyelundupan. Ke depan, penelusuran terhadap pemilik kapal dan jaringan di belakangnya diharapkan dapat mengungkap aktor intelektual yang selama ini bersembunyi di balik layar, sekaligus menegaskan bahwa strategi penyelundup narkoba berulang kali ganti nama kapal tidak akan lagi menjadi celah yang aman bagi mereka.
