Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani resmi melantik dan mengambil sumpah 29 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten HSU dalam sebuah upacara yang berlangsung di gedung H Abdul Wahid, Amuntai, Selasa (20/10/2026) siang. Momen ketika Bupati HSU Melantik 29 Pejabat Baru Minta Percepatan Penyerapan Anggaran 2026 ini menjadi titik awal penting bagi jajaran birokrasi setempat untuk menggenjot kinerja di sisa tahun anggaran. Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Sekda HSU Adi Lesmana, Ketua DPRD HSU H Fadillah, unsur Forkopimda, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hingga tamu undangan lainnya.
Dari total 29 pejabat yang dilantik, komposisinya terdiri atas dua pejabat pimpinan tinggi pratama, 24 pejabat administrator dan pengawas, serta tiga pejabat jabatan fungsional tertentu. Komposisi ini menunjukkan bahwa rotasi dan pengisian jabatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari level strategis hingga fungsional, guna memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Amanah dan Tanggung Jawab Besar
Dalam sambutannya, Bupati Sahrujani menegaskan bahwa jabatan yang baru saja diemban bukan sekadar simbol status, melainkan amanah, kepercayaan, sekaligus tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan tulus dan maksimal. Ia menekankan bahwa momentum pelantikan ini harus segera diikuti dengan percepatan kinerja, terutama karena saat ini telah memasuki triwulan IV tahun anggaran 2026. Para pejabat baru diminta segera beradaptasi dan memastikan seluruh program unggulan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Jabatan baru ini adalah amanah, kepercayaan, sekaligus tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan tulus dan maksimal,” kata Bupati Sahrujani di hadapan para pejabat yang dilantik.
Lima Arahan Utama Bupati
Untuk memastikan percepatan tersebut berjalan di jalur yang benar, Bupati menyampaikan lima arahan utama yang wajib dipegang oleh seluruh pejabat baru. Arahan-arahan ini menjadi kerangka kerja yang jelas dalam menjalankan tugas pemerintahan ke depan.
- Menguasai tugas pokok dan fungsi jabatan untuk mendukung percepatan pelaksanaan 21 program unggulan daerah.
- Mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran dengan tetap berpegang teguh pada prinsip akuntabilitas dan transparansi.
- Mengoptimalkan pelaporan kinerja melalui aplikasi PENA SAJIWA sebagai instrumen pengawasan dan evaluasi.
- Membangun kerja sama tim yang harmonis serta menghilangkan ego sektoral di lingkungan pemerintahan.
- Menjaga integritas dan disiplin kerja sesuai pakta integritas dan aturan kepegawaian ASN.
Kelima arahan tersebut saling berkaitan. Penguasaan tugas pokok dan fungsi menjadi fondasi, sementara percepatan penyerapan anggaran menjadi indikator utama keberhasilan. Di sisi lain, pelaporan kinerja melalui aplikasi PENA SAJIWA memastikan setiap capaian dapat dipantau secara objektif, sehingga potensi penyimpangan maupun keterlambatan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Fokus pada Penyerapan Anggaran Triwulan IV
Isu penyerapan anggaran menjadi perhatian serius dalam pelantikan kali ini. Memasuki triwulan IV, pemerintah daerah dituntut memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar terserap dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Keterlambatan dalam penyerapan anggaran kerap menjadi persoalan klasik di berbagai daerah, dan Bupati HSU ingin memastikan hal tersebut tidak terulang di lingkungan pemerintahannya.
Melalui penegasan Bupati HSU Melantik 29 Pejabat Baru Minta Percepatan Penyerapan Anggaran 2026, seluruh pejabat diharapkan memahami bahwa percepatan bukan berarti mengabaikan prosedur. Justru sebaliknya, kecepatan harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.
Kolaborasi dan Integritas sebagai Kunci
Selain soal anggaran, Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ego sektoral dinilai menjadi salah satu penghambat utama dalam pelaksanaan program pembangunan. Dengan menghilangkan ego sektoral, setiap SKPD dapat bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama, terutama dalam mendukung 21 program unggulan yang telah dicanangkan.
Tidak kalah penting, integritas dan disiplin kerja menjadi pesan moral yang ditekankan Bupati. Para pejabat diminta menandatangani dan menjunjung tinggi pakta integritas, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku bagi aparatur sipil negara. Integritas dinilai sebagai benteng utama dalam mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan pemerintahan.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten HSU berharap dapat memperkuat struktur organisasinya dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Momentum Bupati HSU Melantik 29 Pejabat Baru Minta Percepatan Penyerapan Anggaran 2026 diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh aparatur untuk bekerja lebih keras, cerdas, dan ikhlas dalam melayani masyarakat.
Secara keseluruhan, langkah Bupati HSU dalam merotasi dan mengisi sejumlah jabatan strategis mencerminkan komitmen untuk membangun birokrasi yang lebih dinamis dan berorientasi pada hasil. Keberhasilan pelantikan ini pada akhirnya akan diukur dari sejauh mana para pejabat baru mampu menerjemahkan arahan pimpinan menjadi program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Hulu Sungai Utara. Jika percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan program unggulan dapat terealisasi sesuai target, maka visi HSU Bangkit akan semakin dekat dengan kenyataan.

