Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,54 Juta, Simak Prediksi Harga Emas dan Proyeksi The Fed Pekan Ini
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Harga emas batangan Antam pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, terpantau stagnan di level Rp 2.540.000 per gram. Meski begitu, prediksi harga emas untuk beberapa hari ke depan masih menunjukkan kecenderungan melemah tipis seiring tekanan eksternal yang belum mereda. Harga buyback pun bertahan di Rp 2.335.000 per gram, sama seperti perdagangan sebelumnya. Stagnasi ini menjadi sorotan pasar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 27–28 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga jual emas Antam ukuran 1 gram memang tidak bergerak dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Namun, jika ditarik lebih jauh, harga emas Antam pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di Rp 3.168.000 per gram pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan buyback saat itu di Rp 2.989.000 per gram. Kini, posisi harga telah terkoreksi cukup dalam, sehingga prediksi harga emas menjadi perhatian utama para investor.
Tekanan Global Masih Membayangi
Penurunan harga emas dunia sepanjang pekan lalu turut memengaruhi sentimen domestik. Harga emas spot dibuka di US$ 4.164,69 per ons, sempat menyentuh level tertinggi mingguan US$ 4.190,17 pada Senin, sebelum berbalik melemah. Kenaikan harga minyak, kekhawatiran inflasi, dan prospek kebijakan suku bunga ketat The Fed menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Aksi jual saham teknologi pada Kamis lalu juga memicu likuidasi di berbagai pasar, membuat harga emas kembali turun di bawah US$ 4.000 per ons.
Data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan menambah tekanan. Pasar kini mencermati setiap sinyal dari The Fed, termasuk kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi seperti ini, prediksi harga emas jangka pendek masih dibayangi volatilitas.
Proyeksi Harga Emas Antam dan Perhiasan
Untuk perdagangan hari ini, harga emas Antam ukuran 1 gram diproyeksikan bergerak terbatas di kisaran Rp 2.520.000–Rp 2.550.000 per gram dengan kecenderungan melemah tipis. Sementara itu, emas perhiasan 24 karat di Bandar Lampung diperkirakan berada di kisaran Rp 2.310.000–Rp 2.340.000 per gram. Harga aktual dapat berbeda tergantung kadar, biaya pembuatan, dan kebijakan toko emas.
Faktor nilai tukar rupiah, harga emas dunia, serta antisipasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed menjadi penentu utama. Bagi masyarakat yang ingin membeli emas, disarankan membandingkan harga dari beberapa penjual sebelum bertransaksi. Bagi investor, selisih harga jual dan buyback perlu diperhitungkan agar keputusan pembelian sesuai dengan tujuan keuangan.
Rincian Harga Emas Antam 26 Oktober 2026
| Ukuran | Harga Jual (Rp) | Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gram | 1.320.000 | 1.167.500 |
| 1 gram | 2.540.000 | 2.335.000 |
| 5 gram | 12.650.000 | 11.675.000 |
| 10 gram | 25.245.000 | 23.350.000 |
| 50 gram | 126.000.000 | 116.750.000 |
| 100 gram | 251.800.000 | 233.500.000 |
| 1.000 gram | 2.515.000.000 | 2.335.000.000 |
Perlu dicatat, pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga pembelian. Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.
Prediksi Harga Emas ke Depan
Meski tekanan jual masih dominan, sebagian analis melihat potensi rebound teknis. Namun, pemulihan yang lebih meyakinkan baru akan terlihat jika harga emas dunia mampu menembus resistance utama. Untuk sementara, prediksi harga emas Antam cenderung konsolidasi dengan risiko penurunan terbatas. Investor disarankan tetap waspada terhadap dinamika global, terutama keputusan The Fed dan data inflasi lanjutan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, prediksi harga emas dalam sepekan ke depan masih akan bergerak fluktuatif. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi dari Logam Mulia dan memperhitungkan risiko sebelum berinvestasi.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Liputan6.com, IDN Times, Kitco
