Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Al Ittihad Jeddah kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan utama Liga Pro Saudi. Dalam laga pekan ke-11 yang digelar di Alinma Stadium, Jeddah, Jumat malam waktu setempat, Al Ittihad Jeddah berhasil mengalahkan tamunya, Al Diriyah, dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini tidak hanya mendongkrak posisi mereka di klasemen, tetapi juga menegaskan rekor impresif sebagai tim yang sulit dikalahkan.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Al Ittihad Jeddah langsung mengambil inisiatif penyerangan, meski sempat menghadapi perlawanan ketat dari Al Diriyah. Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning di babak pertama, termasuk untuk Saad Al-Mousa pada menit ke-6 dan Mukhtar Ali pada menit ke-24, yang menandakan tensi pertandingan cukup panas. Namun, dominasi Al Ittihad Jeddah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30 melalui aksi striker muda asal Nigeria, George Ilenikhena. Gol tersebut sempat ditinjau VAR sebelum akhirnya disahkan, membawa tuan rumah unggul 1-0.
Keunggulan itu bertahan hingga turun minum. Pelatih Al Ittihad Jeddah melakukan rotasi strategis dengan menarik Ilenikhena dan Saad Al-Mousa, memasukkan Youssef En-Nesyri dan Dion Lopy untuk menjaga intensitas serta mengamankan lini tengah. Perubahan ini terbukti efektif. Pada menit ke-56, Danilo Pereira mencetak gol kedua yang membuat kedudukan menjadi 2-0. Gol tersebut sempat dinarasikan berbeda oleh beberapa sumber, namun catatan resmi menunjukkan bahwa gelandang asal Belanda, Georginio Wijnaldum, juga mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi penalti pada menit ke-77. Terlepas dari dinamika di lapangan, Al Ittihad Jeddah mengunci kemenangan 2-0.
Kemenangan ini membawa Al Ittihad Jeddah mengoleksi 24 poin dan kokoh di peringkat keempat klasemen Liga Pro Saudi, menurut data terbaru. Sementara itu, Al Diriyah tertahan di posisi kedelapan dengan 15 poin. Bagi Al Ittihad Jeddah, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi delapan pertandingan beruntun melawan tim-tim yang baru pertama kali mereka hadapi di Liga Pro Saudi. Terakhir kali Al Ittihad Jeddah kalah dari lawan debutan adalah pada September 2019 silam ketika takluk 1-2 dari Damak. Sejak saat itu, mereka selalu meraih hasil positif, termasuk delapan kemenangan beruntun.
Selain itu, Al Ittihad Jeddah juga mencatatkan rekor selalu mencetak gol dalam delapan laga terakhir melawan klub promosi. Terakhir kali mereka gagal mencetak gol dalam situasi serupa adalah saat bermain imbang 0-0 melawan Al-Adalah pada Januari 2020. Konsistensi ini menjadi bukti ketajaman lini depan Al Ittihad Jeddah yang diasuh oleh pelatih Vissing tersebut. Vissing sendiri mengaku puas dengan performa timnya dan menegaskan bahwa kemenangan ini sepenuhnya layak diraih.
Di sisi lain, pelatih Al Diriyah, Bruno Lage, menyebut kekalahan timnya disebabkan oleh kesalahan-kesalahan sederhana yang seharusnya bisa dihindari. Meski demikian, ia tetap mengakui keunggulan Al Ittihad Jeddah. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Al Ittihad Jeddah sebelum menghadapi laga penting di ajang AFC Champions League Elite melawan Neftchi dari Uzbekistan pada Senin mendatang.
Menariknya, dalam laga ini Al Ittihad Jeddah harus kehilangan winger Belanda, Steven Bergwijn, yang absen akibat peradangan usus. Namun, kedalaman skuad yang dimiliki Al Ittihad Jeddah mampu menutupi absensi tersebut. Nama-nama seperti Ilenikhena, Wijnaldum, dan En-Nesyri menjadi bukti kualitas lini serang yang dimiliki klub berjuluk Al-Ameed itu.
Dengan performa apik dan rekor impresif ini, Al Ittihad Jeddah semakin menunjukkan ambisi mereka untuk bersaing di papan atas Liga Pro Saudi. Konsistensi dan mentalitas juara yang ditunjukkan para pemain menjadi sinyal kuat bahwa Al Ittihad Jeddah siap menjadi penantang serius di sisa musim ini.
Secara keseluruhan, kemenangan atas Al Diriyah bukan sekadar tiga poin biasa. Al Ittihad Jeddah telah membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan, beradaptasi dengan rotasi pemain, dan tetap tajam di depan gawang. Rekor delapan laga tak terkalahkan melawan tim-tim baru di Liga Pro Saudi menjadi cambuk positif untuk terus melaju. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Al Ittihad Jeddah akan terus merangsek ke posisi yang lebih tinggi dan menjadi ancaman nyata bagi para pesaing di papan atas.

