BMKG Juanda Peringatkan Hujan Petir 4 Hari, 12 Daerah di Jawa Timur Siaga!

Foto: Istimewa

BMKG Juanda Peringatkan Hujan Petir 4 Hari, 12 Daerah di Jawa Timur Siaga!

Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Warga Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi sepanjang pekan ini. BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat yang akan melanda sejumlah wilayah mulai Selasa (27/10/2026) hingga Jumat (30/10/2026). Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Rendy Irawadi, mengungkapkan bahwa prospek cuaca mingguan untuk periode 26 Oktober hingga 1 November 2026 menunjukkan peningkatan intensitas hujan yang signifikan.

“Potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat perlu diwaspadai masyarakat, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan dini,” ujar Rendy kepada awak media di Surabaya, Senin (26/10/2026).

12 Daerah Masuk Zona Rawan

Pada Selasa (27/10/2026), sebanyak 12 kabupaten/kota masuk dalam kategori peringatan dini. Wilayah tersebut meliputi Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Kediri, Kota Batu, Kota Malang, Lumajang, Kabupaten Malang, Mojokerto, Ngawi, Pasuruan, dan Probolinggo. Masyarakat di daerah-daerah ini diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan deras dan menjauhi area rawan pohon tumbang.

Memasuki Rabu (28/10/2026), potensi hujan lebat masih berlanjut di Blitar, Magetan, Malang, Ngawi, dan Ponorogo. Sementara pada Kamis (29/10/2026), peringatan dini mencakup Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek. BMKG Juanda juga mencatat adanya gangguan gelombang atmosfer Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur pada 26–27 Oktober 2026 dan berpotensi mendukung pembentukan awan hujan.

Cuaca Panas Sebelum Hujan

Sebelum periode hujan petir, cuaca di beberapa wilayah Jawa Timur justru terasa sangat panas. Pada Senin (26/10/2026), BMKG Juanda memprakirakan suhu di Surabaya mencapai 39 derajat Celsius dengan kondisi cerah terik. Prakirawan Oky Sukma Hakim menyebutkan bahwa Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik cenderung cerah dengan suhu tertinggi di Kota Pahlawan mencapai angka tersebut. Kelembapan udara di Surabaya berkisar 25–35 persen, sementara Sidoarjo berada di kisaran 38–89 persen.

Di Malang Raya, cuaca pada Senin pagi hingga siang umumnya berawan. Namun, pada sore hari, hujan ringan diprakirakan turun di sejumlah kecamatan Kabupaten Malang seperti Dau, Karangploso, Kasembon, Kromengan, Ngajum, Ngantang, Pagak, Pujon, Wagir, dan Wonosari. Malam harinya, kondisi berubah menjadi berawan hingga kabur.

Dorongan DPR untuk Perluas Layanan Informasi

Di tengah meningkatnya kebutuhan informasi cuaca, Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengunjungi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo, pada Senin (26/10/2026). Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa BHS itu meminta BMKG Juanda memperluas jangkauan informasi cuaca, tidak hanya untuk keselamatan penerbangan tetapi juga sektor pertanian, perikanan, industri, perdagangan, dan pariwisata.

“Peran BMKG ini sangat vital untuk kepentingan masyarakat secara luas. Mulai industri, perdagangan, pariwisata, pertanian, perikanan, hingga keselamatan publik,” tegas BHS. Menurutnya, informasi potensi cuaca ekstrem dapat menjadi dasar bagi petani untuk melakukan antisipasi sebelum terjadi kerusakan lahan, serta bagi nelayan dalam menentukan waktu melaut.

Antisipasi Risiko Bencana

Masyarakat diminta mewaspadai berbagai risiko yang menyertai cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, sambaran petir, dan pohon tumbang. BMKG Juanda menyarankan agar warga terus memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang tidak valid.

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Timur dapat mengambil langkah mitigasi yang tepat. Koordinasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi dampak buruk cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan.

Sebagai penutup, kewaspadaan dan kesiapsiagaan adalah benteng terbaik menghadapi dinamika cuaca yang tidak menentu. Tetap ikuti arahan resmi dari BMKG Juanda dan jaga keselamatan diri serta keluarga.

Penulis: Syaifullah
Editor: Tri Widodo
Sumber: IDN Times, Radar Sidoarjo, JPNN Jatim, Beritajatim