Krasnodar Kembali Tertahan, Gol Menit Akhir Baltika Gagalkan Kemenangan di Ozon Arena

Foto: Istimewa

Krasnodar Kembali Tertahan, Gol Menit Akhir Baltika Gagalkan Kemenangan di Ozon Arena

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Klub krasnodar kembali harus puas berbagi angka dalam lanjutan kompetisi sepak bola tertinggi Rusia. Bermain di hadapan hampir 30 ribu pendukungnya di stadion Ozon Arena pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, tim berjuluk “Bik” itu ditahan imbang tamunya, Baltika Kaliningrad, dengan skor 1:1 dalam laga pekan ke-12 Liga Primer Rusia (RPL). Hasil ini memperpanjang tren tanpa kemenangan krasnodar menjadi enam pertandingan beruntun sejak akhir Agustus, sebuah catatan yang jelas tidak memuaskan bagi tim sekelas mereka.

Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Pelatih krasnodar, Murad Musaev, sebelumnya sudah memprediksi laga akan berlangsung keras dan penuh perjuangan, dengan sedikit keindahan permainan namun kaya akan kerja keras. Prediksinya terbukti. Kedua tim saling jual beli serangan, meski tuan rumah tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya lewat pergerakan cepat di sisi sayap.

Keunggulan tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-30. Berawal dari umpan silang Christian yang terukur ke jantung pertahanan, penyerang andalan krasnodar, John Cordoba, berhasil memenangkan duel udara dengan bek lawan, Sergei Vorotynov, sebelum melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang yang dikawal Evgeny Latyshonen. Gol tersebut sempat membangkitkan asa bahwa krasnodar akan mengakhiri paceklik kemenangannya di hadapan publik sendiri.

Namun, cerita berubah di penghujung laga. Ketika kemenangan tampak di depan mata, justru pada menit ketiga tambahan waktu babak kedua (90+3), bek Baltika, Loris Muyokolo, berhasil menyamakan kedudukan. Gol dramatis itu membuat suasana stadion mendadak sunyi dan memaksa krasnodar menerima kenyataan pahit kembali gagal meraih tiga poin penuh.

Keputusan wasit Andrey Prokopov juga menjadi sorotan dalam pertandingan ini. Pada menit ke-84, ia dianggap melakukan kesalahan dengan tidak memberikan penalti kepada tuan rumah ketika kapten Baltika, Andrey Mendel, melakukan pelanggaran terhadap Magomed Ozdoyev di dalam kotak penalti. Video assistant referee (VAR) yang bertugas, Pavel Shadykhanov dan Artur Fedorov, pun tidak melakukan intervensi. Sebaliknya, di akhir babak pertama tepatnya menit 45+1, wasit juga tidak menghukum tuan rumah atas pelanggaran Ilya Vakhaniya terhadap Konstantin Shiltsov. Sejumlah pihak menilai keputusan-keputusan tersebut memengaruhi jalannya pertandingan.

Dengan tambahan satu poin ini, krasnodar kini mengoleksi 23 poin dari 12 laga dan untuk sementara menempati posisi ketiga klasemen, berbagi angka dengan Spartak Moskow yang masih memiliki satu pertandingan sisa. Sementara itu, Baltika yang dilatih Andrey Talalaev mengumpulkan 14 poin dan naik ke peringkat kedelapan. Adapun posisi puncak klasemen masih diduduki Dynamo Moskow dengan 25 poin, meski pada hari yang sama mereka secara mengejutkan takluk dari Akron di Samara.

Pelatih Baltika, Andrey Talalaev, mengaku bersyukur atas hasil imbang ini. Ia menyebut hasil tersebut layaknya sebuah kemenangan bagi timnya, mengingat beratnya pertandingan di kandang lawan yang kuat. Sementara itu, di kubu tuan rumah, hasil ini menambah tekanan menjelang jadwal padat berikutnya.

Selanjutnya, krasnodar dijadwalkan bertandang ke markas Rodina pada 31 Oktober mendatang, sementara Baltika akan menjamu Akron pada 1 November. Bagi krasnodar, laga tersebut menjadi momen krusial untuk kembali ke jalur kemenangan dan menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen Liga Primer Rusia.

Secara keseluruhan, hasil imbang ini menggambarkan betapa kompetitifnya persaingan di Liga Primer Rusia musim ini. Bagi krasnodar, konsistensi dan ketajaman di menit-menit akhir pertandingan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika ingin kembali menempel ketat duo pemuncak klasemen. Kegagalan mempertahankan keunggulan di menit akhir menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan baru benar-benar usai ketika wasit meniup peluit panjang.